Homepage > Energi > Konservasi Energi > Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 942
Guest : 942
Members : 0

Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

alt

 
Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasional merupakan pilihan yang logis dan strategis dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional, serta untuk mengejar ketertinggalan.
 
“Itu sebabnya segala upaya yang kita curahkan secara terus-menerus dalam membangun infrastruktur yang pada dasarnya bukan untuk memenuhi keinginan kita untuk bermewah-mewah. Tetapi semata-mata untuk memenuhi kebutuhan sekaligus mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain yang telah terlebih dahulu membangun infrastrukturnya,” papar Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono. M.Sc.pada acara Penganugerahan Perekayasa Utama Kehormatan 2017 di Jakarta, Kamis (3/8/2017).
 
Dalam orasi ilmiah berjudul "Terobosan Dalam Pembangunan Infrastruktur Untuk Mengejar Ketertinggalan," pria yang menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini mengatakan daya saing Indonesia dalam konteks global berada pada peringkat 41. Sementara, peringkat daya saing infrastruktur Indonesia mengalami peningkatan dari posisi 92 pada tahun 2013, berhasil naik ke peringkat 60 pada 2017.
 
“Kita perlu terus menerus meningkatkan daya saing tersebut secara konsisten dan sistematis melalui pelayanan infrastruktur seperti irigasi, bendungan, jalan dan jembatan, pelabuhan laut, pelabuhan udara, sanitasi dan air minum, serta perumahan,” kata pria kelahiran Surakarta, 5 November 1954 ini.
 
Menurut Basuki, fakta memperlihatkan adanya kemajuan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. “Namun semua yang kita raih itu belum cukup memadai karena sesungguhnya kita telah tertinggal bahkan dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia,” kata anggota Dewan Pakar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ini.
 
Lebih lanjut Basuki memaparkan, kini rakyat Indonesia memiliki ekspektasi lebih tinggi atas layanan infrastruktur yang lebih berkualitas. Sehingga sudah selayaknya kita harus dapat memberikan respon yang tepat atas tuntutan masyarakat tersebut secara adil, sesuai prinsip infrastructure for all. Konsep ini menempatkan infrastruktur untuk seluruh lapisan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
 
“Lahirnya infrastruktur yang berkualitas tidak dapat dilepaskan dari perencanaan dan pemograman yang matang dan terlembaga dengan baik. Untuk itu pada 2015, Kementerian PUPR melahirkan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah agar proses perencanaan lebih terpadu dan pemograman berjalan lebih sinkron dan terukur dengan pendekatan wilayah pengembangan strategis,” kata suami dari Kartika Nurani ini.
 
Pemberian Gelar Perekayasa Utama Kehormatan bidang infrastruktur kepada Basuki dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) didasarkan pada jasa-jasanya yang sangat besar dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia dalam memimpin pengembangan inovasi teknologi/kerekayasaan pada bidang infrastruktur. Penghargaan ini diputuskan berdasarkan hasil Sidang Majelis Perekayasa pada 24 Mei 2017.
 
Beberapa contoh prestasi inovasi teknologi/kerekayasaan yang telah dikembangkan oleh Basuki antara lain untuk ketahanan pangan dan pangan telah diselesaikan pembangunan tujuh bendungan yaitu Jatigede (Jawa Barat), Titab (Bali), Nipah (Jawa Timur), Bajulmati (Jawa Tengah), Rajui dan Paya Seunara  (Aceh), serta Teritib (Kalimantan Timur). Saat ini secara paralel sedang dikerjakan 32 bendungan di seluruh Indonesia.
 
Untuk meningkatkan konektivitas telah selesai dilaksanakan pembangunan 2.623 km jalan baru, termasuk jalan trans dan perbatasan di Papua dan Kalimantan. Pada tahun 2016 telah dioperasikan 176 km tol baru dan 392 km tol baru pada 2017. Serta pembangunan 7 Pos Lintas Batas Negara dan prestasi lainnya.
 
Bapak dari tiga anak ini telah lebih dari 30 tahun mengabdi di instansi Pekerjaan Umum (PU) dan dikenal sebagai pekerja lapangan dan menguasai medan pekerjaannya. “Banyak yang pintar hanya di meja, kalau beliau ini dua-duanya. Beliau telah membuktikan, apa yang dibuat lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah dari sebelumnya,” puji Wakil Presiden Jusuf Kalla yang hadir dalam acara penganugerahan tersebut.
 
Selepas lulus dari SMA Negeri 5 Surabaya, Basuki kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM)  Jurusan teknik geologi. Basuki yang meraih gelar insinyur pada usia 25 tahun, memilih menjadi pegawai negeri sipil di Kementerian PU. Pegawai Teladan Departemen PU tahun 1995 ini mendapat beasiswa untuk melanjutkan jenjang magister dan doktor di Colorado State University, USA.
 
Berbagai posisi di Kementerian PU telah dia duduki antara lain sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, lalu Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, hingga Direktur Jenderal Penataan Ruang.
 
Di luar instansi pekerjaan umum, Basuki dipercaya untuk melaksanakan tugas khusus nasional menjadi Deputi Operasi Pengembangan Lahan Gambut (PLG ) 1 Juta hektar di Kalimantan Tengah (1997-1998), Ketua Kelompok Kerja SDA Rehabilitasi Pasca Tsunami Aceh (2004-2005), Ketua Tim Independen Penanggulangan Kerusakan Jalan Tol Purbaleunyi (2006), dan Ketua Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (2006-2007).
 
Pria penyuka musik Rock and Roll ini telah menerima berbagai penghargaan antara lain Satyalancana Karya Satya X (2001), Satyalancana Karya Satya XX (2003), Satyalancana Pembangunan (2003), Satyalancana Wirakarya (2005), Satyalancana Kesejahteraan Sosial Pasca Tsunami NAD (2005) serta Satyalancana Karya Satya XXX (2014).
 
 
 
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16
Buah Lokal Vs Buah Impor

Buah Lokal Vs Buah Impor

... READ_MORE
Senin, 11 Juli 2011 15:04

Umum

article thumbnail 25 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Armenia
Kamis, 21 September 2017 | Setiyo Bardono

  Technology-Indonesia.com - Perayaan Hari Kemerdekaan Armenia ke 26 yang jatuh pada 21 September bertepatan dengan peringatan ke 25 hubungan bilateral Indonesia dan...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailJejak Meteor di Antartika
20/08/2015 | Dedi Junaedi

  Menjelang akhir tahun 2014, Geofisikan Jerman menjejak fenomena tidak biasa. Dalam satu penerbangan rutin di wilayah kutub Utara, dia menyaksikan adanya jejak aneh membekas di atas hamparan es lau [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailProf. Dr. Kris Tri Basuki
21/08/2015

Dua jenjang pendidikan tinggi sebelumnya, Sarjana Muda maupun Sarjana, yang ditekuni Kris, di Universitas Gajah Mada (Yogyakarta), adalah di bidang kimia. Tetapi, saat memilih program Pasca Sarjana di [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek