Homepage > Kesehatan > Alat Kesehatan > Pemanasan Global Meningkatkan Zona Mati Lautan
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1872
    Guest : 1872
    Members : 0

    Pemanasan Global Meningkatkan Zona Mati Lautan

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    Bukti-bukti di Zaman Es menunjukkan peningkatan suhu bisa meningkatkan luas area air laut dengan sedikit oksigen. Rendahnya kadar oksigen membuat daya dukung terhadap kehidupan di laut menurun drastic. Lambat laun, lautan akan menjadi zona mati yang mengerikan.

    Para ilmuwan, menurut Scientific American (10/2), menemukan petunjuk tentang bagaimana perubahan iklim dapat mempengaruhi kehidupan laut dengan melihat dampak pemanasan pada lautan global masa lalu. Melalui analisis data sedimen laut, para peneliti di University of California, menemukan bahwa terakhir kali planet mengalami perubahan suhu yang besar pada akhir zaman es terakhir, tingkat laut oksigen turun tajam di sepanjang tepi benua di Pasifik timur Samudra. Temuan ini meningkatkan kekhawatiran tentang apakah kondisi pemanasan akan membuat bagian-bagian tertentu dari laut masih dapat dihuni oleh berbagai kehidupan laut yang membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup.

    Para peneliti memfokuskan secara khusus pada daerah-daerah yang disebut zona minimum oksigen (OMZs), yang alami daerah rendah oksigen di perairan perantara tepat di bawah permukaan yang kaya oksigen. Selama periode glasial sekitar 20.000 tahun yang lalu, zona ini tidak ada. Tapi dalam lautan modern, mereka terjadi di sejumlah perairan perantara. Selama beberapa ribuan tahun setelah zaman es berakhir, hamparan oksigen rendah air mulai berkembang sampai mereka memuncak pada periode pencairan es (deglaciation) sekitar 14.000 tahun yang lalu. Di beberapa lokasi, perluasan berlangsung jauh lebih cepat, lebih kurang dari seratus tahun.

    Para peneliti menganalisis data sampel sedimen inti arsip untuk memetakan konsentrasi oksigen laut dari empat daerah di Pasifik timur-dari daerah sub-Arktik turun ke khatulistiwa Pasifik. Terbesar zona minimum oksigen muncul sepanjang Humboldt Current di pantai barat Amerika Tengah dan Selatan. Wilayah oksigen sangat rendah memiliki jangkauan vertikal besar, dari 110 menjadi lebih dari 3.000 meter (10.170 kaki 360) di bawah permukaan laut. Kini zona minimum oksigen di daerah yang sama jauh lebih luas, membentang dari sekitar 100 sampai 500 meter (128 sampai 1.640 kaki) di bawah permukaan laut.

    Perluasan zona beriringan dengan dinamika puncak deglaciation, menurut penelitian ini. Kepiting mati merupakan tanda awal pemanasan? Penelitian ini bisa sinyal masalah lingkungan dan ekonomi masa depan untuk daerah dekat modern zona minimum oksigen, kata Sarah Moffitt, seorang peneliti postdoktoral di Bodega Marine Laboratory Universitas California dan penulis utama studi tersebut. "Kami ingin menyajikan [penelitian] dengan cara yang bermakna bagi orang-orang melihat sistem laut di dunia modern," katanya seraya menambahkan bahwa para peneliti telah mendokumentasikan perubahan konsentrasi oksigen di pedalaman laut. "Kami ingin memahami stabilitas system kehidupan laut. Kami membutuhkan informasi tentang bagaimana sensitifitas lingkungan laut merespon perubahan suhu skala global."

    Penelitian menengarai lautan sensitif terhadap perubahan iklim global. Riset juga menunjukkan bahwa sistem arus laut menjadi tidak stabil akibat dinamika itu. Penelitian sebelumnya pada tahun 2008 memperkirakan bahwa jumlah hipoksia (oksigen sangat rendah) air bisa meningkat 50 persen pada tahun 2100, dengan penurunan keseluruhan oksigen dari 1 sampai 7 persen. "Harus diakui dengan sangat baik bahwa perubahan iklim akan mengubah konsentrasi oksigen di laut," kata Francis Chan, asisten profesor di Departemen Biologi Integratif di Oregon State University yang mempelajari tingkat konsentrasi oksigen laut dekat daratan, di lepas pantai Oregon. Dia mengamati zona minimum oksigen zona minimum pada kedalaman 100-600 meter.

     

    Umum

    Menristekdikti: Perguruan Tinggi Harus Siapkan Lulusan untuk 65% Profesi Baru
    Sabtu, 24 Februari 2018 | Setiyo Bardono

      Teknology-Indonesia.com – Tantangan ekonomi digital sudah di depan mata. Berdasarkan kajian World Bank tahun 2017, diperkirakan 75-375 juta tenaga kerja global...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek