Homepage > Kesehatan > Fitofarmaka > Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1363
    Guest : 1363
    Members : 0

    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

     

    Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari
    Penerbit : Coremap-CTI, Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI
    ISBN : 978-602-6504-15-9
    Tebal : x + 99 halaman
    Cetakan : I, Tahun 2017
     
    Technology-Indonesia.com - Terumbu karang beserta biota laut memiliki nilai ekonomis yang tinggi bagi Indonesia. Sayang, terumbu karang merupakan ekosistem yang rentan terhadap kerusakan.
     
    Kerusakan terumbu karang di Indonesia antara lain disebabkan oleh sedimentasi, pencemaran perairan, penambangan karang, penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, badai, dan ombak yang kuat. Penyebab lain, meningkatnya predator karang serta pemutihan karang karena meningkatnya suhu perairan akibat pemanasan global. 
     
    Pemerintah melalui program Coral Reef Rehabilitation and Management Program (COREMAP) telah melakukan berbagai kegiatan untuk melindungi, merehabilitasi, dan mengelola pemanfaatan secara lestari terumbu karang di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
     
    Program COREMAP dibagi menjadi fase pertama (2000-2004), dan fase kedua (2006-2011). Saat ini tengah berlangsung COREMAP fase ketiga lebih dikenal dengan nama COREMAP-Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) yang dimulai sejak akhir 2014 hingga 2020.
     
    Salah satu kegiatan COREMAP-CTI adalah pemantauan terumbu karang di beberapa lokasi yang menyebar mulai dari bagian barat ke timur Indonesia. Pengamatan terumbu karang yang dilakukan antara lain persentase tutupan karang hidup, pengamatan terhadap megabentos dan ikan karang.
     
    Selama ini, parameter yang digunakan untuk menggambarkan kondisi terumbu karang di Indonesia hanya berdasarkan persentasi tutupan karang hidup. Semakin tinggi tutupan karang hidupnya, semakin sehat kondisi terumbu karangnya. Namun, ada kalanya dijumpai suatu lokasi dengan tutupan karang hidup yang rendah tetapi sumber daya ikan terumbu karangnya tinggi, atau sebaliknya. Karena itu, dikembangkan nilai indeks terumbu karang dengan memanfaatkan data-data hasil pemantauan COREMAP-CTI.
     
    Kesehatan terumbu karang di Indonesia sangat ditentukan oleh dua komponen utama yaitu komponen bentik dan komponen ikan karang. Komponen bentik sangat dipengaruhi kondisi terkini karang hidupnya dan tingkat relisiensi-nya yaitu kemampuan untuk beradaptasi dan mampu bertahan saat mendapatkan gangguan/tekanan.
     
    Variabel komponen bentik meliputi persentase tutupan karang hidup, persentase pecahan karang (rubble), dan persentase tutupan freshy seaweed. Sedangkan untuk komponen ikan terumbu karang, variabel yang digunakan adalah total biomassa ikan terumbu karang dari kelompok ikan target atau ikan ekonomis penting. Meliputi, ikan dari tujuh famili yaitu Scaridae, Siganidae dan Acanthuridae, Serranidae, Lutjanidae, Lethrinidae, dan Hemulidae.
     
    Indeks kesehatan terumbu karang di Indonesia dikembangkan berdasarkan data yang dihasilkan dari kegiatan pemantauan dalam kurun waktu 2014-2016. Data dikumpulkan dari 16 Kabupaten/Kota di Indonesia yang merupakan lokasi COREMAP, 6 lokasi di luar lokasi COREMAP, dan 10 lokasi Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN). Untuk setiap lokasi dari beberapa stasiun. Total keseluruhan sebanyak 366 stasiun di 32 lokasi pengamatan.
     
    Banyaknya stasiun pengamatan yang menyebar, mulai dari bagian barat hingga timur Indonesia memberikan gambaran umum tentang terumbu karang di Indonesia. Nilai indeks kesehatan terumbu karang di Indonesia berkisar dari nilai 1-10. Semakin sehat terumbu karangnya, semakin besar nilainya. 
     
    Secara umum nilai indeks terumbu karang Indonesia berada pada nilai 5, 6, atau 3. Terdapat 5 stasiun berada dalam kondisi sangat baik (nilai indeks 10), dan 14 stasiun berada dalam nilai kondisi sangat jelek (nilai indeks 1).
     

    Umum

    Revolusi Industri 4.0 Harus Diantisipasi Secara Serius
    Sabtu, 17 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Presiden Joko Widodo pada Peresmian Pembukaan Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia (FRI) Tahun 2018. Foto Biro Pers...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek