Homepage > Pertanian & Pangan > Bibit > Batan Luncurkan Kedelai Hitam Mutiara
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1488
    Guest : 1488
    Members : 0

    Batan Luncurkan Kedelai Hitam Mutiara

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) meluncurkan dua varietas baru kedelai hitam dengan nama Mutiara 2 dan Mutiara 3 pada 2 Juli 2015.  Varietas unggul tahan hama ini memiliki potensi hasil 3 ton/ha dengan rata-rata hasil 2,4 ton/ha. Kedelai biasa rata-rata produkt‎ivitasnya hanya 1,4 ton per hektar.

    Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto berharap peluncuran dua varietas unggul kedelai hitam  tersebut dapat berkontribusi dalam meningkatkan produksi kedelai nasional . Menurutnya, kebutuhan kedelai nasional hingga saat ini 70%-nya masih ditutupi lewat jalan impor.

    Tahun 2013 produksi kedelai Indonesia hanya 807.568 ton dari luas panen 554.132 hektar dengan rata-rata produktivitas 1.46 ton/ha.  Jumlah produksi tersebut masih jauh di bawah kebutuhan nasional yang mencapai 2.7 juta ton/tahun. Untuk menutupi kekurangan, pemerintah mengimpor kedelai terutama dari Amerika Serikat dan Brazil.

    Upaya kemandirian kedelai nasional melalui peningkatan produktivitas maupun penambahan areal tanam memerlukan penyediaan benih bermutu. Benih unggul harus memenuhi aspek kuantitas dan kualitas, serta penggunaannya secara konsisten agar tingkat produktivitasnya dapat dipertahankan tetap tinggi.

    Sayangnya penyediaan benih kedelai bersertifikat (berlabel) di dalam negeri baru sekitar 8% dari kebutuhan nasional. Sementara impor benih apalagi yang berasal dari negara beriklim subtropis akan dapat menimbulkan berbagai permasalahan. Secara ilmiah teknis, benih impor harus melalui penyesuaian dengan iklim tropis Indonesia melalui uji lapang (uji multilokasi) sebelum ditetapkan untuk ditanam secara luas di berbagai daerah.

    Dalam upaya berkontribusi pada program kemandirian nasional, Batan memfokuskan kegiatan litbang nuklir untuk menghasilkan bibit unggul kedelai dengan teknik mutasi radiasi. Sampai tahun 2014, Batan telah menghasilkan delapan varietas unggul kedelai kuning, yaitu  Muria, Tengger, Meratus, Rajabasa, Mitani, Mutiara 1, Gamasugen 1 dan 2.

    Pengembangan varietas kedelai hitam termasuk langka, pada tahun 1938 dirilis varietas Merapi, 1992 varietas Cikurai dan tahun 2007 dirilis varietas Malika yang produksi rata-ratanya 1,8 ton per hektar. Kebutuhahan nasional terhadap kedelai hitam baru bisa dicukupi 50-60 % dari produksi domestik.

    Mutiara merupakan kepanjangan dari Mutan Unggul Teknologi Isotop dan Radiasi, karena secara teknis, kedelai ini diproses dari benih Cikurai dengan menggunakan tekonologi nuklir dengan radiasi sinar gama. Selain adaktif terhadap lingkungan, kedelai hitam ini memiliki kandungan protein yang tinggi dibanding yang lain serta tahan terhadap penyakit karat daun.

    "Hasil litbang kedelai hitam ini merupakan bentuk komitmen Batan dalam mendukung program kedaulatan pangan nasional. Untuk kesekian kali kita ingin menyampaikan bahwa teknologi nuklir dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat yang berujung pada kemandirian dan kesejahteraan rakyat," pungkasnya.

     

    Umum

    Revolusi Industri 4.0 Harus Diantisipasi Secara Serius
    Sabtu, 17 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Presiden Joko Widodo pada Peresmian Pembukaan Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia (FRI) Tahun 2018. Foto Biro Pers...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek