Homepage > Pertanian & Pangan > Kehutanan > Sistem Monitoring Real Time Dalam Pengelolaan dan Restorasi Lahan Gambut
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1589
    Guest : 1590
    Members : 0

    Sistem Monitoring Real Time Dalam Pengelolaan dan Restorasi Lahan Gambut

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
     
    JAKARTA - Kebakaran yang terus melanda dan mengancam kawasan gambut Indonesia memerlukan berbagai upaya pengendalian. Salah satunya dengan memperkuat penguasaan teknologi sistem monitoring real time dinamika air di lahan gambut.
     
    Ketua Dewan Riset Nasional (DRN), Bambang Setiadi mengatakan monitoring real time gerakan atau dinamika permukaan air di lahan gambut penting karena  berbanding lurus dengan jumlah titik api di lahan gambut.
     
    “Data pengukuran real time memberikan gambaran pada kedalaman permukaan air gambut 25–50 cm maka jumlah titik api berkisar antara 100.000 -150.000. Dengan demikian, ketentuan pemerintah mempertahankan permukaan air di lahan gambut 0,4 meter adalah target penting pengelolaan lahan gambut,” terang Bambang di Jakarta, Kamis (16/2/2017). 
     
    Melalui kajian hampir 15 tahun, kerjasama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Universitas Hokkaido, dan Midori Engineering didukung JICA telah  mengembangkan teknologi SESAME-BPPT. Tim pelaksana riset SESAME-BPPT terdiri dari DR. Hidenori Takahashi (University of Hokkaido), DR.Bambang Setiadi (BPPT) dan Yukihisha Shigenaga (Midori Eng.). Dalam penerapannya, BPPT bekerjasama dengan Universitas Palangkaraya, Universitas Jambi, Universitas Gadjah Mada, Universitas Tanjungpura dan Universitas Riau.
     
    Teknologi SESAME atau Sensory Data Transmission Service Assisted by Midori Engineering ini  merupakan sistem telemetri dengan beberapa sensor untuk penentuan muka air, curah hujan, kualitas air, kelembaban tanah, maupun cuaca. Data dikirimkan secara real time setiap 10 menit ke server Geostech Laboratory-BPPT. “Data lapangan dapat dimonitor di manapun,” jelas Bambang.
     
    Informasi real time muka air gambut ini dapat dimanfaatkan bukan hanya mengendalikan informasi tingkat kebasahan lahan gambut, namun dapat menjaga total emisi karbon tetap rendah. Tingkat kebasahan gambut akan mengakibatkan berkurangnya kebakaran dan emisi karbon melalui  proses respirasi tanaman net emission production (NEP).
     
    Di dalam ekosistem gambut, ada tiga komponen penting yaitu air, karbon (gambut)  dan tanaman. Kandungan air di gambut merupakan komponen penting dari ekosistem gambut, karena lebih 90% gambut terdiri dari air. “Lepas” nya kandungan air di gambut akan menyebabkan muka air tanah gambut mengalami penurunan.
     
    Pemerintah mengeluarkan PP No 57/2016 mengenai pentingnya menjaga kedalaman air tanah gambut yang dibatasi hingga 0,4 m. Peraturan ini ditujukan untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK)  dan menahan laju penurunan permukaan lahan gambut (subsiden). 
     
    “Semakin dalam air tanah gambut turun,  maka laju subsiden juga meningkat. Nilai subsiden rata-rata  adalah 5,2 cm per tahun, jika muka air tanah gambut turun hingga 70 cm,” terangnya.
     
    Menurut Bambang, teknologi SESAME-BPPT merupakan sistem yang baik karena memenuhi berbagai kriteria sepertt sederhana, nyaris tepat real time, sistem yang berkelanjutan yang terdiri dari berbagai sensor dan mudah dioperasikan.
     
    Saat ini telah dipasang 30  unit SESAME-BPPT di berbagai wilayah di Indonesia yaitu Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan dan di Geostech BPP Teknologi sebagai tempat  pemasangan server dan pusat pengolahan data.  
     
    Restorasi Lahan Gambut
     
    Pada tahun 2015, sekitar 875.000 hektar hutan dan lahan gambut di tujuh provinsi di Indonesia, mengalami kebakaran. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai lebih Rp. 210 Triliun.
     
    Untuk itu, Badan Restorasi Gambut (BRG) mulai 2017 akan mengkoordinasikan dan melaksanakan restorasi ekosistem gambut. BRG telah menetapkan tiga kegiatan utama restorasi lahan gambut yaitu pembasahan, penghijauan, dan revitalisasi.
     
    “Dengan perkembangan teknologi informasi, model pengendalian  melalui pemadaman setelah kebakaran terjadi menjadi terasa kuno. Sebab, dengan melakukan kombinasi berbagai perangkat teknologi informasi saat ini, maka tinggi permukaan air lahan gambut dapat dimonitor secara real time,” kata Bambang. 
     
    Sistem monitoring real time ini akan berperan penting dalam program pertama restorasi gambut yaitu pembasahan gambut. Selain itu, Sistem ini akan membantu pemerintah dalam melakukan monitoring emisi karbon di lahan gambut. 
     
    “Emisi CO2 bertambah besar dengan semakin dalamnya permukaan air lahan gambut. Pengukuran para ahli selama ini menunjukan pada air tanah gambut dengan kedalaman 75 cm, nilai emisi karbon berkisar antara 60 – 100 ton CO2/Ha/tahun,” papar Bambang. 
     
    Sistem SESAME-BPPT dapat membantu pemerintah dalam memprediksi kemungkinan kebakaran berbasis data tinggi permukaan air gambut. Sistem ini juga membantu pemerintah dan perusahaan untuk mengikuti aturan pemerintah dalam mempertahankan muka air di atas 0.4 m sekaligus melakukan persiapan tindakan pencegahan kebakaran. 
     
    Menurut Bambang, dengan penerapan sistem monitoring SESAME-BPPT, maka Indonesia pertama kali memasuki era monitoring real time permukaan lahan gambut. Era sistem tersebut adalah  sistem monitoring data lapangan menggunakan tenaga solar, mendekati  waktu nyata, tahan lama, berbasis ilmu pengetahuan, serta disajikan melalui sistem Web yang  aman dan dapat dimonitor setiap saat. 
     
    “Sistem monitoring SESAME-BPPT dapat membantu pemerintah dalam mengambil keputusan cepat, ilmiah dan transparan,” pungkasnya.
     

    Umum

    Cegah Korupsi Sistemik, Tiga Lembaga Matangkan Penerapan SNI ISO 37001
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Kepala BSN Bambang Prasetya dalam pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (23/2/2018)....

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek