Homepage > TIK > Konten Informasi > Mahasiswa UGM Melaju ke Final Asia Social Innovation Award 2016
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1621
    Guest : 1622
    Members : 0

    Mahasiswa UGM Melaju ke Final Asia Social Innovation Award 2016

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    Silva Eliana (FKG) dan Arief Faqihudin (FT)  memperagakan aplikasi COASS (foto humas UGM)

    Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) terpilih menjadi pemenang kompetisi Asia Social Innovation Award 2016 tingkat nasional. Silva Eliana (FKG) dan Arief Faqihudin (FT) akan mewakili Indonesia dalam final kompetisi tingkat Asia pada 16-19 Februari 2017 di West Kowloon, Hongkong.

    Dalam kompetisi ini, Silva dan Arief mengusung ide bisnis sosial berupa pengembangan aplikasi bernama COASS yang meraih penghargaan "Best Social Start-up Ide". Aplikasi ini dapat menghubungkan mahasiswa profesi dokter gigi atau ko-asistensi (ko-ass) dengan pasien sesuai dengan kebutuhan dan jadwal perawatan keduanya.

    “COASS merupakan platform yang mempertemukan kebutuhan perawatan dan jadwal yang sesuai antara pasien dan mahasiswa ko-ass,” jelas Silva di Kampus UGM, pada Senin (9/1/2016).

    Silva menyampaikan ide COASS berawal dari keprihatinan terhadap minimnya jumlah dokter gigi di Indonesia. WHO menetapkan rasio ideal  jumlah dokter gigi dengan penduduk yaitu 1:2.000. Keberadaan dokter gigi di Indonesia dibandingkan dengan jumlah penduduk masih di bawah rasio ideal yakni 1:22.000.

    “Jumlah dokter gigi di Indonesia jauh dari ideal. Bahkan diperparah persebarannya belum merata, 70 persen masih terpusat di Pulau Jawa ,” tutur Silva.

    Sementara itu, tiap tahunnya hanya ada tambahan sekitar 600 dokter gigi lulusan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.  Dengan kondisi ini, diproyeksikan rasio ideal baru akan tercapai pada 2030. Salah satu faktor yang mempengaruhi lambatnya lulusan dokter gigi adalah adanya keterlambatan dalam pendidikan profesi. Normalnya, pendidikan profesi ditempuh dalam waktu 1,5-2 tahun. Kenyataannya, hampir 50 persen mahasiswa menempuhnya lebih lama karena berbagai faktor.

    Salah satunya, karena mahasiswa ko-ass kesulitan mendapatkan profil pasien yang tepat sesuai kebutuhan atau persyaratan. Persoalan jadwal turut berkontribusi memperlambat pendidikan profesi ini. Kesulitan umum yang dialami adalah jadwal ko-ass tidak tepat dengan pemeriksaan pasien, sementara ko-ass dibatasi waktu. Masalah lainnya, pasien tidak memiliki cukup uang sehingga ko-ass harus membayar untuk menampung pengobatan.

    “Harapannya, aplikasi COASS ini memberikan kemudahan bagi pasien dan mahasiswa ko-ass untuk bertemu. Dengan begitu mahasiswa ko-ass dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu,” paparnya.

    Dalam final Asia Social Innovation Award, Aplikasi COASS akan berkompetisi dengan 10 pemenang regional. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Social Ventures Hongkong ini bertujuan memberikan solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di Asia. Kompetisi diikuti ratusan peserta dari negara kawasan Asia seperti Indonesia, Hongkong, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Thailand, Vietnam dan lain-lain.

    Para pemenang regional berkesempatan mengasah ide dan pengembangan model bisnis melalui pembinaan dalam lokakarya start up sosial serta pitching ide di Hongkong. Ide terbaik hasil pitching akan dipilih menjadi pemenang yang akan meraih Grand Award Sosial Innovator 2017. Pemenang akan mendapatkan uang pembinaan sebesar 9.020 USD, berhak memperoleh coaching dan masuk dalam keanggotaan “House of Social Innovators” selama 1 tahun. 

     

    Umum

    Cegah Korupsi Sistemik, Tiga Lembaga Matangkan Penerapan SNI ISO 37001
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Kepala BSN Bambang Prasetya dalam pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (23/2/2018)....

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek