Homepage > Pertanian & Pangan > Bibit > Sistem Irigasi Aurora Untuk Budidaya Aeroponik
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1500
    Guest : 1500
    Members : 0

    Sistem Irigasi Aurora Untuk Budidaya Aeroponik

    Penilaian Pengguna: / 1
    JelekBagus 

    Untuk meningkatkan produksi kentang, Rudi Madiyanto pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Tani Mandiri desa Sumberbrantas, Kota Batu, Jawa Timur, mengembangkan pembibitan kentang di dalam greenhouse dengan sistem budidaya Aeroponik.

    Benih kentang dibudidayakan dengan sistem aeroponik pada kotak-kotak pembibitan di dalam greenhouse. Pada kotak pembibitan itu, akar tanaman digantung dan disemprotkan secara berkala nutrisi unsur hara melalui mist sprayer (sprayer kabut) yang diletakkan tepat dibawahnya. Dengan sistem ini, kebutuhan unsur hara tanaman dapat terpenuhi dengan baik.

    Dalam greenhouse tersebut, terdapat lima kotak pembibitan berukuran 1,5 m x 15 m. Namun, UMKM ini memiliki kendala karena bibit yang dihasilkan masih belum optimal. Kualitas bibit masih mudah layu dan dapat merusak pertumbuhan tanaman lain. Akibatnya, satu kotak pembibitan berisi 1000 bibit, harus dibuang. UMKM Tani Mandiri mengalami kerugian 25% tiap kotak pembibitan.

    Kerugian tersebut menurut Rudi akibat dari sistem irigasi yang belum optimal serta pemberian nutrisi yang belum sesuai dengan kebutuhan. Sistem irigasi dengan dua buah pompa itu belum optimal karena pembagian air dan nutrisi di tiap kotak tidak merata. Satu pompa hanya memenuhi kebutuhan irigasi bibit kentang sekitar 0,5 cc/L. Padahal kebutuhan air dan nutrisi pembibitan kentang yang optimal adalah tiga cc/L.

    Selain itu waktu pemberian nutrisi dilakukan selama 1 menit setiap 5 menit. Padahal waktu terbaik untuk irigasi aeroponik adalah 5 menit setiap 15 menit dan harus dioperasikan selama 12 jam. Sehingga kebutuhan irigasi dari pembibitan kentang mengalami kekurangan baik dari segi waktu pemberian yang tidak tepat serta jumlah kebutuhan yang tidak tercukupi.

    Selain itu pompa kedua yang digunakan sebagai penyemprot pupuk daun tidak bekerja dengan baik. Akibatnya daun menguning, kemudian jaringan pada akar dan batang menjadi lemah atau layu. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem irigasi inovatif yang efektif dan efisien pada pembibitan kentang secara aeroponik.

    Sistem Irigasi Aurora

    Permasalahan ini menggerakkan lima mahasiswa Universitas Brawijaya untuk menerapkan teknologi irigasi Automatic Aeroponic Irrigation (AURORA) di greenhouse UMKM Tani Mandiri. Lima mahasiswa tersebut adalah Bangkit Puji Pamungkas, Adriansyah Galih Prasetya, Akbar Setyo Pambudi, Puji Sri Lestari dari Jurusan Keteknikan Pertanian, serta Bachrul Ulum dari Agroekoteknologi. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa DIKTI itu mendapat bimbingan dari Ir. Ary Mustofa Ahmad, MP, Dosen Jurusan Keteknikan Pertanian.

    Bangkit Puji Pamungkas, ketua pelaksana kelompok itu menuturkan bahwa masalah irigasi tersebut bisa diatasi dengan menggunakan teknologi sistem irigasi otomatis. Sistem ini menggunakan mikrokontroler sebagai otak otomatis yang diatur sesuai dengan data irigasi aeroponik. Rangkaian RTC (Real Time Clock) sebagai timer akan mencatat waktu irigasi dan solenoid valve sebagai kran otomatis pada pembibitan kentang. "Keunggulan lain dari sistem ini adalah kesederhanaan jaringan pipa yang sehinggga kinerja dari pompa lebih optimal”, ungkap Bangkit.

    Sistem irigasi otomatis bekerja menggunakan satu pompa, sehingga menghemat biaya listrik. Pompa tersebut dikontrol secara otomatis dengan mikrokontroler sesuai waktu irigasi dengan sistem time series (berurutan dan bergantian).

    Sistem tersebut berupa waktu pemberian nutrisi secara bersamaan ke semua kotak lain sesuai dengan jadwal dari RTC. "Saat RTC menunjukkan waktu irigasi pembibitan, mikrokontroler akan mengendalikan solenoid valve agar kran membuka secara otomatis. Waktu irigasi atau pemberian nutrisi yang sesuai adalah 5 menit setiap 15 menit sekali," lanjutnya.

    Selain itu, penggunaan satu buah pompa bisa melakukan dua penyemprotan sekaligus yaitu irigasi akar dan penyemprotan pupuk untuk daun yang lebih pekat konsentrasinya daripada akar. Setelah dua bulan penerapan alat ini, sistem irigasi sudah sesuai untuk kentang baik irigasi untuk akar maupun daun. Bibit yang dihasilkan menjadi segar dan lebih tahan terhadap penyakit daun. Jumlah bibit yang dihasilkan meningkat dari sebelumnya.

    “Kami berharap agar teknologi ini juga nantinya dapat berkembang dan dapat dimanfaatkan pada tanaman lain serta dapat menambah keuntungan para petani”, pungkas Bangkit. Adriansyah Galih Prasetya/SB

     

    Umum

    Revolusi Industri 4.0 Harus Diantisipasi Secara Serius
    Sabtu, 17 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Presiden Joko Widodo pada Peresmian Pembukaan Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia (FRI) Tahun 2018. Foto Biro Pers...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek