Homepage > Kesehatan > Penyakit Menular > Kasus Antraks di Kulon Progo, Masyarakat Tidak Perlu Panik
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1525
    Guest : 1525
    Members : 0

    Kasus Antraks di Kulon Progo, Masyarakat Tidak Perlu Panik

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    YOGYAKARTA - Kabar kasus antraks yang menyerang ternak dan belasan warga di Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo meresahkan masyarakat Yogyakarta. Penyakit yang disebabkan oleh Bacillus anthracis ini telah mengakibatkan kematian beberapa ternak warga.

    Ketua Tim Respon Cepat Waspada Antraks Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad menghimbau agar masyarakat tidak panik terhadap penyakit antraks, tetapi tetap perlu waspada.  “Antraks pada manusia dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat,” tegasnya pada konferensi pers di Ruang Fortakgama UGM, Sabtu (21/1/2017).

    Riris mengatakan, penyakit ini tidak bisa ditularkan manusia ke manusia. Penularan antraks dapat terjadi melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan, bangkai, atau produk hewan sakit yang terinfeksi antraks.  Hewan yang mudah terinfeksi bakteri antraks adalah binatang pemakan rumput atau herbivora seperti kambing, sapi, gajah, domba, dan kuda.

    “Penyakit ini bisa menyerang kulit, saluran cerna, serta saluran pernafasan. Orang yang terinfeksi antraks lalu meninggal dikarenakan bakteri sudah menyerang ke saluran pernafasan dan organ lainnya,” urai Riris. 

    Untuk mencegah terkena antraks, Riris menekankan pentingnya menjalani pola hidup bersih dan sehat. Apabila ingin mengkonsumsi daging disarankan membeli daging dari rumah pemotongan hewan bersertifikat. Daging dimasak hingga suhu 120 derajad celcius atau hingga benar-benar matang.

    Pakar Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UGM, Abu Tholib menyebutkan bahwa kasus antraks di seluruh belahan dunia 99 persen menyerang kulit dan dapat disembuhkan. Hanya 1 persen yang menyerang saluran pernafasan (paru-paru) dan organ penting lainnya hingga mengakibatkan kematian.

    Abu Tholib mengatakan, manusia yang terkena 8.000 spora bakteri hewan antraks dalam waktu 8 jam tidak akan mengalami situasi yang membahayakan. Spora bakteri tersebut secara otomatis akan dinetralisir oleh lendir yang ada di saluran pernafasan.

    Manusia bisa terserang apabila dalam satu kali kejadian langsung terpapar di atas 10.000 spora antraks. "Itu pun hanya dalam satu kali, bukan dari akumulasi. Karena manusia juga punya daya tahan tubuh yang bisa melawan segala bakteri atau virus yang masuk," urai Abu Tholib.

    Gejala antraks biasanya menyerang kulit dengan tanda kulit seperti melepuh. Jika sudah sistemik, orang tersebut mengalami mual dan demam. “Manusia yang terkena antraks bisa diobati dengan antibiotik” terangnya.

    Ketua Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas kedokteran Hewan (FKH) UGM, Heru Susetya menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir mengkonsumsi daging. Daging aman dikonsumsi selama tidak menunjukkan gejala antraks. Antraks pada hewan ditandai dengan demam tinggi, sakit  di bagian pinggang, serta hewan mati mendadak dengan tanda-tanda keluar darah di seluruh lubang tubuh. “Jika menemukan tanda-tandai ini segeralah melapor ke Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) terdekat,” tegasnya.

    Heru menghimbau masyarakat untuk tidak menyembelih dan mengkonsumsi hewan ternak sakit yang terinfeksi antraks. Masyarakat dapat menghubungi Poskeswan untuk memastikan hewan ternak aman dikonsumsi dan bebas dari antraks. Ciri daging yang aman dikonsumsi berwarna merah segar dan tidak berbau anyir.

    “Hewan terinfeksi harus segera dikubur. Jangan disembelih karena bakteri jika kontak dengan udara akan membentuk spora yang bisa menular kemana saja,” jelasnya.

    Untuk meningkatkan keamanan hewan yang dikonsumsi, Dekan Fakultas peternakan UGM, Ali Agus menyarankan masyarakat untuk meningkatkan mitigasi perdagangan hewan dengan melibatkan Poskeswan untuk lalu lintas kesehatan hewan. “Lalu lintas hewan ternak di daerah endemis harus segera diputus agar bakteri antraks tidak menyebar ke luar daerah,”tegasnya.

    Mobilisasi hewan ternak juga perlu diawasi, sebab pergerakan hewan yang sakit akan menyebabkan penyakit berpindah. Jika ditemukan hewan terkena antraks maka daerah itu ditutup untuk lalu lintas hewan. “Guna mencegah penyebaran bakteri antraks perlu dilakukan desinfeksi di daerah yang ada hewan terkena antraks. Sedangkan hewan-hewan disekitarnya juga perlu diobati dan divaksin,”paparnya.

    Hewan mati sebaiknya segera dimusnahkan sesuai prosedur. Begitu juga barang-barang yang tercemar atau pernah bersentuhan dengan hewan. “Masyarakat tidak perlu terlalu panik, harus tenang dan berfikir jernih serta segera melakukan mitigasi terhadap kasus antraks ini,” pungkasnya. Sumber Humas UGM

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek