Homepage > Kesehatan > Penyakit Degeneratif > Mencangkok Kepala Manusia
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1058
    Guest : 1058
    Members : 0

    Mencangkok Kepala Manusia

    Penilaian Pengguna: / 4
    JelekBagus 
    alt
    Satu kejutan segera hadir dari dunia medis. Juni tahun ini, sebuah rencana radikal akan dumumkan pada konferensi tahunan para ahli bedah internasional di Maryland, AS. Untuk pertama kalinya, upaya mutakhir cangkok kepala pada manusia segera dibahas. Awal tahun 2017, operasi pertama cangkok kepala manusia bakal dilakukan.

    Cangkok kepala manusia? Ya, ide ini pertama kali muncul tahun 2013.Pelopornya adalah Sergio Canavero dari Turin Advance Neuromodulation Group di Italia. Alasannya, dia ingin membantu memperpanjang harapan hidup orang-orang yang punya masalah dengan kepala. Khususnya, mereka yang mengidap penyakit degeneratif pada otot dan saraf kepala, maupun penderita kanker sejumlah organ pada bagian kepala. Usaha pertama transplantasi kepala pernah dilakukan ahli bedah Rusia, Vladimir Demikhov pada tahun 1954. Pasiennya beberapa ekor anjing. Yang dilakukannya tak hanya mencangkok kepala anjing. Tapi, juga mengganti kaki belakang dengan kaki depan. Operasi konon berhasil dilakukan. Tapi, anjing-anjing cangkok itu hanya hanya bertahan antara dua sampai enam hari saja.

    Enam belas tahun kemudian, upaya terobosan serupa dicoba Tim Robert Putih di Case Western Reserve University School of Medicine di Cleveland, Ohio. Kali ini, pasiennya adalah seekor kera. Cangkok kepala kera bisa dilakukan, termasuk menyambungnya dengan jaringan sumsum tulang belakang. Kera bisa bernafas dengan alat bantu, tapi ia tak mampu bergerak. Kerra percobaan hanya sanggup bertahan hidup sembilan hari karena ada reaksi penolakan dari sistem kekebalan tubuhnya. Gagal pada anjing dan kera, tak membuat para ahli patah arang. Canavero bahkan optimis.
    Setelah puluhan tahun, ada banyak kemajuan dan inovasi dicapai. Dia mengklaim telah dapat mengatasi soal hambatan reaksi penolakan dari kekebalan tubuh pasien. ''Saya pikir kita sudah siap segalanya. Secara teknis, cangkok kepala pada manusia telah layak dilakukan,'' tegasnya. Lebih jauh, Canavero berencana untuk mengumumkan proyek itu pada konferensi tahunan American Academy of Orthopaedic Surgeons Neurologis dan (AANOS) di Annapolis, Maryland, pada bulan Juni mendatang.

    Sebelum itu, ahli bedah Italia ini sudah menerbitkan ringkasan dan panduan teknik prosedur operasi cangkok kepala pada manusia. Di antara salah satu SOP-nya, Canavero mennjelaskan bahwa untuk transplantasi kepala ke tubuh baru perlu melibatkan pendinginan kepala penerima dan tubuh donor untuk agar sel-sel kepala cangkokan bisa bertahan bertahan hidup tanpa oksigen. Jaringan di sekitar leher dibedah, demikian pula pembuluh darah utama yang terhubung dengan tulang belakang. Polimer polyethylene glycol perlu diberikan secara khusus pada ujung sambungan kepala-tulang belakang. Kepala penerima dicangkokkan ke tubuh donor melalui jaringan ikat otot-otot dan kedua ujung saraf tulang belakang agar menyatu bersama-sama.

    Selanjutnya, otot dan suplai darah akan dijahit dan penerima disimpan dalam keadaan koma selama tiga atau empat minggu untuk mencegah gerakan. Elektroda ditanamkan akan memberikan stimulasi listrik reguler ke sumsum tulang belakang, karena penelitian menunjukkan hal ini dapat memperkuat hubungan saraf baru. Ketika penerima sadar, Canavero memprediksi mereka akan mampu bergerak dan merasakan wajah baru mereka. Dia akan mampu berbicara dengan suara yang sama. Dengan bantuanfisioterapi, pasien cangkok kepala dimungkinkan bisa berjalan dalam waktu satu tahun. Menurutnya, beberapa orang sudah mengajukan diri untuk menjadi pasien cangkok kepala manusia yang pertama.

     

    Umum

    Revolusi Industri 4.0 Harus Diantisipasi Secara Serius
    Sabtu, 17 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Presiden Joko Widodo pada Peresmian Pembukaan Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia (FRI) Tahun 2018. Foto Biro Pers...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek