Homepage > Kesehatan > Obat Farmasi & Tradisional > Mahasiswa UGM Olah Daun Sukun Jadi Teh Herbal
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1612
    Guest : 1613
    Members : 0

    Mahasiswa UGM Olah Daun Sukun Jadi Teh Herbal

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    Suhartono bersama rekan satu tim mengembangkan bisnis Teh Daun Sukun (foto koleksi pribadi)

    Daun sukun yang selama ini hanya mengering menjadi sampah atau pakan ternak mengantarkan Suhartono meraih kesuksesan. Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) ini berhasil mengembangkan bisnis teh daun sukun yang bisa membantu penyembuhan penyakit ginjal dan jantung.

    Suhartono bersama dua alumni UGM yaitu Retno Wulandari dan Yunita Praptiwi mengembangkan dan memproduksi teh herbal daun sukun di rumahnya di Dusun Dukuhsari, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Teh daun sukun bermerek Laasyaka yang artinya tiada keraguan ini sudah menjangkau pasar nasional dan didistribusikan di berbagai wilayah Indonesia.

    Suhartono mengatakan pengembangan teh daun sukun ini berawal saat ia melihat banyak pohon sukun tumbuh di lingkungan tempat tinggalnya. Warga menanam pohon sukun hanya untuk diambil buahnya. Bagian lain seperti daun sukun belum banyak dimanfaatkan, hanya menjadi sampah atau pakan ternak.

    “Untuk itu, kami berusaha meningkatkan nilai dan manfaat daun sukun dengan mengolah menjadi teh herbal yang bermanfaat bagi kesehatan,” papar Suhartono pada Senin (6/2/2017).

    Awalnya, Ia bersama kedua rekannya mencari referensi dan literatur ilmiah terkait manfaat daun sukun. Penelitian Tjandrawati dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan daun sukun mengandung senyawa flavonoid, riboflavin, dan sirosterol yang bermanfaat untuk menjaga jantung dari kerusakan sistem kardiovasikuler.

    “Daun sukun juga bermanfaat dalam membantu penyembuhan sakit ginjal, darah tinggi, diabetes, menurunkan kolesterol serta mengatasi inflamasi,” urai mahasiswa Departemen Ilmu Komputer FMIPA angkatan 2011 ini.

    Cara pengolahan teh daun sukun tergolong sederhana. Daun-daun muda dan segar dipetik kemudian dicuci hingga bersih. Selanjutnya daun dipotong-potong dan dijemur di bawah sinar matahari selama 3-4 hari hingga mengering. “Setelah itu daun kering dihaluskan lalu dioven dan dikemas dalam bentuk teh celup dan teh tubruk,” katanya.

    Sejak merintis usaha pada 2013, kini bisnis teh daun sukun ini telah berkembang dan menjadi usaha rumahan yang mampu memproduksi 400-500 pack setiap bulan. Dalam produksi teh daun sukun, Suhartono memberdayakan ibu-ibu warga setempat mulai dari proses pemetikan daun hingga pengeringan. "Omset saat ini rata-rata Rp. 8 juta sampai Rp. 10 juta per bulan,"jelasnya.

    Suhartono mengungkapkan teh daun sukun Laasyaka terbuat 100 persen dari daun sukun asli tanpa menggunakan bahan pengawet dan tanpa tambahan pewarna. Teh ini baik dikonsumsi siapa saja mulai anak-anak hingga dewasa.

    Bisnis teh daun Laasyaka lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM tahun 2013. Ide untuk mengolah daun sukun sebagai teh herbal ini awalnya sempat mengalami penolakan dari dosen pembimbing karena dinilai kurang berkualitas.

    Mereka tak putus asa dan berusaha menemui dosen lain. Akhirnya mereka mendapatkan dukungan untuk melaju dalam PKM dan berhasil mendapatkan dana hibah Rp. 7.250.00 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIrjen Dikti). Sebagian dana itu dibelikan alat pres kantong teh.

    Karena keterbatasan dana, mereka mencetak dan mendesain kardus teh sendiri. Proses penyegelan kardus dengan plastik juga mereka lakukan sendiri dengan alat segel hasil modifikasi dengan setrika.

    Membangun bisnis baru bukanlah hal mudah bagi ketiganya yang tergolong pemain baru di dunia usaha. Sejumlah upaya promosi dengan cara konvensional telah dilakukan namun kurang efektif. Mereka pun mencoba strategi baru dengan menerapkan sistem keagenan dan jualan secara online di tehdaunsukun.com atau tehdaunsukun.co.id.

    Ke depan, Suhartono bermimpi mempunyai gerai Rumah Teh dan menjual teh ready to drink untuk membidik segmen anak muda.

     

    Umum

    Cegah Korupsi Sistemik, Tiga Lembaga Matangkan Penerapan SNI ISO 37001
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Kepala BSN Bambang Prasetya dalam pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (23/2/2018)....

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek