Homepage > Energi > Kelistrikan > Swasembada Listrik di Kawasan Industri Menanti Regulasi
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1656
    Guest : 1657
    Members : 0

    Swasembada Listrik di Kawasan Industri Menanti Regulasi

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    JAKARTA - Kawasan industri membutuhkan kepastian pasokan listrik untuk menjalankan berbagai aktivitas. Pembangunan pembangkit listrik dalam satu kawasan industri bisa menjadi solusi.

    Keuntungan pembangkit listrik di kawasan industri bisa memberi kepastian tegangan daya listrik tidak hilang atau turun. Investasi pada jaringan transmisi tidaklah besar, karena konsumen yang akan dialiri listrik jaraknya masih dalam satu kawasan.

    Hal ini menjadi pusat penelitian bersama antara General Electric (GE) dengan Price Waterhouse Coopers (PwC). Kajian dilakukan selama 6 bulan kepada pengelola dan penyewa kawasan industri di sekitar Jabodetabek.

    Country Leader for GE Gas Power Systems, George Djohan mengatakan swasembada pengembangan dan pengelolaan kelistrikan di kawasan industri menghemat biaya operasional USD 415 juta dalam satu tahun, setara dengan 0,9 sen per Kilowatt hour (Kwh). Dan juga memberikan kepastian pasokan listrik bagi kawasan industri tersebut.

    Selain itu, mengurangi loss atau kehilangan daya listrik, karena antara pembangkit dan pemakai terletak dalam satu kawasan. "Ini keuntungan besar yang didapat bagi konsumen dan perusahaan pembangkit," terang George kepada insan pers di Jakarta, Selasa (22/3/2016).

    Menurut George, hal ini menjadi peluang bagi perusahaan industri kepembangkitan listrik di tanah air. Apa lagi indonesia sudah ditetapkan akan menjadi negara industri pada 2019. Untuk itu, Kementerian Perindustrian menetapkan 13 kawasan industri dan 10 zona Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di luar pulau Jawa. Semua Kawasan industri dan KEK ini sangat memerlukan infrastruktur kelistrikan.

    Dengan pemberlakuan UU no. 3 tahun 2014 tentang hilirisasi hasil di dalam negeri, sekarang sudah ada 23 industri pemurnian mineral (smelter) dibangun di Indonesia. Industri Smelter memerlukan energi kelistrikan sangat besar. Satu smelter memerlukan minimal 2 Giga Watt (GW). "Ini sebuah prospek yang sangat besar bagi perusahaan pembangkit listrik membangun pembangkit di dalam kawasan industri tersebut," ujar George.

    “Dengan bergabungnya Alstom maka GE semakin solid dalam industri kelistrikan. Kami siap mendukung program kelistrikan 35GW ini mulai dari pembangkit kecil, sedang dan besar. Mulai dari berbahan bakar energi fosil, non fosil serta Energi Baru Terbarukan (EBTKE),” tegas George.

    Sementara itu Wakil ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Andri Doni menegaskan swasembada kelistrikan memberikan manfaat sangat besar dengan “win win win win” solution. Akan tetapi harus ada regulasi yang kuat dan pasti dalam pengaturan jual beli listriknya dengan pihak PLN. Karena saat ini belum ada peraturan yang kuat dalam pembelian listrik antara PLN dan industri pembangkit.

    Andri mengungkapkan, MKI sudah memberikan masukan kepada PLN agar bisa melakukan pembelian dari pembangkit swasta dimana saja yang bisa langsung on grid dengan transmisi jaringan PLN. Tentunya dengan regulasi, apakah itu Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, atau Undang-Undang agar pihak swasta tertarik masuk dalam bisnis kepembangkitan listrik di kawasan industri.

    "Jika tidak ada regulasi yang mengatur, jangan harapkan pihak swasta akan membangun pembangkit tersebut. Beban investasi bagi negara juga tidak besar, karena investasinya dipikul oleh pihak swasta. Ini merupakan solusi yang baik untuk mengejar program kelistrikan 35GW tersebut," pungkas Andri Doni. Albarsah

     

    Umum

    Cegah Korupsi Sistemik, Tiga Lembaga Matangkan Penerapan SNI ISO 37001
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Kepala BSN Bambang Prasetya dalam pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (23/2/2018)....

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek