Homepage > Kesehatan > Obat Farmasi & Tradisional > Pemanfaatan Tanaman Herbal Belum Optimal
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1180
    Guest : 1181
    Members : 0

    Pemanfaatan Tanaman Herbal Belum Optimal

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
    Ratna Asmah Susidarti dalam pidato pengukuhan jabatan Guru Besar  pada Fakultas Farmasi UGM. Foto: Fristo
     
    Pemanfaatan tanaman sebagai bahan baku obat belum dilakukan secara maksimal di level global. Dari sekitar 250.000-500.000 spesies tumbuhan di dunia, hanya sekitar 15 persen yang dilaporkan telah diteliti secara fitokimia. Tanaman yang telah diuji aktivitas biologisnya baru sekitar 6 persen.
     
    Hal tersebut disampaikan Ratna Asmah Susidarti dalam pidato pengukuhan jabatan Guru Besar  pada Fakultas Farmasi UGM, di Balai Senat UGM, Selasa (17/1/2017).  Dalam pengukuhan tersebut Ratna menyampaikan pidato berjudul ”Tanaman Sebagai Sumber Senyawa Bioaktif: Peranannya Dalam Terapi dan Pengembangan Obat Baru”,
     
    Data penelitian menunjukkan terdapat 122 senyawa yang digunakan sebagai obat. Seluruh senyawa tersebut didapat dari 94 spesies tanaman yang sebagian besar yaitu sekitar 80 persen diantaranya telah digunakan sebagai obat rakyat.
     
    Melihat kondisi tersebut, Ratna melihat peluang untuk menemukan berbagai senyawa aktif baru dari tumbuhan untuk dimafaatkan sebagai obat masih terbuka lebar. Menurutnya, penggunaan sumber botani tanaman sebagai titik awal dalam program pengembangan obat sangat bermanfaat. 
     
    Sebagian besar pemilihan calon spesies tumbuhan untuk penelitian didasarkan pada penggunaan jangka panjang oleh manusia. Pendekatan ini didasarkan pada asumsi bahwa senyawa aktif yang diisolasi dari tanaman cenderung lebih aman dibandingkan yang berasal dari tanaman yang tidak memiliki riwayat digunakan manusia.
     
    Disamping itu, isolat asal yang diperoleh bisa langsung digunakan sebagai obat dan dikembangkan menjadi molekul baru untuk mengatasi keterbatasan dari molekul asal. Misalnya modifikasi senyawa anestesi lokal kokain yang bersifat kompleks menjadi senyawa sederhana yaitu benzokain dan kuinin sebagai anti malaria menjadi kuinidin untuk obat jantung.
     
    Namun, pengembangan obat dari sumber daya alam memiliki sejumlah kelemahan. Salah satunya terjadi  eksploitasi terhadap sumber daya alam akibat komersialisasi produk. Kebutuhan bahan baku tanaman obat yang tinggi sementara ketersedian bahan baku semakin terbatas. Pengembangan obat dari tanaman juga membutuhkan biaya tinggi. 
     
    Kendati begitu, Ratna menegaskan upaya pemanfaatan tanaman obat di Indonesia perlu dilakukan. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat besar  bagi masyarakat. Namun pemanfaatannya harus memperhatikan kelesstarian untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan.
     
    Indonesia memiliki tidak kurang dari 30.000 spesies tumbuhan ada di hutan tropis. Dari jumlah tersebut sekitar 9.600 spesies yang diketahui memiliki khasiat obat. “Sayangnya belum semuanya dimanfaatkan untuk pengobatan. Baru 200 spesies saja yang telah digunakan sebagai bahan baku industri obat tradisional,” jelasnya. 
     
    Menurut Ratna, riset terintegrasi, komperehensif, dan berkeseinambungan untuk penemuan dan pengembangan obat baru harus terus digalakkan. Pemerintah diharapkan menyediakan dana dan peralatan yang menunjang pelaksanaan riset agar berhasil dan berdaya guna.
     
    “Harapannya dengan pengembangan obat baru dalam negeri ini dapat mengurangi ketergantungan obat dari luar negeri,” pungkasnya.
     
     
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek