Homepage > Kesehatan > Fitofarmaka > Mahasiswa UGM Kembangkan Formula Antinyamuk
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1172
    Guest : 1173
    Members : 0

    Mahasiswa UGM Kembangkan Formula Antinyamuk

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

     
    Technology-indonesia.com - Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat. Bahkan Indonesia menjadi negara endemis DBD dengan prevalensi kasus mencapai angka 43,4% pada tahun 2016.
     
    Berada di kawasan tropis, menjadikan Indonesia rentan terhadap serangan penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kondisi ini mendorong lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat formula antinyamuk untuk pencegahan penyakit demam berdarah. 
     
    Kelima mahasiswa UGM tersebut adalah Vika Ichsania Ninditya, Endah Purwanti, dan Ajeng Tyas Utami dari Fakultas Kedokteran Hewan serta Aprillyani Sofa Marwaningtyaz dan Nadia Khairunnisa dari Fakultas Farmasi. 
     
    Mereka mengembangkan cairan antinyamuk dari tanaman gulma pertanian yaitu daun Sudamala (Artemisia vulgaris). Daun ini memiliki bau yang tidak disukai nyamuk sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan antinyamuk. Tanaman Sudamala banyak tumbuh di dataran tinggi seperti Wonosobo, Jawa Tengah.
     
    Vika Ichsania Ninditya menyebutkan produk antinyamuk yang beredar di pasaran belum ampuh untuk mencegah gigitan nyamuk serta dapat menimbulkan efek samping seperti resistensi dan gangguan kesehatan. 
     
    Karena itu, mereka membuat formula antinyamuk dari bahan herbal tidak hanya mampu mencegah gigitan nyamuk di kulit, tetapi juga aman bagi tubuh. Spray antinyamuk dari ekstrak daun Sudamala tersebut diberi nama ARTS (Artemisia vulgaris).
     
    Untuk mengetahui efektivitas daun Sudamala sebagai antinyamuk, mereka melakukan beberapa pengujian. Uji pertama yaitu uji efektivitas ekstrak daun Sudamala. Dalam uji ini ekstark daun Sudamala di masukkan kedalam botol lalu dimasukkan 20 nyamuk dibiarkan hingga 2 jam. 
     
    “Hasilnya ekstrak daun Sudamala dengan konsentrasi 5.700 mikrogram mampu membunuh 50 persen nyamuk yang dimasukkan ke botol,” jelasnya Vika, Selasa (6/6/2017) di UGM. 
     
    Selanjutnya uji repellent assay untuk membuktikan keampuhan ekstrak daun Sudamala dalam memcegah gigitan nyamuk. Pengujian dilakukan dengan memasukkan tangan yang telah disemprot cairan ARST ke kotak berisi 50 nyamuk betina.  Uji coba dilakukan selama lima menit dan dilakukan berulang setelah lima menit selama 1 jam. Hasilnya sama sekali tidak ada nyamuk yang menempel. Spray ini ampuh dalam mencegah gigitan nyamuk. 
     
    Aprillyani Sofa Marwaningtyaz menyampaikan saat ini mereka mengembangkan spray antinyamuk ARTS dalam tiga jenis yakni spray, lotion, dan cream. Kedepan mereka akan terus mengembangkan dan melakukan penelitian lanjutan agar produk dapat segera digunakan masyarakat dan membantu menurunkan angka kejadian DBD. 
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek