Homepage > TIK > Infrastruktur Informasi > BPPT Siapkan Teknologi Pemilihan Elektronik
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 2022
    Guest : 2022
    Members : 0

    BPPT Siapkan Teknologi Pemilihan Elektronik

    Penilaian Pengguna: / 1
    JelekBagus 

    e-vote

    Pemilu elektronik secara teknis sudah bisa dilakukan di Indonesia. Hal ini disampaikan Kepala Program E-Voting  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Andrari Grahitandaru di sela Dialog Menuju Pemilihan Elektronik di Indonesia, di Jakarta, Rabu (21/9).

    “Pada dasarnya suatu teknologi itu tidak bisa dibendung penggunaannya. Dan penggunaan teknologi dalam pemilihan adalah suatu tawaran untuk memudahkan serta efisiensi. Indonesia sebetulnya secara teknik sudah memiliki prototype perangkat pemilihan elektronik itu,”kata Andrari.

    Andrari menegaskan pemilihan elektronik sudah bisa dijamin keamanannya karena dirancang sesuai prosedur keamanan dan sudah mendapat SNI pada 2010.

    “Standar keamanannya secara umum juga merujuk standar internasional. Namun kita masih butuh standar yang lebih khusus lagi,” jelasnya.

    Namun kesiapan teknis saja belum cukup untuk mendukung pelaksanaan pemelihan elektronik karena ada beberapa syarat lagi yang harus dipenuhi.

    “Ada empat yang harus dipenuhi selain kesiapan teknis yaitu penerimaan masyarakat, politik dan hukum. Jadi kesiapan teknis saja belum cukup harus dan tiga hal itu masih harus diperjuangkan lagi,” katanya.

    Untuk mendukung pemilihan secara elektronik ini pemerintah sedang merevisi peraturan terkait pemilihan presiden dan legislatif.

    Sementara itu yang juga tidak kalah penting menurut Andrari sikap partai politik terhadap pemilihan elektronik. Jaminan keakurasian pemilihan elektronik belum sepenuh bisa diterima kalangan politik.

    Andrari berani menjamin kalau pemilihan elektronik ini bisa diterapkan banyak manfaat yang bisa dipetik. Diantaranya adalah kecil kemungkinan merekayasa suara. Pemilihan secara elektronik menjamin hanya pemilih yang berhak yang dapat memilih. Selain itu setiap pemilih hanya dapat memilih satu kali.

    Manfaat lainnya tidak ada yang dapat mengetahui pilihan pemilih. Perhitungan hasil juga bisa lebih cepat. Sebab tabulasi data lokal dilakukan realtime oleh mesin dan pengiriman suara langsng dari TPS ke KPU.

    Penghitungan 200 suara bisa dilakukan dalam 40 menit. Waktu yang dibutuhkan pada tahap pasca pemungutan juga bisa langsung diperoleh dan langsung ditayangkan. Sementara pemilihan konvensional membutuhkan waktu lama.

    “Dengan e-voting dijamin transparansinya karena hasilnya dapat diaudit serta efisiensi biaya. Karena tidak memerlukan kertas suara cukup mesin e-voting yang multifungsi dan kertas struk,” tambah Andrari.

    Adanya pendapat pelaksanaan pemilihan elektronik membutuhkan dana banyak Andrari mengatakan bisa diatasi dengan menggunakan perangkat yang ada misalnya menggunakan komputer yang ada di sekolah-sekolah.

    Efisiensi pemilihan secara elektronik menuntut pula dukungan data yang akurat seperti KTP elektronik.  “Data E-KTP bisa sangat membantu. Meskipun pada hari pemilihan elektronik data tersebut harus diverifikasi keakuratan,” ucapnya.

    Meski secara keseluruhan penerapan pemilihan secara nasional masih menunggu paying hukum. Beberapa daerah sudah menggunakan pemilihan elektronik seperti pemilihan kepala dusun di Jembrana, Bali.

    Di Kabupaten ini pemilihan secara elektronik sudah dilakukan sebanyak 96 kali. Hal ini bisa terjadinya karena ada Perda yang sudah memberikan naungan hukum terhadap pelaksanaan pemilihan elektronik.  Pemerintah Kabupatennya sudah merasakan keefisienan pemilihan secara elektronik ini salah satu sebabnya pemilihannya menggunakan sumber daya yang ada yakni di komputer yang ada di sekolah.

    Sementara di daerah Bengkulu pemilihan kepala daerahnya sudah menggunakan penghitungan secara elektronik. Jadi suara-suara hasil pemungutan bisa langsung dikirim dari TPS langsung ke pusat data penghitungan suara.

    Andrari menyebut  prosedur, tata kelola atau pedoman pemilihan elektronik harus menjadi perhatian penting. Hal itu harus dikerjakan bersama pihak-pihak terkait agar pemilihan elektronik dapat dilaksanakan secara jujur adil. 

    Jika daya dukungnya sudah lengkap maka pemilihan elektronik hanya masalah waktu dan kemauan untuk melaksanakan hak demokrasi secara transparan.

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek