Homepage > TIK > Infrastruktur Informasi > Peta, Dibutuhkan Namun Dihiraukan
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 2602
    Guest : 2606
    Members : 0

    Peta, Dibutuhkan Namun Dihiraukan

    Penilaian Pengguna: / 4
    JelekBagus 
    SISN2Peta dasar maupun data dan informasi berbasis spasial lainnya memiliki peran sangat strategis dalam menjaga keutuhan suatu negara, merencanakan program pembangunan dan memonitornya, penataan ruang. Namun begitu, hingga kini kesadaran pemerintah, masyarakat akan manfaat dan pentingnya peta masih sangat rendah.

    Di sisi lain, hingga kini masih ada kesulitan mensinergikan berbagai data data dari berbagai institusi. Selain itu, aplikasi berbasis data spasial untuk berbagai keperluan masih sangat kurang.

    Demikian antara lain permasalahan yang mengemuka dalam diskusi Road the5th Indonesian Geoinformation Technology Exhibition (IGTE) 2010 dan peluncuran buku “Survei dan Pemetaan Nusantara yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) kemarin di Jakarta.

    Dr. Asvi Warman Adam, ahli sejarah dari LIPI menyebutkan, peta adalah alat untuk menjaga keutuhan NKRI. “Peta adalah tulang punggung nasionalisme. Rasa kebangsaaan dibentuk lewat peta,” kata Asvi dalam diskusi. Menyadur pendapat Ben Andersen, Asvi menyebutkan, peta adalah satu dari tiga unsur pembentuk komunitas atau negara. Dua lainnya adalah sensus dan museum.

    Namun, hingga kini, katanya, di Indonesia peta belum dianggap penting. Kesadaran pemerintah dan masyarakat akan manfaat peta belum terbangun. Peta baru dicari saat ada kejadian genting. Pada kasus Amabalat, misalnya, pejabat Indonesia baru secara reaktif mencari peta Indonesia di perpustakaan KITLV di Leiden.

    Contoh lain, menanggapi kasus Ambalat, sekelompok pemuda di Semarang melakukan cap darah, bertekad membela Ambalat dan bersedia diterjunkan dan menancapkan bendera Merah Putih. “Ini menunjukkan pemahaman masyarakat yang masih lemah terhadap peta. Kalau tahu Ambalat itu bukan pulau, melainkan berupa daratan di dalam laut, mereka tak akan mengatakan bersedia diterjunkan ke Ambalat,” papar Asvi.

    Sosiolog Imam Prasodjo yang banyak terlibat membantu korban bencana gempa juga mengatakan hal senada. Dikatakan, di Indonesiaa peta baru dibutuhkan saat terjadi bencana. “Celakanya, peta yang dibutuhkan tak ada. Saat terjadi bencana, kita butuh peta setidaknya untuk mengetahui lokasi yang paling parah terkena gempa,  menentukan lokasi pengungsian, lokasi untuk mendrop logistik dari helikopter, dan dimana lokasi fasilitas vital seperti rumah sakit, “ kata Imam.

    Selain itu, tambah Imam, berdasarkan pengalamannya ia harus melakukn tour dari satu instansi ke instansi lain untuk mendapatkan suatu peta karena peta masih tercerai-berai.

    Diakui Kepala Bakosurtanal R.W. Matindas mengatakan, selain Bakosurtanal, ada lembaga lain yang juga membuat peta. Misalnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) membuat peta untuk keperluan pertanahan, ESDM membuat peta tentang soil, Kehutanan membuat peta hutan.

    “Hingga saat ini data tersebut masih tercerai-berai di berbagai instansi,” kata Matindas. Untuk mensinergikan data dari berbagai institusi tersebut perlu dibangun sistem yang sama. “Perlu ada aturannya agar data yang dibuat mengikuti standar dan format tertentu agar dapat diakses,” terang matindas. Untuk itu berdasarkan Peraturan Presiden No.85 Tahun 2007, Bakosurtanal sejak lima tahun lalu membangun jaringan data spasial nasional dengan membangun simpul-simpul  jaringan di tingkat pusat maupun kabupaten/kota.

    Diakui Matindas, hingga kini proses menghimpun data dari berbagai instansi masih terus dilakukan Bakosurtanal. “Ini tidak mudah karena terkait dengan lembaga pemerintah lain,” katanya.

    Menanggapi hal itu, Imam Prasodjo berpendapat tentang perlunya ada kementerian khusus untuk urusan peta agar masalah tembok-tembok antarinstansi dapat diatasi dan masyarakat bisa memperoleh data dan informasi spasial yang sinergis, yang memuat berbagai data mulai dari kependudukan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sumberdaya alam.

    Sementara itu, Matindas mendorong lahirnya industri untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi berbasis data dan informasi geospasial untuk berbagai sektor. “Kami sudah kumpulkan data selama 40 tahun. Untuk apa data itu kalau tidak digunakan?” kata Matindas.

    Bambang, asisten pada Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) menceritakan pengalamannya mengembangkan aplikasi data dan informasi geospasial untuk pelaporan kepada lembaga donor saat rehabiliatasi Aceh pascatsunami. “Dengan dilengkapi koordinat, lembaga donor dapat melihat langsung (lewat situs web) bantuannya sudah digunakan untuk membangun suatu fasilitas. Akuntabilitasnya lebih akurat,” katanya.

    Saat ini, tambah Bambang, UKP4 juga menggunakan data dan informasi geospasial untuk memonitor progres pembangunan dan pemakaian dana pembangunan di berbagai institusi. “Ini lebih memudahkan karena dalam satu lokasi kita bisa mendapatkan berbagai informasi,” katanya.  (dra)
     

    Umum

    Inilah SNI Wajib untuk Mainan Anak
    Selasa, 23 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Jakarta, Technology-Indonesia.com - Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan beberapa Standar Nasional Indonesia (SNI)  tentang Mainan Anak. Sebagian SNI Mainan Anak...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek