Homepage > Kesehatan > Layanan Kesehatan > Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 641
    Guest : 643
    Members : 0

    Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

    Penilaian Pengguna: / 17
    JelekBagus 

    Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi. Keduanya diberinama Kepler 438 b dan Kepler 442 b. Kepler merujuk pada nama pesawat antariksa AS yang membawa misi riset planet luar. Keduanya disebut-sebut penuh bebatuan, mengorbit bintang pada zoa yang tidak terlalu panas, tidak juga terlalu dingin, sehingga dimungkinkan tersedia air dalam jumlah berlimpah. Para astonom NASA mengumumkan temuan itu bersama enam planet lain yang lebih kecil. Temuan itu akan dipublikasi dalam The Astrophysical Journal bersama temuan mutakhir lainnya. Sejauh ini upaya pencarian exoplanet mirip bumi berjumlah berlipat dua dalam lima tahun terakhir.

    Kedua planet berada pada jarak ratusan tahun cahaya, mengorbit bintang yang lebih kecil dan lebih redup dari matahari. Seperti kebanyakan dari temuan Kepler, kedua planet ditemukan melalui transit-bayangan yang sampai ke arah tata surya kita saat mereka melintasi wajah terik bintang mereka. Adanya Transit bayangan memungkinkan para astronom untuk mengukur ukuran planet, orbit dan paparan cahaya. Ukuran Kepler 438 b sekitar 12% persen lebih besar dari bumi, dan mendapat pancaran cahaya 40% lebih banyak. Kepler 442 b berukuran 30% lebih besar dan menerima cahaya sekitar 30% lebih sedikit dari Bumi. Kedua planet ini agak lebih hangat dari dua temuan Kepler sebelumnya: Kepler 186 f dan Kepler 62 f, yang masing-masing mendapat cahaya kurang lebih mirip dengan yang diterima oleh Mars. Meski begitu, temuan itu masih terlalu dini untuk mengatakan ada kehidupan di sana. "Kita tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah planet ini benar-benar dihuni hanya bahwa mereka adalah kandidat yang menjanjikan untuk kelayakhunian," kata David Kipping, astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CFA) di Cambridge, Mass.

     

    Sejak 2009, pesawat antariksa Kepler diluncurkan membawa misi survey di sepetak langit yang mengandung sekitar 150.000 bintang. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk menemukan planet alternatif atau Bumi tandingan. Tugas itu diharapkan mencapai titik terang dalam waktu tiga tahun. Kepler mereka transif bayangan benda langir (planet) sekitar bintang yang diamati. Dalam waktu tiga tahun lebih, ternyata transit bayangan yang mendidikasikan adanya peredupan berluang sampai tiga kali.

    Adanya temuan-temuan baru membuat misi Kepler diperpanjang sampai lima tahun. Karena Bintang-bintang yang lebih terang dapat mengacaukan pemantauan, maka para ilmuwan Kepler kemudian fokus pada bintang yang lebih kecil, redup, dan stabil. Tahin 2013, misi Kepler mengalami insiden karena ada kerusakan pada perangkat stabulizernya yang membuat Kepler berjalan miring. Maka, tahun lalu misi itu diperbaiki dengan meluncurkan K2 dengan perangkat teleskop model terbaru. Survey K2 yang lebih sempit kemudian membawa sedikit harapan dengan detumukannya planet kembar yang lebih mirip dengan Bumi. "Saya pikir ini planet terbaru yang kita cari. Semoga ada kejutan-kejutan baru berikutnya,''tegas Kipping.

     

    Peneliti lain punya pendapat berbeda. Pada pertemuan yang sama, Fergal Mullally, seorang ilmuwan staf dan anggota tim Kepler di Ames Research Center NASA di Moffett Field, California, mengatakan ada sekitar 554 planet tambahan yang perlu dikonfirmasi dan layak masuk katalog Kepler sehingga total jumlah kandidat Bumi tandingan ada 4175 objek langit. Delapan diantaranya baru diumumkan dan berukuran sekitar dua kali ukuran Bumi. Planet-planet itu mengorbit bintang dalam zona layak huni. Selain itu ada enam dari delapan planet teramati mengorbit bintang mirip Matahari. ''Mereka layak menjadi kandidat Earth 2.0,'' tambah Mullally.

     

    Sebagai temuan yang menggiurkan, Kepler 438 b dan 442 b ternyata terlalu kecil dan sulit dikonfirmasi dengan cara biasa. Yang diperlukan tidak hanya konfirmasi, tapi juga perlu divalidasi melalui serangkaian pengamatan lanjutan dan uji statistik kompleks yang dirancang untuk menyingkirkan adanya kesimpulan positif palsu atau hasil semu. Menurut penulis utama Guillermo Torres, astronom lain di CFA, proses validasi ini memakan waktu lebih dari satu setengah tahun dan bergantung pada kemampuan beberapa teleskop terbesar di dunia serta hasil simulasi intensif melalui superkomputer NASA.

    Dugaan sementara memperkirakan dua planet itu penuh bebatuan, bukan logam seperti kebanyakan planet baru lainnya,serta beberapa kandungan gas di atmosfirnya. Adanya batuan dan gas menimbulkan harapan bahwa keduanya mungkin termasuk zona atau habitat layak huni.

    Sambil meninggu proses validasi, masyarakat ilmuwan dunia amat berharap benar-benar bisa menemukan planet mirip Bumi melalui misi Transit Exoplanet Survey Satellite (Tess), yang dijadwalkan akan dimulai pada 2017. TESS diharapkan mampu melakukan survei di langit lepas dengan berfokus pada menemukan transit planet berbatu sekitar bintang di dekatnya, planet yang kemudian bisa dipelajari lebih lanjut secara rinci oleh tim NASA James Webb Space Telescope, yang akan meluncurkan pada 2018. ''Harapannya, kita bisa menemukan jejak bahwa ada kehidupan di planet luar sana. Atau setidaknya kita menemukan planet yang bisa menjadi habitat alternatif kehidupan di masa depan,'' jelas Kipping sebagaimana dilansir Scientific American (Januari 2015.alt

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek