Homepage > Kesehatan > Layanan Kesehatan > Inilah Capaian Kinerja Kemenkes 2017
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1763
    Guest : 1763
    Members : 0

    Inilah Capaian Kinerja Kemenkes 2017

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    Technology-Indonesia.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program yang telah dirancang pada 2017, yakni Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pemenuhan SDM kesehatan, pembangunan dan peningkatan mutu infrastruktur kesehatan, dan pelayanan kesehatan.
     
    Total alokasi anggaran Kemenkes tahun 2017 sebanyak Rp. 58,3 triliun. Rinciannya, Rp. 25,5 triliun (43,80%) untuk alokasi program JKN; Rp. 17 triliun (29,17%) untuk program pembinaan pelayanan kesehatan; Rp. 4,6 triliun (7,91%) untuk program pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan; dan Rp. 3,4 triliun (5,78%) untuk program kefarmasian dan alat kesehatan. Sisanya dialokasikan untuk program pencegahan dan pengendalian penyakit; program pembinaan kesehatan masyarakat, program penelitian dan pengembangan kesehatan; dan lain-lain.
     
    Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Oscar Primadi melalui siaran pers pada Rabu (10/1/2018) memaparkan pemerintah berperan untuk perlindungan finansial terutama masyarakat miskin dalam akses pelayanan kesehatan. Jumlah peserta penduduk miskin yang dibayarkan iurannya oleh pemerintah sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebanyak 87,8 juta jiwa dengan total iuran Rp. 19,8 triliun (2015), 91,1 juta jiwa dengan total iuran Rp. 24,8 triliun (2016), 92,3 juta jiwa dengan total iuran yang Rp. 25,4 T.
     
    Jumlah fasilitas kesehatan (Faskes) yang menerima layanan JKN/KIS meningkat setiap tahunnya. Pada fasilitas tingkat pratama sebanyak 19.969 Faskes (2015), 20.708 Faskes (2016), dan 21.763 Faskes (2017). Pada fasilitas kesehatan tingkat lanjutan sebanyak 1.847 Faskes (2015), 2.068 Faskes (2016), dan 2.292 Faskes (2017). Pada fasilitas apotik dan optikal sebanyak 2.813 Faskes (2015), 2.921 Faskes (2016), dan 3.380 Faskes (2017).
     
    Total pemanfaatan JKN/KIS juga terus meningkat dari waktu ke waktu. Pada 2014 sebesar 92,3 juta orang, tahun 2015 sebesar 146,7 juta orang, tahun 2016 sebesar 192,9 juta orang, dan pada Oktober 2017 sebesar 182,7 juta orang.
     
    Pemanfaatan JKN/KIS meliputi pemanfaatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas, dokter, praktek perorangan/klinik pratama, pemanfaatan di poliklinik rawat jalan rumah sakit, dan pemanfaatan pada rawat inap rumah sakit.
     
    Dalam upaya peningkatan akses pelayanan kesehatan di Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) hingga akhir 2017, Kemenkes telah menempatkan 6.316 tenaga kesehatan yang terdiri dari Nusantara Sehat (NS) secara Team Based sejumlah 2.486 orang, NS secara individu sejumlah 1.663 orang, Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) sejumlah 870 orang dan penugasan khusus calon dokter spesialis sejumlah 1.297 orang.
     
    Terkait pembangunan dan mutu infrastruktur kesehatan, Kemenkes menetapkan 48 kabupaten/kota dan 124 Puskesmas sasaran program prioritas nasional pelayanan kesehatan di daerah perbatasan pada 2015-2019. Pada 2016-2017 Kemenkes telah melakukan berbagai upaya terobosan guna mendukung pelayanan kesehatan di 124 Puskesmas perbatasan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) afirmasi.
     
    Pembangunan sarana dan prasarana dari tingkat dasar yakni pada tingkat Puskesmas hingga rujukan RS serta upaya penyediaan obat di seluruh wilayah Indonesia melalui DAK bidang kesehatan 2016 dan 2017.  
     
    Tahun 2017, pemerintah telah meningkatkan sarana dan prasarana pada fakses tingkat primer sebanyak 375 rehab Puskesmas; 35 pembangunan atau peningkatan gedung; 750 pembangunan baru Puskesmas; 17 pembangunan Public Safety Center (PSC); 34 Puskesmas keliling (Pusling) air; 537 Pusling ambulans roda empat; 1.650 ambulans kendaraan roda dua; 86 ambulans, 2.525 sarana prasarana Puskesmas, 10.437 Alkes di Puskesmas.
     
    Sementara pada fakes tingkat rumah sakit rujukan terdapat 104 RS rujukan regional, 20 RS rujukan provinsi, 4 RS rujukan nasional, dan 408 RSUD lainnya. Bidang kefarmasian, telah dilakukan penyedian obat di 9.740 Puskemas, dan pembangunan 27 instalasi Farmasi.
     
    Pengendalian Penyakit
     
    Pada 2016 sebanyak 75.614 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang masih terus mendapatkan terapi antiretroviral (ARV).  Pada triwulan 3 tahun 2017 sebanyak 87.031 ODHA yang masih mendapatkan ARV. Upaya terobosan yang dilaksanakan yaitu TOP (Temukan ODHA secara dini, segera Obati dan Pertahankan pengobatan ARV).
     
    Upaya pengendalian penyakit Tuberkulosis Paru ditandai antara lain melalui capaian indikator angka keberhasilan TB (Success Rate/SR). Indonesia berhasil dipertahankan minimal 85% sejak 1999. Pada 2016 ada 307 (60%) kabupaten/kota yang telah mencapai SR minimal 85%. Data pada triwulan 1-2 2017, capaian SR sebesar 85%.
     
    Salah satu upaya inovasi yang dilakukan Kemenkes adalah pengobatan TB sampai sembuh yang dilaksanakan  dengan slogan Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TB melalui penguatan kolaborasi layanan pemerintah dan swasta dan meningkatkan penemuan aktif dan keberhasilan pengobatan dengan menerapkan PIS-PK di Puskesmas.
     
    Tahun 2016, Kemenkes telah berhasil menghentikan penularan malaria di 247 kabupaten/kota yang dengan 193 juta penduduk. Sampai Oktober 2017, jumlah kabupaten/kota yang bebas dari penularan malaria sebanyak 266 kabupaten/kota. Upaya terobosan Kemenkes antara lain pemberian kelambu di daerah endemis tinggi malaria. Jumlah kelambu yang dibagikan pada 2017 sebanyak 3.983.000 kelambu.
     
    Capaian Eliminasi Filariasis di Indonesia hingga Agustus 2017 di 23 kabupaten/kota dari target 15 kabupaten/kota dapat membebaskan 15.482.681 penduduk dari kecacatan akibat filariasis. Inovasi dan terobosan yang dilaksanakan yaitu Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA). Pada bulan tersebut, setiap penduduk kabupaten/kota endemis kaki gajah secara serentak minum obat pencegahan. BELKAGA dilaksanakan setiap Oktober sampai tahun 2019.
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek