Homepage > Pertanian & Pangan > Kehutanan > Pelepasliaran Anggrek untuk Konservasi Alam Merapi
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1170
    Guest : 1171
    Members : 0

    Pelepasliaran Anggrek untuk Konservasi Alam Merapi

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    merapi anggrek.jpg - 113.06 Kb
     
    Kawasan lereng Gunung Merapi dengan keragaman potensi alamnya menjadi penyangga bagi daerah-daerah pemukiman di bawahnya. Namun aktivitas pemanfaatan lahan secara tidak bertanggung jawab kerap menimbulkan dampak negatif bagi kawasan konservasi tersebut. Untuk mengembalikan kelestarian dari kawasan Merapi diperlukan kerja sama intensif berbagai pihak.
     
    Hal ini disampaikan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dalam acara Sarasehan Desa Penyangga dengan Taman Nasional Gunung Merapi pada Rabu (22/2/2017) di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan atas kerja sama Fakultas Kehutanan UGM, Pusat Studi Asia Pasifik, Taman Nasional Gunung Merapi, serta Pemerintah Desa Wonokromo.
     
    “Kawasan Merapi tidak luput dari kerusakan dan pengurangan luasan karena diperebutkan oleh berbagai pihak yang ingin memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki. Karena itu upaya konservasi pada puncak Merapi mutlak diperlukan,” ujar Paku Alam dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sutarto, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY. 
     
    Dalam acara ini dilakukan penyerahan tanaman anggrek yang menjadi simbolisasi pelepasliaran tanaman anggrek yang sebelumnya diasuh oleh masyarakat. “Kegiatan ini menjadi penting mengingat tanaman anggrek Merapi perlu dilestarikan agar keanekaragaman terjaga dan tetap lestari,” imbuh Paku Alam.
     
    Kawasan lereng Merapi dikenal sebagai habitat beragam jenis tanaman anggrek. Secara keseluruhan, ada sekitar 95 jenis anggrek yang tumbuh di sekitar Gunung Merapi. Sebagian di antaranya tergolong spesies langka. Namun, kondisi alam maupun faktor manusia menyebabkan jumlah anggrek di kawasan lereng Merapi semakin berkurang.
     
    Persoalan ini mendorong dimulainya program adopsi anggrek sekitar dua tahun lalu. Dalam program ini, sebanyak 28 pengadopsi diberikan bibit anggrek untuk dipelihara dan dikembangkan di luar kawasan Merapi. Setelah tumbuh menjadi tanaman dewasa, anggrek akan dilepas kembali di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.
     
    Desa Wonokromo menjadi salah satu lokasi pengembangbiakan bibit-bibit anggrek asli Merapi. Puluhan warga di dusun ini membangun sendiri green house atau rumah budidaya anggrek. Menurut Kepala Desa Wonokromo Tomon Haryo Wibisono, selain sebagai upaya pelestarian lingkungan, kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat desa.
     
    “Bagi kami kerja sama ini sangat membanggakan, karena desa tidak mungkin bisa berjalan sendiri tanpa lembaga lain yang memberikan dukungan. Kalau desa hanya jalan sendiri hasilnya pasti itu-itu saja. Saya harap kerja sama ini bisa terus berkembang dan bermanfaat,” ujarnya. 
     
    Selain pelestarian anggrek, kerja sama antara UGM, Taman Nasional Gunung Merapi, dan Pemerintah Desa Wonokromo juga berkaitan dengan berbagai program pelestarian ekosistem tanah dan air. Kerja sama berbagai pihak ini menjadi intisari pembahasan dalam sarasehan. Keterlibatan warga dalam program-program ini, menurut Dekan Fakultas Kehutanan Budiadi, menjadi salah satu faktor paling krusial bagi keberhasilan usaha-usaha konservasi yang direncanakan.
     
    “Birokrat di kementerian membutuhkan peran aktif masyarakat dalam melestarikan atau membangun hutan yang mereka tinggali. Peran aktif warga desa untuk kelestarian hutan pada akhirnya manfaatnya akan kembali kepada mereka sendiri dan juga pada masyarakat sekitarnya,” terangnya.
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek