Homepage > TIK > Layanan Informasi > Riset Baru Menggoyang Standar Model Partikel
Resensi
article thumbnailIndeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia

  Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 1442
Guest : 1442
Members : 0

Riset Baru Menggoyang Standar Model Partikel

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Teori Standar Model yang selama ini cukup mapan untuk menjelaskan komposisi partikel dalam suatu materi terancam goyah. Pasalnya, hasil riset terbaru menunjukkan aktivitas subatomik yang menyimpang dari kaidah  fisika partikel itu.  

Scientific American melaporkan, dua tim riset berbeda, Large Hadron Collider  (LHC) di Swiss dan  High Energy Accelerator Research Organization (HEARO) di Jepang, menengarai adanya peluruhan partikel subatomik Lepton dan Meson yang menyimpang dari ramalan teori Standar Model.quark (enam macam),

Standar Model adalah sebuah pendekatan mutakhir dalam Fisika Partikel. Ia merupakan hasil pengembangan lanjutan dari Teori Atom yang konvensional. Jika menurut teori konvensional, atom adalah partikel terkecil  penyusun sebuah materi; dan atom tesusun atas elemen dasar seperti proton, neutron dan elektron. Maka, menurut Standar Model, elemen dasar seperti proton, neutron dan elektron masih terbagi lagi atas partikel -partikel dasar subatomik yang jumlahnya belum dipastikan.

Partikel dasar itu awalnya ada enam (disebut quark), kemudian menjadi  17 (enam quark, enam lepton, dan lima boson). Belakangan, partikel dasar itu ada 61  macam, terdiri 18 quark, 18 antiquark, 6 leptom, 6 antilepton, 8 gluon, 4 boson, dan 1 hig bosson). Partikel-partikel subatomik itu bisa bergabung membantuk kombinasi sejumlah partikel yang lebih besar dari quark, tapi lebih kecil dari proton antara lain meson, baryon, graviton, muon, nukleon, neutrino, dan photon. Bagaimana mereka bisa bergabung membentuk karakteriktik, massa, warna, dan muatan tertentu, semuanya mengikuti aturan atau kaidah Standar Model.   

Nah, Tim  Swiss melakukan hasil riset menggunakan akselerator LHC. Hasilnya, mereka menemukan fenomena  menarik. Menurut kaidahnya, ketika  proton-proton bertabrakan sesamanya akan menghasilkan Lepton dalam jumlah terntentu. Ini ada rumus dasarnya. Ternyata, ketika dianalisis  dengan seksama, Tim menemukan fakta jumlah Leptn yang dihasilkan lebih banyak dari angka prediksinya.  Simpangan atau standar deviasi bisa sampai 3,9.  Mereka, sebagaimana dilaporkan  Physical Review Letters, juga  mengamati kelebihan potensi Taus sekitar 25 sampai 30 persen lebih besar daripada frekuensi yang diprediksi Standar Model.

Gejala mirip, menurut Physical Review , juga diamati Tim Riset di Jepang . Bedanya, mereka menggunakan akselator elektron dan positron. Di sini mereka menemukan adanya pembentukan dan peluruhan Meson B (tersusun atas quark dan antiquark). Jumlah yang terbentuk maupun yang meluruh tidak seimbang, lebih tinggi dari predksi Standar Model.  Temuan itu disampaikan Belle dari HEARO  dalam konferensi internasional Flavor Physics & CP Violation 2015 di Nagoya, Jepang, Mei lalu.

Dua hasil riset itu membuat heran ahli fisika teori California Institute of Technology ,  Mark Wise. “Ini mengejutkan. Bbenar-benar aneh," ucapnya. Dia menduga anomali itu bisa menjadi masukan berharga untuk penyempurnaan Teori Standar Model. Boleh jadi yang terbentuk partikel subatomik bari. Yang pasti, temuan itu menunjukkan bahwa selalu ada sisi gelap tak terduga dari sebuah tesis fisika teori.

Standar-Model yang merupakan buah dari teroi Supersimetri-tidak pernah membuat prediksi adanya  efek seperti  yang ditemukan Tm LHC dan HEARO. Hasil riset itu, menurut Hassan Jawahery, seorang fisikawan dari University of Maryland dan anggota dari kolaborasi riset LHC, ” jelas melanggar postulat supersimetri."

Dia menduga kelebihan itu berasal dari peluruhan partikel Boson Higgs yang mungkin membentuk varian  Higgs baru, yang memiliki masa  lebih berat dari partikel  B Meson. Pilihan lain adalah partikel hipotetis yang lebih eksotis disebut leptoquark, merupakan komposit dari quark dan lepton yang belum pernah terlihat di alam. Partikel in berinteraksi lebih kuat dengan tau daripada  muon dan elektron. "Leptoquarks bisa jatu kini benar-benar telah bisa terbentuk,"  tegasnya.

 
Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail DRN Sampaikan Naskah Akademik untuk Undang-Undang Inovasi
Kamis, 23 November 2017 | Setiyo Bardono

Ketua Dewan Riset Nasional (DRN), Bambang Setiadi dalam Seminar Nasional bertema “Inovasi, Invensi, dan Komersialisasi Teknologi untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional” di Hotel...

Review

article thumbnail Dibalik Musibah Uji Coba Roket Kendali Lumajang
Rabu, 03 Februari 2010

  Minggu lalu, terbetik berita salah satu roket uji coba milik konsorsium dibawah Kementerian Riset dan Teknologi di wilayah Lumajang, Jawa Timur melenceng dari sasaran. Para wakil konsorsium yang...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailInsiatif Jakarta untuk Reduksi Emisi Karbon
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Menko Maritim Indroyono Susilo menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam memenuhi target penurunan emisi karbon. Sebagai satu bukti komitmennya, Indonesia akan mena [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailAdiseno PhD
20/08/2010

Adiseno PhD
Bandung, 14 November 1967 Bidang Keilmuan : MIPA Kimia Elektronika Adiseno memperoleh master di bidang teknik elektronika dari Delft University of Technology, Belanda pada 1994 yang se [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek