Homepage > Kesehatan > Penyakit Menular > Kasus Antraks di Kulon Progo, Masyarakat Tidak Perlu Panik
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 765
Guest : 765
Members : 0

Kasus Antraks di Kulon Progo, Masyarakat Tidak Perlu Panik

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

alt

YOGYAKARTA - Kabar kasus antraks yang menyerang ternak dan belasan warga di Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo meresahkan masyarakat Yogyakarta. Penyakit yang disebabkan oleh Bacillus anthracis ini telah mengakibatkan kematian beberapa ternak warga.

Ketua Tim Respon Cepat Waspada Antraks Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad menghimbau agar masyarakat tidak panik terhadap penyakit antraks, tetapi tetap perlu waspada.  “Antraks pada manusia dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat,” tegasnya pada konferensi pers di Ruang Fortakgama UGM, Sabtu (21/1/2017).

Riris mengatakan, penyakit ini tidak bisa ditularkan manusia ke manusia. Penularan antraks dapat terjadi melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan, bangkai, atau produk hewan sakit yang terinfeksi antraks.  Hewan yang mudah terinfeksi bakteri antraks adalah binatang pemakan rumput atau herbivora seperti kambing, sapi, gajah, domba, dan kuda.

“Penyakit ini bisa menyerang kulit, saluran cerna, serta saluran pernafasan. Orang yang terinfeksi antraks lalu meninggal dikarenakan bakteri sudah menyerang ke saluran pernafasan dan organ lainnya,” urai Riris. 

Untuk mencegah terkena antraks, Riris menekankan pentingnya menjalani pola hidup bersih dan sehat. Apabila ingin mengkonsumsi daging disarankan membeli daging dari rumah pemotongan hewan bersertifikat. Daging dimasak hingga suhu 120 derajad celcius atau hingga benar-benar matang.

Pakar Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UGM, Abu Tholib menyebutkan bahwa kasus antraks di seluruh belahan dunia 99 persen menyerang kulit dan dapat disembuhkan. Hanya 1 persen yang menyerang saluran pernafasan (paru-paru) dan organ penting lainnya hingga mengakibatkan kematian.

Abu Tholib mengatakan, manusia yang terkena 8.000 spora bakteri hewan antraks dalam waktu 8 jam tidak akan mengalami situasi yang membahayakan. Spora bakteri tersebut secara otomatis akan dinetralisir oleh lendir yang ada di saluran pernafasan.

Manusia bisa terserang apabila dalam satu kali kejadian langsung terpapar di atas 10.000 spora antraks. "Itu pun hanya dalam satu kali, bukan dari akumulasi. Karena manusia juga punya daya tahan tubuh yang bisa melawan segala bakteri atau virus yang masuk," urai Abu Tholib.

Gejala antraks biasanya menyerang kulit dengan tanda kulit seperti melepuh. Jika sudah sistemik, orang tersebut mengalami mual dan demam. “Manusia yang terkena antraks bisa diobati dengan antibiotik” terangnya.

Ketua Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas kedokteran Hewan (FKH) UGM, Heru Susetya menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir mengkonsumsi daging. Daging aman dikonsumsi selama tidak menunjukkan gejala antraks. Antraks pada hewan ditandai dengan demam tinggi, sakit  di bagian pinggang, serta hewan mati mendadak dengan tanda-tanda keluar darah di seluruh lubang tubuh. “Jika menemukan tanda-tandai ini segeralah melapor ke Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) terdekat,” tegasnya.

Heru menghimbau masyarakat untuk tidak menyembelih dan mengkonsumsi hewan ternak sakit yang terinfeksi antraks. Masyarakat dapat menghubungi Poskeswan untuk memastikan hewan ternak aman dikonsumsi dan bebas dari antraks. Ciri daging yang aman dikonsumsi berwarna merah segar dan tidak berbau anyir.

“Hewan terinfeksi harus segera dikubur. Jangan disembelih karena bakteri jika kontak dengan udara akan membentuk spora yang bisa menular kemana saja,” jelasnya.

Untuk meningkatkan keamanan hewan yang dikonsumsi, Dekan Fakultas peternakan UGM, Ali Agus menyarankan masyarakat untuk meningkatkan mitigasi perdagangan hewan dengan melibatkan Poskeswan untuk lalu lintas kesehatan hewan. “Lalu lintas hewan ternak di daerah endemis harus segera diputus agar bakteri antraks tidak menyebar ke luar daerah,”tegasnya.

Mobilisasi hewan ternak juga perlu diawasi, sebab pergerakan hewan yang sakit akan menyebabkan penyakit berpindah. Jika ditemukan hewan terkena antraks maka daerah itu ditutup untuk lalu lintas hewan. “Guna mencegah penyebaran bakteri antraks perlu dilakukan desinfeksi di daerah yang ada hewan terkena antraks. Sedangkan hewan-hewan disekitarnya juga perlu diobati dan divaksin,”paparnya.

Hewan mati sebaiknya segera dimusnahkan sesuai prosedur. Begitu juga barang-barang yang tercemar atau pernah bersentuhan dengan hewan. “Masyarakat tidak perlu terlalu panik, harus tenang dan berfikir jernih serta segera melakukan mitigasi terhadap kasus antraks ini,” pungkasnya. Sumber Humas UGM

 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Dibalik Musibah Uji Coba Roket Kendali Lumajang
Rabu, 03 Februari 2010

  Minggu lalu, terbetik berita salah satu roket uji coba milik konsorsium dibawah Kementerian Riset dan Teknologi di wilayah Lumajang, Jawa Timur melenceng dari sasaran. Para wakil konsorsium yang...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailE-Library Sumber Knowledge Ilmiah Sosek KKP
24/03/2015 | Catur Pramono Adi

(Bagian I dari Dua Tulisan) Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memiliki dampak yang sangat besar terhadap sistem pengelolaan dokumentasi dan informasi ilmiah. Dengan teknologi digi [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailDra. Noer Laily, Msi
21/08/2015

Usia muda tidak berarti sedikit berkarya. Dra Noer Laily, Msi mampu membuktikan di usianya yang menginjak 39 tahun, mampu membuahkan suatu temuan baru. Bersama rekan-rekannya, Noer Laily menemukan pro [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek