Homepage > Kesehatan > Layanan Kesehatan > Skip Challenge Bisa Mengakibatkan Kerusakan Otak dan Kematian
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1521
    Guest : 1521
    Members : 0

    Skip Challenge Bisa Mengakibatkan Kerusakan Otak dan Kematian

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    Technology-indonesia.com - Video skip challenge yang dilakukan remaja marak beredar di dunia maya akhir-akhir ini. Tantangan dilakukan dengan menekan dada secara keras selama beberapa saat hingga anak mengalami pingsan dan kejang. Tindakan tersebut sangat membahayakan dan beresiko mengakibatkan kematian.

    Ahli saraf Universitas Gadjah Mada (UGM) Cempaka Thursina mengatakan skip challenge merupakan tindakan yang sangat membahayakan. Tindakan menekan dada selama beberapa saat akan mengurangi pasokan oksigen ke otak yang akan menimbulkan hilangnya kesadaran maupun kejang. Tindakan ini tidak hanya akan mengakibatkan kerusakan pada otak, tetapi juga dapat menyebabkan kematian.

    “Jika kadar oksigen di otak rendah selama 2-3 menit, maka otak akan mengalami gangguan. Bila lebih dari itu bisa menimbulkan kerusakan otak bahkan kematian,”tegas Cempaka. Kerusakan otak ini dalam jangka panjang akan mempengaruhi kemampuan kognitif anak. Sel otak yang rusak berdampak pada gangguan berpikir dan perubahan memori.

    Cempaka mengatakan kerusakan otak akibat kekurangan oksigen juga dapat memunculkan stroke dan berbagai penyakit lain seperti kebutaan, tuli, dan lainnya. “Misal kekurangan oksigen di daerah mata bisa memicu terjadinya kebutaan. Begitu pula di berbagai organ tubuh lainnya, kurangnya suplai oksigen berdampak pada kerusakan saraf-saraf di daerah tersebut,” papar dokter spesialis saraf RSUP Dr. Sardjito ini.

    Permainan skip challenge juga berisiko terjadinya retak atau patahnya tulang iga karena tekanan kuat di daerah dada. Tulang iga yang retak bisa menusuk paru-paru dan mengakibatkan perdarahan pada organ ini.

    Skip challenge merupakan permainan berbahaya. Sekali menjalani tantangan bisa teratasi (siuman), tetapi jika dilakukan berulang akan berdampak serius bagi kesehatan karenanya harus dihentikan,” tegasnya.

    Psikolog UGM, Prof. Koentjoro secara terpisah menyebutkan salah satu alasan para remaja mengikuti skip challenge karena ingin mencari tantangan untuk menguji adrenalin. Selain menantang, skip challenge digunakan remaja sebagai salah satu cara untuk menarik perhatian. Dengan mengikuti tantangan ini mereka berharap akan mendapatkan pujian, dianggap berani, hebat, serta populer.

    Persoalannya, tidak banyak remaja yang mengetahui bahaya dan risiko melakukan skip challenge ini. Karenanya Koentjoro menekankan pihak sekolah untuk memberikan perhatian serius terhadap aktivitas siswanya di lingkungan sekolah. Tantangan permainan tersebut berbahaya tidak hanya bagi kesehatan tubuh, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis berupa ketagihan melakukan hal serupa.  “Permainan ini berbahaya, apalagi jika berkali-kali dilakukan,” jelas Koentjoro.

    Menurutnya sekolah harus mampu berlaku secara arif menghadapi persoalan ini. Sekolah diharapkan bisa mensosialisasikan risiko dan bahaya dari skip challenge. Disamping itu, sekolah harus secara tegas menindak para siswanya yang melakukan tantangan berbahaya ini.

    “Perlu dilihat apakah siswa melakukan atas kesadaran dan kemauan sendiri atau justru sebagai korban bullying. Kalau mengarah ke bullying maka perlu ada langkah-langkah hukum,” ujarnya.

    Koentjoro juga mengajak orang tua untuk lebih aktif berkomunikasi dengan anak-anaknya. Selain memantau aktivitas anak di lingkungan rumah, orang tua diharapkan memberikan pemahaman kepada anak tentang risiko melakukan aktivitas bahaya ini.

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek