Homepage > TIK > Layanan Informasi > Akses Informasi Hujan dan Genangan Lewat Sijampang
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 2046
    Guest : 2046
    Members : 0

    Akses Informasi Hujan dan Genangan Lewat Sijampang

    Penilaian Pengguna: / 1
    JelekBagus 

    SiJampangJakarta : Nusantara Earth Observation Network (NEOnet) BPPT hari ini meluncurkan Sijampang atau Sistem Informasi Hujan dan Genangan Berbasis Keruangan. Sistem informasi ini bersifat near real time dan ditampilkan dalam bentuk peta hujan yang dapat diakses melalui internet. Selain berbasis peta, Sijampang juga ditampilkan dalam bentuk teks yang juga dapat diakses melalui internet dengan memanfaatkan layanan Twitter.

    Informasi hujan dan genangan ini berasal dari pengembangan data dari beberapa sumber, yakni radar cuaca Doppleer C band milik BPPT yang terpasang di Puspitek Serpong. Tangerang, Automatic Weather Station (AWS) BMKG, dan Automatic Water Level River (AWLR). Tim Sijampang mengembangkan aplikasi yang mengintegrasikan data berbagai sumber tersebut untuk menjadi informasi yang disajikan dalam bentuk peta hujan dan teks.

    “Ini yang rumit karena masing-masing data punya bahasa sendiri-sendiri, namun begitu tetap dapat diintergrasikan karena masing-masing data tersebut memiliki georeferensi,” kata Dr. Udrekh, pimpinan Proyek Sijampang.


    Sistem informasi hujan dan genangan ini melibatkan partisipasi publik. Kontributor ini memberikan informasi tentang hujan atau tidaknya suatu daerah. “Mereka untuk memvalidasi data yang diperoleh dari radar,” terang Dr. Hartanto Sanjaya, tim pengembang Sijampang.


    Partisipasi publik dikembangkan dalam dua sistem, yakni bersifat aktif dan pasif. Pada partisipasi yang bersifat aktif, kontributor mengirimkan data dimana pun mereka berada, sesuai titik referensi yang ada. Sementara pada partisipasi bersifat pasif, kontributor akan menerima SMS yang menanyakan, apakah di titik referensi tertentu ada hujan.


    “Jadi, begitu radar menangkap ada hujan di satu titik referensi tertentu, datanya akan masuk ke server, dan server secara otomatis akan mengirim SMS pada kontributor di titik referensi tersebut, menanyakan apakah ada hujan,” terang Udrekh seraya menambahkan, pihaknya memberlakukan sistem filtering untuk mencegah masuknya data yang tidak valid.


    Informasi hujan yang diberikan terdiri dari tiga kategori, yakni gerimis, sedang dan lebat. “Masing-masing kategori ada definisnya. Kami buat pengkategorian secara sederhana karena para kontributor adalah orang awam,” jelas Hartanto.


    Radar cuaca sendiri menghasilkan informasi pada radius efektif 110 km dari lokasi radar di Serpong. Dengan radius tersebut, jelas Hartanto, daerah yang terkover adalah seluruh Banten kecuali Ujung Kulon, DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu dan sebagian Jawa Barat dengan batas Kerawang di bagian timur, Pelabuhan ratu di bagian selatan.


    Sampai saat ini, tambah Hartanto, yang telah dikembangkan lebih dari 100 titik referensi. Sementara jumlah kontributor hingga saat ini mencapai 61 orang.
    Menurut Hartanto, saat ini informasi mengenai genangan yang disampaikan Sijampang masih belum baik karena hingga saat ini sebagian besar kontributor yang ada tidak berada di daerah genangan. Diharapkan, pada akhir tahun ini informasi genangan dapat disajikan lebih optimal.


    Menanggapi harapan publik yang mengemuka saat diskusi, tentang perlu masuknya informasi prediksi cuaca dalam Sijampang, Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Air mengatakan, BPPT akan melakukan kerja sama dengan BMKG karena prediksi cuaca merupakan domain BMKG. “Intinya, kita perlunya integrasi berbagai alat pemantauan dinamika kebumian ke dalam sistem informasi yang terpadu agar bisa menjangkau masyarakat luas secara cepat dan murah,” kata Dr. Agus Wibowo Kepala Nusantara Earth Observation Network.


    Sjampang dibangun dengan dukungan kegiatan Program HARIMAU (Hydrometeorological Array for Intraseasonal Variation Monsoon AUtomonitoring), suatu program kerjasama antara Jepang dan Indonesia. Sijampang dapat diakses melalui alamat internet: Peta hujan terkini : http://neonet.bppt.go.id/sijampang, Info hujan terkini : http://twitter.com/infohujan, Blog kegiatan: http://sijampang.wordpress.com, Facebook : http://bit.ly/fbsijampan. (Lea/dra)

     

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek