Homepage > Energi > Konservasi Energi > Hemat Energi "Potong 10 Persen" Lebih Murah Daripada Bangun Pembangkit Listrik
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1315
    Guest : 1315
    Members : 0

    Hemat Energi "Potong 10 Persen" Lebih Murah Daripada Bangun Pembangkit Listrik

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
     
    Technology-indonesia.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) makin intensif menggalakkan perilaku hemat energi  "Potong 10 Persen". Targetnya, hemat energi harus menjadi budaya seluruh komponen masyarakat. Selain hemat biaya, hemat energi lebih mudah dilakukan daripada menciptakan energi untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
     
    Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Rida Mulyana  menyatakan sangat mudah menghemat 1 watt dibandingkan harus membangun 1 watt. Untuk menciptakan 1 MW jauh lebih sulit dibandingkan kita harus menghemat 1 MW. 
     
    “Dimulai dari yang langkah sederhana dengan mematikan laptop, TV yang tidak digunakan. Bayangkan kalau dilakukan di seluruh indonesia,” terang Rida saat konferensi pers acara Gerakan Hemat Energi "Potong 10 Persen" di Balikpapan, Sabtu (20/5/2017). 
     
    Selanjutnya, pada hari Minggu (21/5/2017), akan dilaksanakan kampanye Potong 10 persen secara serentak di tiga kota, yaitu Denpasar (Bali), Balikpapan (Kalimantan Timur), dan Makassar (Sulawesi Selatan), agar gerakan ini semakin masif dan masyarakat semakin peduli pentingnya hemat energi.
     
    Gerakan hemat energi "Potong 10 Persen" merupakan upaya pemerintah dalam mewujudkan energi berkeadilan serta sejalan dengan paradigma pengelolaan energi global. Selama 10 tahun terakhir, konsumsi energi naik sebesar 7% per tahun. Sementara, 94% dari kebutuhan energi nasional bergantung pada sumber energi fosil. 
     
    Maka, penghematan energi adalah langkah tepat dalam memanfaatkan energi yang bertanggung jawab. Bagian dari program konservasi energi ini ditujukan ke semua pihak mulai dari Rumah Tangga (RT), industri, transportasi, gedung komersial hingga fasilitas umum.
     
    Rida menegaskan, kalau ditanya siapa yg harus berhemat? Semua orang. Kapan harus dilaksanakan? Sekarang juga. “Kalau dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai pihak, terus-terusan, mudah-mudahan akan menjadi kebiasaan, dimulai dari diri sendiri,” tegas Rida. 
     
    Berdasarkan data PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) 2015, total konsumi energi di tiga kota, yaitu Denpasar, Balikpapan, dan Makasar adalah 12.080,94 GWh atau sekitar 12,1 Terra Watt Hour (TWh). Apabila program ini berjalan optimal di seluruh kota besar di Indonesia, ini dapat menunda kebutuhan pembangunan pembangkit listrik sebesar 2 GW dengan nilai sekitar Rp18,4 triliun.
     
    Penghematan yang didapat dari gerakan hemat energi "Potong 10 Persen" selama satu tahun untuk ketiga wilayah tersebut adalah 679,65 GWh atau setara Rp997,04 miliar, dengan rincian Bali 212,62 GWh (Rp311,91 M); Balikpapan 205,68 GWh (Rp301,74 M) dan Makassar 261,35 GWh (Rp383,39 M). 
     
    Berbagai komponen masyarakat turut hadir untuk memeriahkan kegiatan yang dikemas dalam bentuk funbike dan funwalk, mulai dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), jurnalis, netizen, blogger, asosiasi, Kementerian/Lembaga, Badan Usaha/BUMN, berbagai komunitas, akademisi, hingga masyarakat umum. 
     
    Kementerian ESDM berharap seluruh komponen masyarakat tidak berhenti pada kegiatan kampanye saja, namun diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga akan menjadi gaya hidup. Jika dilakukan secara masif, maka kedaulatan energi dapat segera terwujud. 
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek