Homepage > Kesehatan > Layanan Kesehatan > Kebijakan BPJS Perlu Dievaluasi
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 932
Guest : 932
Members : 0

Kebijakan BPJS Perlu Dievaluasi

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

alt

YOGYAKARTA - Tahun 2016 merupakan tahun ketiga pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah memberi manfaat pada jutaan warga Indonesia. Meski demikian, kebijakan ini masih memiliki banyak kekurangan. Di penghujung tahun, JKN menjadi salah satu kebijakan kesehatan yang perlu direfleksikan untuk keperluan pengembangan dan perbaikan.

Ketua Board Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran UGM, Laksono Trisnantoro mengatakan, pada 2017 perlu dilakukan evaluasi terhadap kebijakan BPJS. Indonesia menghadapi situasi yang cukup serius, karena ada berbagai masalah konseptual yang perlu ditelaah lebih detil.

“Pada tahun yang keempat nanti akan sangat krusial untuk menyatakan bahwa kita memerlukan agenda baru terkait sistem kesehatan di Indonesia,” ujar Laksono dalam Diskusi Refleksi 2016 dan Outlook Kebijakan & Manajemen Kesehatan 2017di Yogyakarta, pada Jumat (23/12/2016).

Dalam kesempatan ini, Laksono menyampaikan paparan terkait refleksi sektor kesehatan secara umum di Indonesia. Ia mempertanyakan efektivitas BPJS dalam mencapai misi untuk memberikan kemudahan dan pemerataan akses pelayanan kesehatan di seluruh pelosok negeri. Hingga saat ini, menurutnya, BPJS justru lebih banyak dimanfaatkan oleh mereka yang memiliki akses terhadap sarana kesehatan.

“Pada tahun 2016 ini kita belum bisa meningkatkan pemerataan dan mutu. Kelompok yang di kota besar bisa mendapatkan manfaat yang jauh lebih banyak daripada mereka yang berada di kota-kota terpencil,” imbuhnya.

Persoalan terkait efektivitas BPJS bukan hanya terletak pada pelaksanaannya, tetapi juga dalam proses kebijakan dan penetapan agenda. Hubungan antarlembaga terkait juga belum berjalan dengan baik. Untuk tahun mendatang, Laksono menyebutkan tiga solusi yang perlu dipertimbangkan oleh pemerintah, yaitu penambahan sumber dana, pembatasan pengeluaran, serta dana kompensasi.

“Pemerintah harus memikirkan bagaimana bisa menjamin pemerataan, juga apakah memang perlu BPJS semua atau bisa ada alternatif sistem yang lebih baik,” ucap Laksono.

Kesehatan Global

Dalam konteks kesehatan global, tahun 2016 disebut sebagai tahun yang suram. Sepanjang tahun 2016 masyarakat dunia menyaksikan berbagai krisis dalam dunia kesehatan, terutama terkait penyebaran wabah penyakit serta situasi krisis akibat bencana alam atau konflik bersenjata.

“Banyak hal-hal yang memprihatinkan dan mengkhawatirkan terjadi di tahun 2016. Berbagai outbreak penyakit yang muncul sepanjang tahun ini menunjukkan bahwa sistem kesehatan kita saat ini masih sangat rentan,” ujar Direktur PKMK, Yodi Mahendradhata.

Salah satu hal yang cukup menyedot perhatian dunia adalah penyebaran virus Zika. Kerentanan sistem kesehatan dunia, menurut Yodi, tampak dalam ketidaksiapan berbagai negara dalam menghadapi penyebaran virus ini.  

Selain persoalan terkait persebaran penyakit, terjadi gejolak dalam politik dunia, seperti keluarnya Inggris dari Uni Eropa serta terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat. Hal ini, menurutnya, akan memiliki pengaruh tertentu terhadap sistem kesehatan dunia, terutama terkait dana bantuan yang biasanya disumbangkan oleh negara-negara besar.

Terkait prospek kesehatan tahun 2017, Yodi mengaku cukup sulit memprediksi apa yang akan terjadi. Ia menyebutkan, kondisinya mungkin tidak jauh berbeda dengan kondisi di 2016 yang diwarnai berbagai krisis. Karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas serta daya lenting pelaku kesehatan untuk merespon krisis dan tetap menjalankan fungsi utamanya saat krisis berlangsung.

“Sistem kesehatan harus resilient, cepat bangkit setelah krisis, bahkan rebound menjadi lebih kuat. Resiliensi juga memerlukan kapasitas untuk mendeteksi ancaman kesehatan sebelum itu terjadi, agar kita tidak tergagap-gagap,” pungkasnya.  Sumber Humas UGM

 

 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16
Buah Lokal Vs Buah Impor

Buah Lokal Vs Buah Impor

... READ_MORE
Senin, 11 Juli 2011 15:04

Umum

article thumbnail 25 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Armenia
Kamis, 21 September 2017 | Setiyo Bardono

  Technology-Indonesia.com - Perayaan Hari Kemerdekaan Armenia ke 26 yang jatuh pada 21 September bertepatan dengan peringatan ke 25 hubungan bilateral Indonesia dan...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailChip Cochlear untuk Memulihkan Pendengaran
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Kabar baik bagi yang mengalami masalah pendengaran. Sebuah model implan telinga dalam (Cohlear) telah didesain dalam sebuah chip. Ukurannya jauh lebih kecil dari implan yang selama ini tersedia. Hanya [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailTri Panji
20/06/2016

Pria kelahiran Sragen, 29 Mei 1961 ini menyelesaikan  pendidikan  di  Jurusan  Kimia,  Fakultas Matematika  dan  Ilmu  Pengetahuan  Alam,  Universitas  Gadjah Mada  1983. Tri Panji merup [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek