Homepage > Kesehatan > Alat Kesehatan > Menristekdikti Luncurkan Lima Produk Radioisotop dan Radiofarmaka BATAN
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1213
    Guest : 1214
    Members : 0

    Menristekdikti Luncurkan Lima Produk Radioisotop dan Radiofarmaka BATAN

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

     
    Serpong, technology-indonesia.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meluncurkan lima produk radioisotop dan radiofarmaka hasil penelitian dan pengembangan (litbang) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Riset dan pengembangan teknologi nuklir di Indonesia telah berkembang dengan baik sehingga mampu menghasilkan produk-produk inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun industri. 
     
    Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan juga Penandatanganan Kontrak Kerjasama Pengembangan Teknologi Industri antara Kemenristekdikti dan BATAN. Peluncuran produk dan penandatanganan kontrak kerjasama ini dilakukan dalam rangka memberikan dukungan program hilirisasi hasil riset dan pengembangan bidang kesehatan dan obat.
     
    Lima produk radioisotop dan radiofarmaka BATAN yang diluncurkan yaitu Kit Radiofarmaka MIBI, Kit Radiofarmaka MDP, Kit Radiofarmaka DTPA, Radiofarmaka Senyawa Bertanda 153 Sm-EDTMP, dan Radiofarmaka Senyawa Bertanda 131 I-MIBG. Kelima produk tersebut siap digunakan untuk kebutuhan diagnosis dan penyembuhan beberapa penyakit, terutama penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, dan ginjal. 
     
    Menristekdikti menyambut baik langkah BATAN yang telah melakukan hilirisasi hasil-hasil riset. Produk radioisotop dan radiofarmaka ini telah dikembangkan sejak lama dan hasilnya telah dimanfaatkan oleh industri yaitu PT Kimia Farma.
     
    “Produk-produk teknologi nuklir telah memberikan kontribusi yang besar dalam bidang kesehatan, energi, pertanian, industri, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. Salah satunya adalah pemanfaatan radiofarmaka di bidang kesehatan,” ujar Menristekdikti di Pusat Teknologi Industri Radoisotop dan Radiofarmaka (PTRR)-Batan, Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, pada Senin (19/6/2017).
     
    Menristekdikti menerangkan saat ini belasan rumah sakit di Indonesia telah memiliki fasilitas kedokteran nuklir. Jenis penggunaan radiofarmaka tertinggi adalah penggunaan untuk diagnosis penyebaran kanker tulang menggunakan radiofarmaka MDP. Radiofarmaka ini merupakan salah satu produk Kimia Farma hasil riset dan pengembangan PTRR-BATAN.
     
    Sebagai bentuk dukungan dalam pengembangan riset dan pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia, Kemenristekdikti melalui Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan memberikan dukungan pendanaan dalam skema Program Pengembangan Teknologi Industri dan Insentif  Sistem Inovasi Nasional (INSINAS). 
     
    “Total alokasi dana yang disiapkan untuk mendukung riset dan pengembangan sebanyak 81 miliar. Kemenristekdikti mendorong LPNK di bawah Kemenristekdikti yaitu BPPT, LIPI, BATAN, Bapeten, LAPAN,  maupun BSN untuk memanfaatkan anggaran tersebut,” jelasnya.
     
    Selain pendanaan, Menristekdikti juga mendukung tumbuhnya iklim riset dan pengembangan di Indonesia dengan mengeluarkan regulasi-regulasi riset yang lebih baik. 
     
    Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir BATAN, Hendig Winarno mengatakan produk BATAN telah masuk dalam e-katalog LKPP sehingga memudahkankan dalam pemesanan. Salah satu produk yang diluncurkan yaitu Kit MIBI berfungsi mendiagnosis fungsi jantung dan mengevaluasi fungsi otot jantung. Hasil pencitraan menggunakan MIBI memberikan informasi yang lebih akurat mengenai fungsi jantung daripada teknik pencitraan medis biasa.
     
    Produk kedua, Kit MDP berfungsi mendiagnosis sejauh mana penyebaran kanker di dalam tulanguntuk penentuan stadium penyakit kanker. Ketersediaan Kit MDP paling banyak dibutuhkan oleh rumah sakit dibandingkan empat produk radiofarmaka lainnya.
     
    Produk ketiga, DTPA yang dapat mendiagnosis fungsi ginjal untuk memberikan informasi yang lebih akurat tentang kondisi ginjal pasien. Keempat, Radiofarmaka Senyawa Bertanda 153 Sm-EDTMP atau samarium untuk terapi paliatif atau mengurangi rasa nyeri kepada penderita kanker, terutama sel kanker yang sudah menyebar ke organ tubuh lain (metastasis). Terakhir, Radiofarmaka Senyawa Bertanda 131 I-MIBG untuk mendiagnosis kanker neuroblastoma atau sistem saraf pada anak-anak. 
     
    Presiden Direktur Kimia Farma, Honesti Basyir menyambut baik kerjasama yang telah terjalin dengan BATAN. Basyir mengatakan bahwa saat ini telah ada 11 produk BATAN yang telah dihilirisasikan dan dipasarkan oleh Kimia Farma. “Produk ini telah memiliki nomor ijin edar dari BPOM,” terangnya.
     
    Basyir mengatakan kerjasama ini telah berlangsung sejak 2008, dan pada 2014 sudah mulai dilaksanakan implementasi di rumah sakit. “Pemakaian produk ini dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan,” lanjutnya. 
     
    Menurutnya, Kimia Farma berkomitmen untuk terus melakukan kerjasama dengan PTRR-BATAN. “Mari kita lakukan sinergi-sinergi berikutnya untuk memasarkan dan membuat produk-produk penelitian dari BATAN ini menjadi skala industri,” pungkas Basyir.
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek