Homepage > TIK > Layanan Informasi > Insiatif Jakarta untuk Reduksi Emisi Karbon
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1531
    Guest : 1531
    Members : 0

    Insiatif Jakarta untuk Reduksi Emisi Karbon

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    Menko Maritim Indroyono Susilo menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam memenuhi target penurunan emisi karbon. Sebagai satu bukti komitmennya, Indonesia akan menawarkan Inisiatif Jakarta pada saat peringatan konferensi Asia Afrika ke-60 pada April mendatang.

    Dalam pengarahan pada International Workshop  on Forrest Carbon Emission di BPPT Jakarta, Menko Maritim mengungkapkan bahwa Indonesia bersiap menetapkan standar nasional pengukuran emisi karbon. ''Dengan standar itu, kita akan dapat menngetahui reduksi karbon dalam tujuh tahun terakhir,'' kata Indroyono.

    Sejak pencanangan reduksi karbon oleh Pemerintah Indonesia di Pittsburgh, AS, tahun 2007, rupanya belum ada standar pengukuran yang menyeluruh dan komprehensif.Pengukuran karbon baru dilakukan secara parsial oleh beberapa lembaga dengan standar yang berbeda-beda. Agar bisa mengakses sumber-sumber pendanaan dan bantuan internasional, Indonesia harus memiliki standar riset dan observasi emisi karbon. Untuk itu, antara lain melalui lokakarya internasdional itu, Menko Maritim berharap para ahli dari dalam dan luar negeri bisa merumuskan standar pengukuran karbon.

    Berlangsung tiga hari sampai 5 Maret, lokakarya internasional dihadiri oleh 200 peserta dengan menampilkan 45 hasil riset dan proyek implementasi pemantapan emsii karbon di Indonesia. Acara diadakan BPPT bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, IPB dan Universitas Gottingen, Jerman. Hasil lokakarya akan menjadi masukan untuk menyusun position paper Indonesia pada pertemuan para pihak (COP) ke-21 di paris, Desember 2015. tambah Ketua Penyelenggara Ridwan Djamaludin.

    Pada kesemepatan itu, Menko Maritim berpesan agar Indonesia berpartisipasi dalam merumuskan target-target SDG (Sustainable Development Goal) yang akan dibicarakan pada konferensi PBB di New York, September mendatang. Dari sisi kemaritiman, lanjutnya, setidaknya Indonesia berkepentingan pada tiga terget: yaitu target ke 13, 14 dan 15. Target 13 meliputi pelaksanaan aksi segera untuk mengatasi perubahan iklim. Target ke-14 tentang konservasi dan penggunaan lestari sumberdaya laut dan samudra untuk pembangunan berkelanjutan. Dan, target ke-15 adalah melindungi, merestorasi, mendorong pemanfaatan ekosistem teresterial yang berkelanjutan, mengelola hutan berkelanjutan, serta memperbaiki degradasi lahan dan menghentikan penurunan keragaman hayati.

    Untuk diketahui, Indonesia berjanji memenuhi target reduksi emisi sebesar 26% pada tahun 2010. Bahkan bisa ditingkatkan menjadi 41% jika mendapat bantuan dana internasional.Untuk mencapai target tersebut berbagai upaya telah, sedang dan akan terus dilakukan. Indroyono menjelaskan, pihaknya akan mendorong riset potensi padang lamun dan mangrove dalam menyerap gas-gas penyebab efek rumah kaca. Dengan luas padang lamun 3,1 juta ha dan mangrive seluas 3,5 juta ha, diperkirakan dari sisi pesisir saja, Indonesia bisa mengurangi emisi karbon sebesar 15 juta ton CO2 per tahun melalui padang lamun dan sekitar 120 juta ton CO2 melalui hutan mangrove.

    Beberapa sumber pendanaan untuk riset dan implementasi tersedia. Antara lain dari Global Environment Facility yang menyediakan hibah 4,3 milyar dolar selama periode 2014-2018. Indonesia setidaknya bisa memanfaatkan dana itu untuk tiga proyek: mangrove, pembasahan gambut, dan program rintisan perikanan pantai.

     

    Umum

    Tingkatkan Peran Guru Besar dalam Pengembangan Peradaban
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti Mohamad Nasir dalam Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB-ITB), di Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Kamis (22/2/2018).Ageng Prasetyo/BKKP...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek