Homepage > Energi > Konservasi Energi > Banjir Jakarta, Banjir Pesanan?
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 1469
Guest : 1469
Members : 0

Banjir Jakarta, Banjir Pesanan?

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Bumi pertiwi seakan tak bosan menerima bencana dari satu wilayah ke wilayah lain. Tanah longsor, banjir bandang, gempa bumi, kebakaran lahan, dan berbagai bencana alam lain sering menyapa tanah zamrud khatulistiwa. Selain memang fenomena alam yang ditakdirkan oleh Sang Pencipta, kita semua juga perlu untuk introspeksi dan merenung sejenak, sudah berapa banyakkah andil kita terhadap munculnya bencana-bencana tersebut?

Coba kita tengok, banjir Jakarta, satu diantara berbagai bencana yang sering melanda tanah air. Kenapa hampir tiap tahun ibu kota negara ini tersapa oleh banjir? Sampai hebatnya isu banjir Jakarta, fenomena ini dijadikan komoditas politik oleh salah satu calon Gubernur DKI pada pilkada tahun 2013 lalu. Pilihlah si fulan, insya Allah banjir jakarta selesai dalam waktu kurang dari 3 tahun.. Eh, belum tuntas pekerjaannya, muncul lagi opini lanjutan. Banjir Jakarta tidak cukup ditangani oleh Pemerintah Propinsi, harus ada dukungan dari Pemerintah Pusat. Jadikan si fulan sebagai Presiden, insya Allah masalah Jakarta beres.  Coba kita lihat dalam satu dua tahun ke depan, akankah muncul opini baru lagi, kalau persoalan Jakarta tak cukup ditangani oleh Pemerintah Republik Indonesia….

Banjir Jakarta selalu dikaitkan dengan istilah kiriman air dari Bogor. Hampir sebagian besar media cetak maupun elektronik menitipkan istilah’air kiriman’dari Bogor. Hal ini secara tidak langsung menyederhanakan masalah, bahwa, banjir Jakarta bukan salah warganya, tapi salah Bogor yang mengirimkan air terlalu banyak saat musim hujan. Opini tersebut bertambah kuat saat debit air hulu Ciliwung mencapai puncaknya.

Untuk wilayah DKI Jakarta, Daerah Aliran Sungai (DAS) yang melaluinya adalah DAS Ciliwung. Hulu sungai Ciliwung sendiri berasal dari Desa Tugu Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor). Hulu sungai ini kemudia mengalir melintasi Ciawi, Kota Bogor, Depok, dan bermuara bermuara di Teluk Jakarta.  Panjang sungai Ciliwung sendiri  sampai ke pintu Manggarai sekitar 117 km dengan luas areal 347 km2.

Secara ilmiah, tingginya debit air sungai pada saat musim hujan tidak terlepas dari tingginya limpasan air ke sungai. Aliran air (run off)  pada saat terjadi curah hujan tidak bisa secara maksimal diserap oleh tanah dan menimbulkan limpasan air yang tinggi. Lantas, kenapa kemampuan tanah dalam menyerap aliran permukaan menjadi menurun?

Coba kita lihat kondisi muka lahan di wilayah DAS Ciliwung. Dari mulai hulu, tengah, sampai hilir, muka lahan di areal DAS Ciliwung sudah dipenuhi oleh bangunan dan lahan yang terbuka. Peran areal terbuka hijau yang berfungsi untuk tata air telah berganti dengan areal beton bangunan dan aspal jalan. Jika dilihat melalui citra landsat, kawasan puncak sebagai daerah hulu Ciliwung telah banyak dibangun vila, hotel, dan banguna peristirahatan. Begitu juga di daerah hilir Jakarta. Dengan demikian, kapasitas tanah yang seharusnya dapat menyimpan air maksimum sebanyak 50 % dari volume tanah, menjadi tidak berfungsi. Ibarat jalan tol, maka curah hujan yang rata-rata besarnya antara 3000 – 4000 mm/tahun pun langsung bablas ke sungai dan menimbulkan limpasan yang tinggi.

Kita harus akui secara jujur, banjir lebih banyak disebabkan oleh aktivitas manusia itu sendiri. Banjir yang terjadi, selain karena kerusakan lingkungan di daerah hulu, juga diperparah oleh sistem tata wilayah di daerah tengah dan hilir. Penyumbatan aliran sungai, pembangunan di bantaran sungai, hingga sistem saluran air yang tidak baik juga sangat berpengaruh terhadap terjadinya banjir. Lihatlah bangunan-bangunan ruko di sepanjang bantaran sungai dari mulai bogor sampai Jakarta, ulah siapakah itu?

Sudah saatnya kita kembali merancang strategi pengendalian banjir melalui perbaikan lingkungan (environmental engineering) dan perbaikan saluran air (civil engineering) yang komprehensif. Hentikan perijinan bangunan di 50 meter kanan kiri sungai, buat sumur dalam untuk penyimpanan air, tanam pohon dan buat ruang terbuka hijau, bersihkan saluran air, buang sampah pada tempatnya, dan satu lagi, lupakan bahwa banjir itu merupakan banjir kiriman ataupun banjir pesanan. Karena kita pun lagi-lagi harus jujur mengakui bahwa banjir ini juga pesanan kita. Bencana ini adalah bencana pesanan kita.

(Atang Trisnanto, alumnus pascasarjana IPB dan pemerhati kehutanan dan lingkungan hidup)

 

 
Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailRiset Baru Menggoyang Standar Model Partikel
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Teori Standar Model yang selama ini cukup mapan untuk menjelaskan komposisi partikel dalam suatu materi terancam goyah. Pasalnya, hasil riset terbaru menunjukkan aktivitas subatomik yang menyimpang da [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailRatno Nuryadi, Profesor Riset Bidang Elektronika
09/06/2016

Penelitian tentang nanosensor (sensor nano), salah satu produk nanoteknologi berbasis elektronik mengantar Dr. Ratno Nuryadi, M.Eng meraih gelar profesor riset bidang elektronika. Dalam prosesi peng [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek