Homepage > Kesehatan > Kolom > Penyiapan Benih Padi Lokal Unggul oleh Petani
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1458
    Guest : 1458
    Members : 0

    Penyiapan Benih Padi Lokal Unggul oleh Petani

    Penilaian Pengguna: / 2
    JelekBagus 

    alt

    Technology-Indonesia.com - Padi lokal mulai diperhitungkan menjadi padi spesifik lokasi berproduksi tinggi setara dengan varietas unggul baru, bahkan ada yang produktivitasnya lebih tinggi. Selama ini kesan terhadap padi lokal adalah padi dengan potensi rendah, umur panjang dan tanaman relatif tinggi.
     
    Terlepas dari silsilahnya, entah berasal dari padi lokal asli (landrase) turun temurun ataupun asal galur-galur hasil persilangan pemulia yang tidak terpilih, saat ini ditemukan berbagai padi yang diklaim petani sebagai padi lokal adaptif berproduksi tinggi . 
     
    Kemajuan padi lokal muncul  karena padi ini telah ditanam berulang-ulang oleh petani pada cekaman spesifik lokasi dalam waktu panjang. Hal ini sekaligus merupakan proses seleksi secara alami. 
     
    Karena itu,  padi lokal yang sekarang diklaim petani sebagai padi unggul,  keragaannya sudah mirip varietas dan memiliki adaptasi spesifik lokasi. Hanya landrase atau galur yang adaptiflah yang bisa bertahan dengan kondisi spesifik tersebut.
     
    Padi lokal unggul dataran tinggi di Sumatera Selatan (Sumsel) misalnya di Pagaralam, ditanam cukup luas oleh petani bahkan mencapai  sekitar  30% dari luas pertanam padi. Ketinggian lokasi pertanaman rata-rata di atas 800 m dpl. Padi lokal yang diklaim petani antara lain: Ayik Keruh, Barokah, Buku Hitam, dan Setangkai. 
     
    Di dataran tinggi lainnya yaitu di Lahat keempat padi lokal tersebut ditanam oleh petani secara luas. Produktivitas keempat padi lokal tersebut  berkisar antara 7-9 ton/hektar, bahkan  bisa lebih dari 10 ton/ha GKP (Gabah Kering Panen) seperti di Lahat untuk padi Ayik Keruh atau Air Keruh. 
     
    Padi-padi lokal lain yang masih banyak ditanam di dataran tinggi, antara lain padi Merah, padi Abang, padi Dayang Rindu, Gilas Madu, Rindik, Jambat Teras dan yang lainnya. Sebagian besar pertanaman di dataran tinggi ini secara morfologi menunjukkan relatif seragam. 
     
    Keseragaman ini terbentuk karena petani selalu menyiapkan benih  dari pertanaman sebelumnya dengan cara memilih pertanaman yang sudah seragam serta sehat. Cara inilah yang menguatkan bahwa keragaan pertanaman asal benih tersebut dapat  dikatakan  hampir seragam secara morfologi dan  diduga pula seragam secera genetik.
     
    Padi lokal unggul juga banyak dikembangkan oleh petani di dataran rendah dan menengah. Padi-padi lokal dataran rendah banyak ditemukan di lahan pasang surut misalnya di Banyuasin. Padi lokal potensi hasil tinggi di lahan rawa pasang surut ini dikenal petani dengan nama: padi Kuda, padi Kemis, dan padi TW dengan umur berkisar 120-137 HSS (Hari Setelah Sebar). Rata-rata produktivitasnya berkisar antara 5,0-7,0 ton/ha GKP. Rata-rata hasil ini tergolong tinggi di lokasi pasang surut. 
     
    Keseragaman pertanaman padi lokal pasang surut seperti di Banyuasin relatif berbeda dengan padi-padi lokal di dataran tinggi seperti di Pagaralam dan Lahat. Di pasang surut (Banyuasin) keragaan pertanamannya relatif tidak seragam. Berdasarkan informasi dari petani, di lokasi ini petani tidak menyiapkan benih secara khusus (menyeleksi) dari pertanaman sebelumnya. Penyiapan benih di lokasi ini hanya menyisihkan sebagian gabah dari hasil panen sebelum dijual. Hal ini menyebabkan saat benih tersebut digunakan pertanamannya tidak seragam. 
     
    Namun demikian, karena sudah bertahun-tahun ditanam secara terus menerus, pertanaman tersebut diduga  sudah merupakan  campuran  berbagai populasi yang masing-masing populasi telah memiliki keseragaman. Jadi kalau masing-masing populasi dipilah kemudian ditanam ulang, maka masing-masing pertanaman dalam populasi yang sama akan memiliki keseragaman. 
     
    Padi lokal unggul  saat ini dapat dijadikan alternatif untuk ditanam petani sebagai padi spesifik lokasi,  terlebih manakala VUB (Varietas Unggul Baru) padi  yang direkomendasi belum tersedia. Karakter unggul dimaksud tidak hanya untuk provitas/produktivitas tinggi, namun juga sifat unggul lainya seperti kualitas beras, aromatik, padi merah, padi hitam dan lain-lain.  
     
    Terkait padi lokal yang belum dilepas sebagai varietas, hal penting dalam pengembangan padi lokal oleh petani  saat ini antara lain adalah perlunya perbaikan penyiapan benih oleh petani sendiri. 
     
    Caranya seperti yang dilakukan oleh beberapa petani di Pagaralam dan Lahat. Cara pertama, memilih dan memanen bahan benih yang seragam dan sehat (terbebas dari penyakit atau hama) dari pertanaman. Selanjutnya diproses dengan cara dikeringkan hingga kadar air 14% dan disimpan sebagai benih untuk tanam berikutnya.
     
    Cara kedua, Buanglah tanaman yang menyimpang atau berbeda dari pertanaman lainnya yang seragam dan tanaman yang terkena hama dan atau penyakit. Selanjutnya dipanen dan diproses dengan cara dikeringkan hingga kadar air 14% dan disimpan sebagai benih untuk musim berikutnya. Penyediaan benih untuk petani lainnya yang tidak menyiapkan benih sendiri, dapat dilakukan dengan menukar gabah konsumsi ke petani yang  menyiapkan benih tadi. 
     
    Melalui proses penyiapan benih padi lokal oleh petani sendiri diharapkan pertanaman padi lokal bisa seragam (homogen), sehingga produksinya tinggi dan kualitas beras menjadi lebih baik. Alangkah lebih baik lagi kalau padi-padi lokal tersebut dimurnikan melalui proses pemuliaan dan segera dilepas sebagai varietas unggul lokal. Selanjutnya, benih tersebut segera diperbanyak agar dapat dikembangkan oleh petani secara luas.
     
    *) Priatna Sasmita, Kepala BPTP Sumatera Selatan (Sumsel)
     
     

    Umum

    Revolusi Industri 4.0 Harus Diantisipasi Secara Serius
    Sabtu, 17 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Presiden Joko Widodo pada Peresmian Pembukaan Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia (FRI) Tahun 2018. Foto Biro Pers...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek