Homepage > Kesehatan > Penyakit Menular > Eijkman kembangkan vaksin sintetik flu burung
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1656
    Guest : 1657
    Members : 0

    Eijkman kembangkan vaksin sintetik flu burung

    Penilaian Pengguna: / 1
    JelekBagus 
    Flu_VaccineJakarta, 14/2 - Lembaga Eijkman mengembangkan vaksin sintetik influenza H5N1 yang didesain dengan sistem informasi genetik dan mempelajari respon imun populasi Jawa dan Sunda terhadap virus flu burung tersebut. Pakar Biologi Molekuler dari Lembaga Eijkman Marsia Gustiananda PhD di Jakarta, Senin, mengatakan, berdasarkan data genom  virus flu yang telah dipublikasi, pihaknya melakukan analisis menggunakan program komputer  untuk memprediksi bagian mana dari virus flu yang dikenali oleh sistem imun manusia.

    "Tujuan dari vaksinasi adalah untuk menimbulkan respon sel-T yang lebih cepat dan lebih efektif apabila seseorang terkena infeksi virus flu  yang baru dan lebih ganas. Karena itu kami berusaha mendapatkan antigen  dari virus flu itu," katanya.

    Bagian dari virus yang akan dikenali oleh sistem imun seseorang ditentukan oleh jenis molekul MHC  (major histocompatibility complex) yang dipunyai oleh orang tersebut.  Molekul MHC atau dikenal juga sebagai molekul HLA (human leukocyte antigen) adalah protein yang terdapat pada permukaan sel manusia yang tugasnya mengikat bagian kecil dari protein virus (epitop) dan kemudian memperlihatkannya kepada sel-T, katanya.

    Dengan cara ini sel-T (jenis sel yang berperan penting dalam sistem imun) mengenali adanya sel yang terinfeksi oleh virus dan kemudian menghancurkan sel terinfeksi tersebut sehingga mencegah infeksi yang lebih parah, ujarnya.

    Identifikasi antigen virus flu yang dikenali oleh sistem imun manusia diakuinya telah banyak dilakukan, namun penelitian tersebut mengidentifikasi antigen yang dikenali oleh populasi Barat (ras Kaukasian) yang tipe molekul HLA-nya berbeda dengan tipe molekul yang dipunyai oleh orang Indonesia.

    Selain itu epidemiologi flu di Indonesia yang merupakan daerah tropis, berbeda dengan epidemiologi flu di daerah selain tropik, dimana di daerah tropik flu ada sepanjang tahun sedangkan di tempat lain flu datang di musim dingin.

    ”Kami menggunakan program komputer untuk memprediksi epitop dari protein NP (nucleocapsid protein) virus influenza yang akan diikat oleh molekul HLA yang paling banyak ditemui pada populasi Jawa dan Sunda," katanya sambil menambahkan bahwa lebih dari setengah jumlah kasus H5N1 di Indonesia terjadi  di Pulau Jawa dengan populasi etnis Jawa dan Sunda.

    Platform lembaga Eijkman "genome-to-vaccine" apabila telah berjalan, menurut dia, akan membuka peluang untuk menciptakan vaksin flu dalam situasi pandemic (wabah global) dan dalam waktu yang relatif singkat.

    Platform teknologi genom ini tentu dapat juga diaplikasikan pada pengembangan vaksin untuk penyakit lainnya seperti penyakit tropis malaria, demam berdarah dengue, filariasis, dan penyakit infeksi yang endemik di Indonesia, ujar Marsia.

    Marsia baru saja memperoleh hibah ITSF (Indonesia Toray Science  Foundation) untuk risetnya   berjudul "Analisis Respon sel-T terhadap  Epitop Turunan dari Protein NP Virus Influenza H5N1 pada Populasi Jawa  dan Sunda". (dew)
     

    Umum

    Cegah Korupsi Sistemik, Tiga Lembaga Matangkan Penerapan SNI ISO 37001
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Kepala BSN Bambang Prasetya dalam pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (23/2/2018)....

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek