Homepage > Kesehatan > Layanan Kesehatan > KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 867
Guest : 867
Members : 0

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Penilaian Pengguna: / 32
JelekBagus 
KLIBSDunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius lokal pada umumnya hanya dilakukan pada kasus-kasus operasi atau pembedahan ringan. Contoh bius lokal yang sangat dikenal masyarakat adalah khitan atau sunat.

Sebaliknya suatu general anastesi atau bius total tergolong operasi besar karena konsekuensinya bisa berisiko besar seperti terhentinya kerja jantung, atau pernafasan hingga kematian.

Persiapan kedua tindakan medis tersebut juga sangat berbeda jauh. Jika general anastesi atau pembiusan umum harus melalui pemeriksaan lengkap. Hal itu dilakukan untuk melihat apakah pembiusan umum layak dilakukan atau tidak. Sebaliknya anastesi lokal tidak harus menanggung beban moral dan materi seperti biaya operasi, pembiusan, ruang pulih sadar, ruangan pascaoperasi, pemeriksaan lababoratorium untuk keperluan pembiusan.

Menjadi pertanyaan tersendiri apakah tindakan pembedahan besar bisa dilakukan hanya dengan anastesi lokal? Misalnya apakah kanker payudara bisa dilakukan dengan bius lokal? Jawabannya bisa.  Tidak hanya itu anastesi lokal paling aman untuk penderita muda sampai lanjut usia dan aman bagi penderita kelainan jantung, paru-paru, otak, vaskuler dan lever atau hati .

Itulah yang dilakukan di Klinik Bedah Surabaya (KLIBS).Klinik ini khusus memberikan layanan bedah  berbeda dari rumah sakit yang biasa melakukan operasi. Pembedahan atau operasi bedah yang dilakukan di KLIBS hanya menggunakan anastesi lokal. KLIBS ingin memberikan solusi dengan mengembangkan anastesi lokal atau bius lokal dan field block untuk operasi kecil, sedang dan operasi besar  tanpa mengubah teknik operasi yang sudah ditetapkan dalam buku standar profesi bedah.

Bius lokal menurut pemilik KLIBS dr H.Wigid Dwidjatmoko, Sp.B, FlnaCS sangat membantu pasien yang membutuhkan pembedahan namun tidak punya cukup biaya. Wigid mengatakan dari mulai proses sebelum pembedahan hingga akhir pembedahan tidak membutuhkan biaya besar.

“Setelah operasi yang memakan waktu satu sampai tiga jam (tergantung berat ringan penyakit yang diderita), pasien dengan senyum lebar bisa langsung pulang. Jadi tidak perlu rawat inap lagi karena pasiennya tidak harus dipulihkan kondisinya,” ungkap Wigid.

Salah satu kelebihan bius lokal lagi menurut dokter bedah yang pernah menjadi PNS selama 15 tahun ini karena imunitas pasien lebih stabil. Selain itu biaya dengan bius lokal biaya bisa ditekan jauh lebih murah seperti minimnya penggunaan infus bahkan bisa disebut tanpa infus.

“Penggunaan infus untuk mengantisipasi risiko yang ditimbulkan dari bius total, sementara bius lokal risikonya sangat minimal sehingga tidak memerlukan infus. Namun di KLIBS emergency kit yang ada infusnya juga tersedia untuk sewaktu-waktu diperlukan,”  jelas Wigid yang mendirikan KLIBS pada 2004 ini.

Cara bius lokal yang ditempuh KLIBS bagi dunia kedokteran  tidak banyak atau bahkan tidak dilakukan oleh rumah sakit atau dokter bedah kebanyakan.   Wigid juga mengatakan bius lokal kurang berkembang dibanding pembiusan umum di Indonesia.

“Ini menyangkut banyak hal sehingga bius lokal tidak didukung perkembangannya seperti bisnis rumah sakit yang memberikan layanan pembiusan umum. Padahal bius lokal adalah ilmu bedah paling lama di dunia kedokteran dan sangat bermanfaat. Bahkan saya yang ingin mendalami bius lokal ini tidak tahu harus belajar kemana. Karena sejak di perkuliahan kedokteran tidak ada kurikulumnya memperdalam bius lokal. Ini tugas pemerintah untuk merealisasikan adanya kurikulum anastesi lokal,” ujar Wigid.

Meski demikian jika ada yang meragukan kerja profesionalnya, pria kelahiran Lumajang ini  berani menjamin bedah yang dilakukan di KLIBS sesuai standar kedokteran khususnya tindakan pembedahan. Sebenarnya ide pengembangan pemakaian anastesi lokal dan field block di KLIBS juga sudah sesuai dengan anjuran WHO terutama untuk Negara berkembang. Karena anastesi lokal punya banyak keuntungan.

“Tidak ada yang berbeda dengan yang dilakukan dokter bedah di rumah sakit lainnya. Saya melakukannya berdasarkan standar yang ditentukan misalnya tidak boleh putus (en block). Supaya tidak asal omong, saya mendokumentasikan hasil pembedahannya, agar bisa menjadi bukti apa yang saya lakukan,” terang Wigid sambil menunjukkan ratusan hasil foto saat atau usai operasi.

Disisi lain lulusan dokter bedah Universitas Airlangga tahun 1998 ini menyadari  meski pasien yang berhasil ditanganinya tak terhitung jumlahnya namun agar lebih banyak dokter bedah menggunakan cara anastesi lokal ini masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Kenyataan itu merupakan tembok tebal yang menghadang Wigid dalam menjalankan profesinya sekaligus ingin membantu sesama.  Tidak heran jika pria kelahiran 21 Juni 1960 ini mengaku hanya sendirian dalam menerapkan bius lokal untuk pembedahan di Surabaya.

“Teman-teman seprofesi saya semuanya tahu apa yang saya lakukan. Tapi mereka tidak bisa berbuat banyak, karena umumnya semua dokter bedah sudah didoktrin tidak mau melakukan bius lokal karena dikuatirkan tidak radikal atau tidak bersih, Saya sendiri sekarang kesulitan untuk mencari teman melakukan pembedahan seperti yang sudah saya lakukan selama ini,” tutur Wigid yang sejak remaja senang mengikuti lomba karya ilmiah.

Bagaimana dengan negara lain dalam hal menerapan bius lokal ini? Wigid menyebutkan bius lokal dilakukan dengan memberikan obat tidur sedatif. “Jadi di Negara lain bius lokal matanya tertidur, sementara di KLIBS mata pasien tetap terjaga,” cetus Wigid yang ingin menulis buku tentang bius lokal ini.

Dari foto-foto yang ditunjukkan memang terlihat mata pasien tidak tertidur saat operasi berlangsung. Setelah pembedahan selesai dilakukan pasien pun bisa langsung pulang.  Pasien diminta kembali oleh Wigid untuk kontrol.  Kontrol dan konsultasi yang diberikan Wigid juga tidak dipungut biaya. Itu sebabnya kocek yang dirogoh pasien di KLIBS sangat terjangkau kalangan ekonomi lemah.

KLIBS dengan kerja sosialnya itu  oleh  rekan sejawatnya diprediksi  tidak berumur panjang. Kenyataannya hingga kini pasien yang datang tetap banyak bahkan tidak hanya dari Surabaya saja tapi hampir seluruh Nusantara bahkan dari Australia dan Singapura.

Setiap hari KLIBS buka pukul 09.00 hingga 17.00. Hampir sebagian besar pasien KLIBS merupakan pasien penderita kanker payudara.  Selama KLIBS berdiri, pasien bedah  non kanker seperti gondok atau hernia  tingkat keberhasilan operasinya mencapai 100 persen. Sementara pasien kanker, kesembuhannya berdasarkan stadium yang diderita pasiennya.

Berapa sebenarnya biaya yang harus disiapkan pasien untuk pembedahan di KLIBS? Bapak tiga anak ini mengatakan biayanya jauh di bawah biaya operasi di rumah sakit biasa. “Misalnya jika biaya operasinya dibutuhkan sekitar Rp800 ribu, tapi pasien hanya punya Rp500 ribu, maka saya ijab kabulkan kekurangannya menjadi amal,” ucap dokter yang ingin sekali ada dokter lainnya yang meneruskan semangat membantu sesama.

Dalam perjalanannya KLIBS mengembangkan diri membentuk yayasan sosial. Yayasan ini diharapkan bisa menggalang dana dari pasien yang telah berhasil dioperasi KLIBS. Meski tidak berjalan mulus namun didukung tenaga 10 orang anggotanya, KLIBS justru menemukan cara lain dengan menemukan ladang profit aktivasi otak tengah atau Mesencephalon Activation.  Hasil dari masyarakat yang ingin mengaktifkan otak tengahnya sebagian akan disumbangkan kepada KLIBS untuk membantu pembedahan bagi masyarakat miskin.

“Betapa bahagianya bisa menolong, memberikan harapan hidup kepada masyarakat kecil. Saya melakukan ini semua karena ingat mati,” pungkas Wigid. ***

 
Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailSpecies Baru Burung Hantu Ditemukan di Timur Tengah
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Tim riset Natural History Museum of Bern (NHMB) di Swiss melaporkan pihaknya telah menemukan species baru burung hantu. Species itu diberi nama lmiah spesies Strix hadorami sebagai penghormatan terhad [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailIndroyono Soesilo Raih Anugerah Perekayasa Utama Kehormatan BPPT 2016
03/08/2016

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menganugerahkan Gelar Perekayasa Utama Kehormatan tahun 2016 bidang teknologi maritim kepada Prof. Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M.Sc. Ia dinilai  [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek