Homepage > Kesehatan > Layanan Kesehatan > Chip Cochlear untuk Memulihkan Pendengaran
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 725
Guest : 727
Members : 0

Chip Cochlear untuk Memulihkan Pendengaran

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Kabar baik bagi yang mengalami masalah pendengaran. Sebuah model implan telinga dalam (Cohlear) telah didesain dalam sebuah chip. Ukurannya jauh lebih kecil dari implan yang selama ini tersedia. Hanya setipis chip ukuran 3x2 mm.

Didesain oleh Centre for Bio-Inspired Technology di Imperial College London, New Scientist (4/2) melaporkan, chip Cochlear ini sengaja dibuat untuk membantu orang mengalami masalah pendengaran dan atau gangguan keseimbangan tubuh. Alat ini praktis, tahan lama dan bisa dipasang tanpa menggangu pemandangan.

Dikembangkan oleh Timothy Constandinou dari Imperial College London dan rekan, chip telinga dalam ini bisa menangkap sinyal secara linear maupun sinyal yang telah mengalami percepatan radial tiga dimensi dan mengubahnya menjadi sinyal yang memungkinkan otak dapat menafsirkan, dan mengembalikan fungsi pendengaran dan keseimbangan tubuh dalam cara yang mirip dengan Cochlea alaminya.

Chip Cochlear ini merupakan hasil terobosan dramatis, Sebelumnya, implan Cochlear yang dikenal berukuran besar, memakan tempat, dan terhambat oleh keterbatasan daya tahan baterai. Untuk menghemat biaya dan ruang, menurut Timothy, berbagai jenis implan dapat diintegrasikan pada wafer silikon tunggal.

Seperti diketahui, implan Cochlea adalah sebuah alat elektronik yang dapat membantu orang untuk mendengar. Implan ini biasanya digunakan pada orang yang tuli ataupun orang yang kesulitan mendengar. Implan cochlear tidak sama dengan hearing aid (alat bantu dengar) karena alat ini ditanamkan dengan pembedahan dan bekerja dengan cara yang berbeda. Implan cochlear disebut juga telinga bionik.

Pada telinga normal, udara dihantarkan melalui udara, menyebabkan membran timpani dan kemudian tulang telinga tengah bergetar. Cara ini mengirimkan gelombang getaran ke telinga bagian dalam. Gelombang ini oleh koklea diubah menjadi sinyal elektrik, yang dikirimkan ke sepanjang nervus auditorius ke otak.

Orang yang tuli tidak memiliki fungsi telinga dalam. Implan cochclear berusaha menggantikan fungsi telinga dalam dengan mengubah suara menjadi energi elektrik. Energi bentuk ini digunakan untuk merangsang nervus koklearis mengirimkan sinyal “suara” ke otak.

Kebanyakan implan cochlear bekerja menggunakan beberapa cara yang sama. Suara ditangkap oleh mikrofon yang terpasang pada telinga. Suara ini dikirimkan ke speech processor. Suara ini kemudian dianalisa dan diubah menjadi sinyal elektrik, yang dikirim pada receiver yang ditanam dibelakang telinga. Receiver ini mengirimkan sinyal melalui sebuah kabel kedalam telinga bagian dalam. Dari sana rangsangan elektrik dikirimkan ke otak.

 
Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Dibalik Musibah Uji Coba Roket Kendali Lumajang
Rabu, 03 Februari 2010

  Minggu lalu, terbetik berita salah satu roket uji coba milik konsorsium dibawah Kementerian Riset dan Teknologi di wilayah Lumajang, Jawa Timur melenceng dari sasaran. Para wakil konsorsium yang...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailMembumikan Jembatan Teleportasi Einstein-Rosen
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Seperti kisah di novel fiksi ilmiah, ahli fisika kini berusaha merakit sebuah ‘lubang cacing’ (wormhole) magnetik untuk menjadi wahana transportasi ajaib. Menggunakan teori ‘jembatan Einstein-Ro [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailEniya Listiani Dewi Raih Gelar Profesor Riset
09/06/2016

  Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB), Dr. Eniya Listiani Dewi, B. Eng meraih gelar Profesor Riset bidang teknologi Proses Elektrokimia. Dalam prosesi pengukuhan  [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek