Homepage > Energi > Konservasi Energi > BPPT Gelar Temu Mitra Energi
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1590
    Guest : 1591
    Members : 0

    BPPT Gelar Temu Mitra Energi

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    Jakarta - Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan meningkatkan kebutuhan energi. Di sisi lain, penggunaan energi berdampak pada pemanasan global. Karena itu, pemanfaatan energi yang bersih dan ramah lingkungan harus terus didorong dalam upaya pengurangan emisi karbon.

    Menurut Kepala BPPT, Unggul Priyanto kebijakan energi nasional dilakukan dengan mengubah paradigma dalam memandang sumber energi dari sebagai komoditas menjadi modal pembangunan. "Paradigma kedua adalah mengubah pengelolaan dari sisi suplai menjadi pola pengelolaan dari sisi kebutuhan," tegas Unggul dalam acara Energy Partners Gathering B2TE-BPPT bertema Clean Energy for Brighter Future, Di Jakarta, Selasa (1/12).

    Di samping itu, lanjut Unggul, upaya pemerintah dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang tertuang dalam program 35.000 MW memerlukan peningkatan komponen dalam negeri. "Hal ini dapat memberikan stimulus bagi roda ekonomi nasional dan menciptakan tambahan peluang kerja baru," kata Unggul

    Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) BPPT, mempunyai program untuk menyusun rekomendasi dan memberi masukan terkait teknologi apa saja yang harus dikembangkan dan diterapkan untuk mencapai target elastisitas menuju cita-cita kemandirian energi. "Ada lima fokus kegiatan guna mencapai tujuan tersebut yaitu riset mengenai batere, kogenerasi, boiler ultra kritikal untuk pembangkit listrik, pengembangan dan penerapan sistem manajemen energi serta Wind Hybrid Power Generation," lanjutnya.

    Untuk bidang konservasi energi, BPPT melayani berbagai pengujian efisiensi energi peralatan-peralatan  baik untuk industri maupun rumah tangga. Sehingga publik mengerti informasi keefisienan suatu peralatan sehingga mendorong untuk turut melakukan usaha konservasi energi.

    Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Jumain Appe mengungkapkan saat ini elastisitas energi Indonesia masih di atas 1 persen per kapita. "Artinya penggunaan energi masih terbilang tidak efisien," lanjutnya.

    Untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, Jumain merujuk Perpres No 5 Tahun 2006 yang menyebut kebijakan energi di tahun 2025 mencantumkan pemenuhan pembangkit listrik 49.000 MW dan lima tahun ke depan ditargetkan penyediaan 35.000 MW listrik.

    "Dalam pemenuhan itu, 35% porsi batubara dan jumlah batubara yang dibutuhkan besar. Karena sumber energi ini polutif, jika ingin mengembangkan harus membuang kandungan polusi melalui gasifikasi atau pencairan batubara," ungkapnya.

    Ia berharap batubara yang akan digunakan sudah mendapat sentuhan teknologi sehingga menjadi sumber energi bersih.

    Kepala B2TE BPPT Andhika Prastawa, berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah sosialisasi, networking, dan berbagi tentang keberhasilan pengelolaan energi. Dalam rangka perencanaan efisiensi energi secara nasional, B2TE juga akan melakukan kajian dan penyusunan buku prosedur standar dan teknik aduan audit energi. Buku tersebut merupakan akumulasi dan kulminasi dari berbagai pengalaman B2TE di bidang audit energi.

     

    Umum

    Cegah Korupsi Sistemik, Tiga Lembaga Matangkan Penerapan SNI ISO 37001
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Kepala BSN Bambang Prasetya dalam pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (23/2/2018)....

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek