Homepage > Kesehatan > Obat Farmasi & Tradisional > Inovasi dan Sinergi Kebijakan Tingkatkan Daya Saing Industri Jamu
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1221
    Guest : 1222
    Members : 0

    Inovasi dan Sinergi Kebijakan Tingkatkan Daya Saing Industri Jamu

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    JAKARTA - Kesepakatan global dan regional tentang pasar bebas sudah di depan mata. Kesepakatan ini menjadi peluang sekaligus ancaman bagi industri dalam negeri. Begitu juga dengan industri jamu/obat tradisional yang merupakan salah satu kluster industri penting di Indonesia.

    Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 006 Tahun 2012 tentang Industri dan Usaha Obat Tradisional, ada enam kategori industi jamu berdasarkan kemampuan industri untuk membuat sediaan obat. Pertama, Industri Obat Tradisional (IOT) yang mampu membuat semua bentuk sediaan. Kedua, Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA) yang produk akhirnya berupa ekstrak. Ketiga, Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) yang membuat semua bentuk sediaan obat tradisional, kecuali sediaan tablet dan efervesen.

    Keempat, Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT) yang hanya membuat sediaan obat tradisional dalam bentuk param, tapel, pilis, cairan obat luar dan rajangan. Kelima, Usaha Jamu Racikan (UJR) yang dilakukan oleh depot jamu dengan melakukan pencampuran sediaan jadi atau sediaan segar untuk disajikan langsung kepada konsumen. Terakhir, Usaha Jamu Gendongan (UJG) yang dilakukan perseorangan dengan menggunakan bahan obat tradisional dalam bentuk cairan segar.

    Berdasarkan data GP Jamu tahun 2011, terdapat 1098 industri jamu di Indonesia. Jika dilakukan analisis sederhana, gambaran jumlah industri jamu di Indonesia seperti piramida. Jumlah IOT lebih sedikit, sementara jumlah UJR atau UJG lebih besar.

    Jika dilihat dari gambaran kemampuan modal dan teknologi yang dimiliki, industri jamu nasional berbentuk piramida terbalik. Dari keseluruhannya, tidak lebih dari 10% merupakan industri besar. Sisanya merupakan industri menengah, kecil dan industri rumah tangga dengan kemampuan modal, sumber daya manusia, dan teknologi yang terbatas.

    Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Eniya Listiani Dewi mengatakan realita tersebut mengambarkan betapa lemahnya struktur dan daya saing industri jamu/obat tradisional nasional. “Sudah menjadi tugas kita semua untuk mengembangkan industri jamu menuju industri yang berdaya saing,” kata Eniya dalam sambutan acara Focus Groups Discussion “Inovasi Teknologi dan Sinergi Kebijakan untuk Penguatan Daya Saing Industri Jamu” yang dibacakan oleh Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Obat, Bambang Marwoto, di Jakarta, Kamis (17/12).

    Menurut Eniya, BPPT menyadari sepenuhnya, bukan hanya teknologi yang diperlukan untuk mengangkat daya saing industri jamu. Kehadiran negara sangat diperlukan melalui komitmen yang kuat dalam membentuk kebijakan yang atraktif dan operasional dan berpihak pada kepentingan nasional.

    “Melalui peran kajian, solusi dan audit dan intermediasi teknologi, BPPT senantiasa berperan aktif dalam mendorong kemajuan industri jamu nasional melalui inovasi teknologi yang tepat mulai dari aspek bahan baku, produk antaran, produk jadi, proses manufaktur maupun aspek teknis lainnya,” lanjutnya.

    Untuk itu Eniya berharap seluruh stake holders merapatkan barisan untuk menopang kekuatan dan mendorong daya saing industri jamu/obat tradisional. Beberapa strategi harus diterapkan diantaranya penguatan inovasi dan penerapan teknologi serta sinergi kebijakan.

     

    FGD yang diselenggarakan oleh Pusat Teknologi Farmasi dan Medika - BPPT ini bertujuan membahas dan merumuskan langkah-langkah strategis dalam melakukan inovasi teknologi dan sinergi guna meningkatkan daya saing industri jamu/obat tradisional. Diskusi menghadirkan narasumber dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), GP Jamu, Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Kemeristekdikti.

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

      ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek