Homepage > Kesehatan > Gizi > Sinergitas Perbaikan Gizi Anak dan Remaja Indonesia
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1790
    Guest : 1792
    Members : 0

    Sinergitas Perbaikan Gizi Anak dan Remaja Indonesia

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    Berdasarkan penelitian Global Nutrition Report (GNR) 2014, Indonesia termasuk negara dengan masalah gizi yang kompleks. Indonesia termasuk di dalam 17 negara dari 117 negara yang mempunyai tiga masalah gizi serius pada bayi yaitu perawakan pendek (stunting), kurus dan bergizi buruk (wasting), serta kegemukan (overweight).

    Indonesia juga termasuk 47 negara dari 122 negara yang mempunyai masalah stunting pada balita dan anemia pada WUS (Wanita Usia Subur). Selain itu, cakupan untuk tiga dari lima intervensi yaitu Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI eksklusif, serta tablet tambah darah (TTD) untuk ibu hamil untuk penanggulangan masalah gizi masih rendah.

    Direktur Bina Gizi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Doddy Izwady mengatakan pada masalah kekurangan gizi, Kemenkes sudah bisa mengontrol masalah kurang vitamin A dan gangguan akibat kekurangan Iodium. “Namun masih harus terus bekerja keras dalam mengatasi masalah gizi kurang, stunting, dan anemia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 prevalensi kurang gizi dan pendek di Indonesia saat ini masih cukup tinggi, masing-masing 19,6% dan 37,2%,” lanjut Doddy dalam Konferensi Indonesia Bergizi 2015 di Jakarta, Senin  (16/11).

    Menurut Doddy, masalah anemia gizi besi pada ibu hamil prevalensinya masih tinggi yaitu sebesar 37,1%. Masalah anemia juga terjadi pada anak balita yaitu sebesar 28,1%. Masalah kelebihan gizi pada balita yang mencapai 11,9% mulai mengkuatirkan, karena berujung pada peningkatan risiko Penyakit Tidak Menular (PTM).

    Tidak hanya karena kelebihan gizi, PTM nyatanya diketahui sebagai dampak dari gagalnya pemenuhan kebutuhan gizi pada masa awal kehidupan. Keadaan ini akan mendorong terjadinya rekayasa sel-sel DNA pada anak. Akibatnya, tubuh anak lebih mudah gemuk tapi pendek. “Anak-anak bertubuh pendek lebih berisiko mengalami berbagai penyakit tidak menular saat dewasa, seperti hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung koroner dan stroke,” tegas Doddy.

    Melalui konferensi ini, Konsorsium Indonesia Bergizi mengajak berbagai pihak yang peduli dengan gizi anak dan remaja untuk saling berbagi praktek terbaik, data maupun teori ilmiah terbaru. Konferensi ini menekankan pentingnya sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan dan melaksanakan berbagai rangkaian program dan kebijakan secara konferhensif, berkesinambungan dan terukur.

    Ketua Konsorsium Indonesia Bergizi, Andi Prasetyo mengatakan, apa yang kami lakukan  adalah menjalin komunikasi, jejaring dan kerjasama konkret antara pemerintah, publik dan perusahaan untuk berbagi data, informasi, dan temuan ilmiah terbaru. “Kami juga saling membuka akses untuk bersama-sama menyusun program peningkatan gizi yang saling komplementer agar permasalahan gizi di Indonesia bisa mulai dihadapi secara menyeluruh. Ini sangat penting mengingat berbagai data terkini menunjukkan angka gizi buruk di Indonesia masih tinggi,” pungkas Andi. Albarsah

     

    Umum

    Cegah Korupsi Sistemik, Tiga Lembaga Matangkan Penerapan SNI ISO 37001
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Kepala BSN Bambang Prasetya dalam pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (23/2/2018)....

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek