Homepage > TIK > Layanan Informasi > Akses Informasi Hujan dan Genangan Lewat Sijampang
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 654
Guest : 654
Members : 0

Akses Informasi Hujan dan Genangan Lewat Sijampang

Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 

SiJampangJakarta : Nusantara Earth Observation Network (NEOnet) BPPT hari ini meluncurkan Sijampang atau Sistem Informasi Hujan dan Genangan Berbasis Keruangan. Sistem informasi ini bersifat near real time dan ditampilkan dalam bentuk peta hujan yang dapat diakses melalui internet. Selain berbasis peta, Sijampang juga ditampilkan dalam bentuk teks yang juga dapat diakses melalui internet dengan memanfaatkan layanan Twitter.

Informasi hujan dan genangan ini berasal dari pengembangan data dari beberapa sumber, yakni radar cuaca Doppleer C band milik BPPT yang terpasang di Puspitek Serpong. Tangerang, Automatic Weather Station (AWS) BMKG, dan Automatic Water Level River (AWLR). Tim Sijampang mengembangkan aplikasi yang mengintegrasikan data berbagai sumber tersebut untuk menjadi informasi yang disajikan dalam bentuk peta hujan dan teks.

“Ini yang rumit karena masing-masing data punya bahasa sendiri-sendiri, namun begitu tetap dapat diintergrasikan karena masing-masing data tersebut memiliki georeferensi,” kata Dr. Udrekh, pimpinan Proyek Sijampang.


Sistem informasi hujan dan genangan ini melibatkan partisipasi publik. Kontributor ini memberikan informasi tentang hujan atau tidaknya suatu daerah. “Mereka untuk memvalidasi data yang diperoleh dari radar,” terang Dr. Hartanto Sanjaya, tim pengembang Sijampang.


Partisipasi publik dikembangkan dalam dua sistem, yakni bersifat aktif dan pasif. Pada partisipasi yang bersifat aktif, kontributor mengirimkan data dimana pun mereka berada, sesuai titik referensi yang ada. Sementara pada partisipasi bersifat pasif, kontributor akan menerima SMS yang menanyakan, apakah di titik referensi tertentu ada hujan.


“Jadi, begitu radar menangkap ada hujan di satu titik referensi tertentu, datanya akan masuk ke server, dan server secara otomatis akan mengirim SMS pada kontributor di titik referensi tersebut, menanyakan apakah ada hujan,” terang Udrekh seraya menambahkan, pihaknya memberlakukan sistem filtering untuk mencegah masuknya data yang tidak valid.


Informasi hujan yang diberikan terdiri dari tiga kategori, yakni gerimis, sedang dan lebat. “Masing-masing kategori ada definisnya. Kami buat pengkategorian secara sederhana karena para kontributor adalah orang awam,” jelas Hartanto.


Radar cuaca sendiri menghasilkan informasi pada radius efektif 110 km dari lokasi radar di Serpong. Dengan radius tersebut, jelas Hartanto, daerah yang terkover adalah seluruh Banten kecuali Ujung Kulon, DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu dan sebagian Jawa Barat dengan batas Kerawang di bagian timur, Pelabuhan ratu di bagian selatan.


Sampai saat ini, tambah Hartanto, yang telah dikembangkan lebih dari 100 titik referensi. Sementara jumlah kontributor hingga saat ini mencapai 61 orang.
Menurut Hartanto, saat ini informasi mengenai genangan yang disampaikan Sijampang masih belum baik karena hingga saat ini sebagian besar kontributor yang ada tidak berada di daerah genangan. Diharapkan, pada akhir tahun ini informasi genangan dapat disajikan lebih optimal.


Menanggapi harapan publik yang mengemuka saat diskusi, tentang perlu masuknya informasi prediksi cuaca dalam Sijampang, Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Air mengatakan, BPPT akan melakukan kerja sama dengan BMKG karena prediksi cuaca merupakan domain BMKG. “Intinya, kita perlunya integrasi berbagai alat pemantauan dinamika kebumian ke dalam sistem informasi yang terpadu agar bisa menjangkau masyarakat luas secara cepat dan murah,” kata Dr. Agus Wibowo Kepala Nusantara Earth Observation Network.


Sjampang dibangun dengan dukungan kegiatan Program HARIMAU (Hydrometeorological Array for Intraseasonal Variation Monsoon AUtomonitoring), suatu program kerjasama antara Jepang dan Indonesia. Sijampang dapat diakses melalui alamat internet: Peta hujan terkini : http://neonet.bppt.go.id/sijampang, Info hujan terkini : http://twitter.com/infohujan, Blog kegiatan: http://sijampang.wordpress.com, Facebook : http://bit.ly/fbsijampan. (Lea/dra)

 

 
Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16
Buah Lokal Vs Buah Impor

Buah Lokal Vs Buah Impor

... READ_MORE
Senin, 11 Juli 2011 15:04

Umum

article thumbnail Sebelas Institusi Deklarasikan Konsorsium Riset Samudera
Selasa, 26 September 2017 | Setiyo Bardono

  Jakarta, Technology-Indonesia.com – Sebelas kementerian/lembaga dan universitas sepakat mendeklarasikan Konsorsium Riset Samudera, di Jakarta, Selasa...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailPemanasan Global Meningkatkan Zona Mati Lautan
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Bukti-bukti di Zaman Es menunjukkan peningkatan suhu bisa meningkatkan luas area air laut dengan sedikit oksigen. Rendahnya kadar oksigen membuat daya dukung terhadap kehidupan di laut menurun drastic [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailBasuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
05/08/2017

  Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek