Homepage > Kesehatan > Obat Farmasi & Tradisional > Mahasiswa UGM Olah Daun Sukun Jadi Teh Herbal
Resensi
article thumbnailIndeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia

  Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 1502
Guest : 1502
Members : 0

Mahasiswa UGM Olah Daun Sukun Jadi Teh Herbal

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

alt

Suhartono bersama rekan satu tim mengembangkan bisnis Teh Daun Sukun (foto koleksi pribadi)

Daun sukun yang selama ini hanya mengering menjadi sampah atau pakan ternak mengantarkan Suhartono meraih kesuksesan. Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) ini berhasil mengembangkan bisnis teh daun sukun yang bisa membantu penyembuhan penyakit ginjal dan jantung.

Suhartono bersama dua alumni UGM yaitu Retno Wulandari dan Yunita Praptiwi mengembangkan dan memproduksi teh herbal daun sukun di rumahnya di Dusun Dukuhsari, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Teh daun sukun bermerek Laasyaka yang artinya tiada keraguan ini sudah menjangkau pasar nasional dan didistribusikan di berbagai wilayah Indonesia.

Suhartono mengatakan pengembangan teh daun sukun ini berawal saat ia melihat banyak pohon sukun tumbuh di lingkungan tempat tinggalnya. Warga menanam pohon sukun hanya untuk diambil buahnya. Bagian lain seperti daun sukun belum banyak dimanfaatkan, hanya menjadi sampah atau pakan ternak.

“Untuk itu, kami berusaha meningkatkan nilai dan manfaat daun sukun dengan mengolah menjadi teh herbal yang bermanfaat bagi kesehatan,” papar Suhartono pada Senin (6/2/2017).

Awalnya, Ia bersama kedua rekannya mencari referensi dan literatur ilmiah terkait manfaat daun sukun. Penelitian Tjandrawati dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan daun sukun mengandung senyawa flavonoid, riboflavin, dan sirosterol yang bermanfaat untuk menjaga jantung dari kerusakan sistem kardiovasikuler.

“Daun sukun juga bermanfaat dalam membantu penyembuhan sakit ginjal, darah tinggi, diabetes, menurunkan kolesterol serta mengatasi inflamasi,” urai mahasiswa Departemen Ilmu Komputer FMIPA angkatan 2011 ini.

Cara pengolahan teh daun sukun tergolong sederhana. Daun-daun muda dan segar dipetik kemudian dicuci hingga bersih. Selanjutnya daun dipotong-potong dan dijemur di bawah sinar matahari selama 3-4 hari hingga mengering. “Setelah itu daun kering dihaluskan lalu dioven dan dikemas dalam bentuk teh celup dan teh tubruk,” katanya.

Sejak merintis usaha pada 2013, kini bisnis teh daun sukun ini telah berkembang dan menjadi usaha rumahan yang mampu memproduksi 400-500 pack setiap bulan. Dalam produksi teh daun sukun, Suhartono memberdayakan ibu-ibu warga setempat mulai dari proses pemetikan daun hingga pengeringan. "Omset saat ini rata-rata Rp. 8 juta sampai Rp. 10 juta per bulan,"jelasnya.

Suhartono mengungkapkan teh daun sukun Laasyaka terbuat 100 persen dari daun sukun asli tanpa menggunakan bahan pengawet dan tanpa tambahan pewarna. Teh ini baik dikonsumsi siapa saja mulai anak-anak hingga dewasa.

Bisnis teh daun Laasyaka lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM tahun 2013. Ide untuk mengolah daun sukun sebagai teh herbal ini awalnya sempat mengalami penolakan dari dosen pembimbing karena dinilai kurang berkualitas.

Mereka tak putus asa dan berusaha menemui dosen lain. Akhirnya mereka mendapatkan dukungan untuk melaju dalam PKM dan berhasil mendapatkan dana hibah Rp. 7.250.00 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIrjen Dikti). Sebagian dana itu dibelikan alat pres kantong teh.

Karena keterbatasan dana, mereka mencetak dan mendesain kardus teh sendiri. Proses penyegelan kardus dengan plastik juga mereka lakukan sendiri dengan alat segel hasil modifikasi dengan setrika.

Membangun bisnis baru bukanlah hal mudah bagi ketiganya yang tergolong pemain baru di dunia usaha. Sejumlah upaya promosi dengan cara konvensional telah dilakukan namun kurang efektif. Mereka pun mencoba strategi baru dengan menerapkan sistem keagenan dan jualan secara online di tehdaunsukun.com atau tehdaunsukun.co.id.

Ke depan, Suhartono bermimpi mempunyai gerai Rumah Teh dan menjual teh ready to drink untuk membidik segmen anak muda.

 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail DRN Sampaikan Naskah Akademik untuk Undang-Undang Inovasi
Kamis, 23 November 2017 | Setiyo Bardono

Ketua Dewan Riset Nasional (DRN), Bambang Setiadi dalam Seminar Nasional bertema “Inovasi, Invensi, dan Komersialisasi Teknologi untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional” di Hotel...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailMenyongsong MEA, Siapkah Industri Jamu Indonesia?
22/08/2015 | Ami Pramitasari

Kesepakatan regional “Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)” yang akan diberlakukan mulai 31 Desember 2015, menuntut seluruh sektor perekonomian khususnya perdagangan dan jasa untuk mempersiapkan dan mem [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailAdiseno PhD
20/08/2010

Adiseno PhD
Bandung, 14 November 1967 Bidang Keilmuan : MIPA Kimia Elektronika Adiseno memperoleh master di bidang teknik elektronika dari Delft University of Technology, Belanda pada 1994 yang se [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek