Homepage > Kesehatan > Gizi > Asupan Pangan Pengaruhi Kualitas SDM Indonesia
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 980
Guest : 980
Members : 0

Asupan Pangan Pengaruhi Kualitas SDM Indonesia

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
alt
 
Jakarta, Technology-Indonesia.com - Pencapaian ketahanan pangan di Indonesia  telah  mengalami  perbaikan  berarti.  Hal ini  tercermin  dari menurunnya wilayah dengan prioritas 1 dan 2 atau kategori rawan pangan. Perbaikan ini terutama dipengaruhi  oleh  kebijakan pemerintah  untuk  menjaga  sisi  ketersediaan pangan.  
 
Namun  demikian,  keberhasilan  ketahanan  pangan tersebut belum  diikuti  keberhasilan  dari  sisi  akses  dan  konsumsi  terutama  asupan  pangan.  Angka malnutrisi masih tinggi, terutama malnutrisi kronis yang justru cenderung meningkat. 
 
Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Esta Lestari mengatakan 1 dari 3 anak di Indonesia mengalami stunting (tubuh pendek). Stunting adalah sebuah refleksi dari terjadinya malnutrisi kronis yang terjadi dalam jangka panjang. 
 
“Jika anak usia hingga 5 tahun mengalami stunting dia akan mendapatkankan impak jangka panjang tidak hanya kualitas kesehatan di masa depan dan capaian pendidikannya. Stunting akan menghambat perkembangan motorik dan kognitif anak,” ungkap Esta dalam Media Briefing “Ironi Ketahanan Pangan dan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia” di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta, Jumat (3/11/2017).
 
Menurut Esta, salah satu faktor stunting adalah rendahnya kualitas asupan pangan. Capaian penganekaragaman konsumsi seperti  yang ditunjukkan oleh Pola Pangan Harapan (PPH) yang diestimasikan  pada skor 86,3 (2016) ternyata masih di bawah dari  yang  ditargetkan  sebesar  100  (BPS  dan  BKP,  2016). 
 
Ketertinggalan  capaian  gizi  ini  harus mendapatkan  perhatian  mengingat  dimensi  ini  akan  mempengaruhi  kualitas  SDM  ke depan  dimana anak-anak  Indonesia  saat  ini  menjadi  bagian  dari  bonus  demografi  antara  2020-2030.  
 
“Anak-anak sekarang yang stunting akan menjadi pekerja produktif. Ketika mereka menghadapi tantangan penyakit yang lebih tinggi, itu akan mempengaruhi produktivitas saat bekerja sehingga potensi kehilangan pendapatannya semakin besar. Artinya, produktivitas  tenaga  kerja  kita  akan  ditentukan  oleh  investasi  kesehatan  termasuk  melalui  kualitas asupan pangan saat ini,” terangnya.
 
Esta melihat bahwa faktor  ekonomi,  terutama  pendapatan  mempengaruhi  kualitas  asupan.  Namun,  bukan  berarti meningkatnya kesejahteraan selalu diikuti oleh asupan dengan gizi yang lebih baik karena faktor sosial budaya terutama gaya hidup dan perubahan peran dalam keluarga membentuk nilai, selera dan perilaku konsumsi  pangan  keluarga. 
 
Asupan  pangan  akan  menjadi  salah  satu  input  pembentuk modal manusia yang mempengaruhi kesehatan dan capaian pendidikan di masa depan. Karena itu, perbaikan  pangan  dan  gizi  harus bersinergi dengan  bidang  lain,  terutama  pendidikan  dan  infrastruktur untuk meningkatkan efektivitas capaian yang lebih baik dari program-program kesehatan dan gizi yang telah dijalankan pemerintah.
 
Esta melanjutkan, sinergi tersebut mencakup berbagai intervensi lintas sektoral melalui pembentukan perilaku konsumsi  pangan  sehat  sejak  dini  yang  ditunjang  oleh  sarana  dan  prasarana  kesehatan  dan pendidikan yang  saling  menunjang.  Hal  ini  juga  harus  diikuti  oleh  pengembangan  sisi  hulu,  yaitu penyediaan pangan berkualitas yang terjangkau oleh masyarakat dan memenuhi kebutuhan segmentasi konsumen pangan di Indonesia.
 
Rekomendasi Kebijakan
 
Pada kesempetan tersebut, Esta menyampaikan beberapa rekomendasi kebijakan terkait ketersediaan pangan. Tantangan dari sisi ketersediaan adalah ketersediaan pangan lokal yang terhambat gap infrastruktur yang menyebabkan disparitas harga di setiap wilayah. Karena itu perlu pemerataan infrastruktur yang telah menjadi salah satu program utama pemerintah. 
 
“Selain itu bagaimana memastikan tata niaga pemberdayaan pangan itu menjadi lebih baik sehingga harga lebih stabil dan terjangkau oleh masyarakat,” paparnya.
 
Wilayah-wilayah yang memiliki potensi pangan lokal tetapi terbelakang pengembangannya pasti berada pada wilayah pada status kemiskinan yang tinggi dan asupan pangan yang rendah. Mereka menghadapi kerentanan fluktuasi harga yang besar.
 
“Kalau pemerintah lebih meng-effort produksi pangan berbasis pangan lokal, itu akan membantu wilayah-wilayah tersebut melepaskan diri dari ketergantungannya terhadap pangan-pangan yang selama ini disamaratakan misalnya beras,” lanjut Esta.
 
Diversifikasi pangan memang sudah menjadi program Badan Ketahanan Pangan (BKP), namun selalu kalah dengan orientasi pemerintah. Misalnya, sekarang yang digenjot pajale sehingga sehingga sumber daya dan anggaran diarahkan ke sana.
 
Menurut Esta, wilayah-wilayah dengan potensi pangan lokal, seharusnya bisa punya peluang untuk mengembangkan pangannya sendiri. Karena itu, perlu ada orientasi dalam bantuan pangan berdasarkan potensi pangan lokal masing-masing wilayah. Misalnya, di Nusa Tenggara Timur (NTT) bantuan pangan miskin bisa diarahkan ke jagung.
 
Fenomena stunting kecenderungannya meningkat pada masyarakat berpendapatan menengah. Artinya, selain faktor ketersediaan pangan, rendah daya beli atau kemiskinan, ada faktor perilaku yang mempengaruhi. Karena itu perlu perubahan perilaku pola konsumsi dengan memberi edukasi bagaimana membangun budaya makan yang sehat sejak dini.
 
“Perubahan perilaku tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat dalam bentuk informasi satu arah. Kita harus mencoba meningkatkan efektivitas kebijakan bagaimana perilaku bisa dibangun sejak dini,” pungkasnya.
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailSenin Malam, Asteroid Mendekati Bumi
15/01/2015 | Dedi Junaedi

Mulai Senin (26/1) malam, sebuah Asteroid sebesar gunung akan mendekati Bumi. Asteroid itu akan berada ada lintasan paling dekat pada jarak sekitar 1,2 juta km dari Bumi. Diperkirakan akan tetap terid [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnail Liliana Yetta Pandi, Dra
16/03/2010

  Keahliannya memang tak bisa dianggap enteng. Yaitu mengkaji perangkat peraturan bidang keselamatan nuklir. Memegang kendali dalam bidang keselamatan nuklir mulai dijalani Liliana Yetta Pandi setel [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek