Homepage > Energi > Kelistrikan > Bapeten Belum Terima Apliksi Izin Nuklir
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 2016
    Guest : 2016
    Members : 0

    Bapeten Belum Terima Apliksi Izin Nuklir

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    nuclear-power-plant

    Peristiwa kecelakaan nuklir Fukushima mempengaruhi pendapat masyarakat Jepang tentang nuklir. Pasca kecelakaan Fushima sebanyak 74 persen masyarakat Jepang menyatakan penolakannya terhadap pengoperasian nuklir. Sebelumnya 66 persen mengatakan setuju dengan penggunaan nuklir.

    Hal itu mengemuka dalam temu wartawan dengan Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency (IAEA) Mr.Yukia Amano, Bapeten dan Batan,Kemenristek di Jakarta, Kamis (6/10). 

    Kepala Badan Pengawasa Tenaga Nuklir As Latio Lasman pada kesempatan itu menjelaskan, meningkatnya penolakan nuklir di Jepang tersebut itu tidak berpengaruh pada Indonesia.

    "Saat ini nuklir di Indonesia dalam proses regulasi. Karena itu Bapeten belum bisa mereview karena izin nuklirnya belum diaplikasikan, Yang penting izin pembangunannya tidak boleh disalahgunakan dan keselamatan masyarakat harus dijamin. Kalau tidak maka PLTN tidak bisa dibangun," ujar As Latio Lasman.

    As Latio Lasman menambahkan pembangunan PLTN harus sesuai dengan peraturan yang ada, seperti mensyaratkan dibangun di atas tanah, dan harus menggunakan teknologi yang telah teruji (proven technology). Untuk menjamin keselamatan, maka ada lima tahapan perizinan PLTN, yaitu izin tapak, konstruksi, komisioning, operasi dan dekomisioning.

    “Belajar dari kecelakaan PLTN Fukushima kemarin, ternyata masalah yang krusial adalah tapak,” ujarnya.

    Karenanya Bapeten akan mengawasi dari awal, mulai dari izin tapak hingga akhir. Sampai saat ini Bapeten juga belum menerima aplikasi perizinan PLTN dari pihak manapun. Bapeten akan melakukan review dengan melibatkan tidak hanya tenaga internal saja tetapi juga expert baik dari dalam maupun luar negeri.

    Mengingat Indonesia sebagai anggota dari IAEA, Bapeten sebagai garda terdepan dalam melakukan pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir, harus memastikan bahwa pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia hanya digunakan untuk tujuan damai, sekaligus menjamin keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan dari kemungkinan bahaya radiasi.

    Sementara itu menurut Yukia Amano dalam kunjungan tiga hari di Indonesia mengatakan bahwa peran Indonesia dalam perjanjian non-proliferasi nuklir (NPT/Non Proliferation Treaty) memegang pengaruh penting dalam mendukung konvensi international untuk keamanan dan keselamatan nuklir.

    Indonesia dinilai Yukia Amano merupakan mitra yang secara terus menerus mendukung peran IAEA selama beberapa dekade terakhir.
     
    Karena itu IAEA secara aktif mendukung berbagai program kerjasama teknis dengan Indonesia dan mendorong pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai, seperti dalam bidang kesehatan, pangan, sumber daya air. Termasuk mendukung rencana pemerintah Indonesia untuk mengembangkan teknologi nuklir dalam bidang energi.

    Proyeksi IAEA menunjukkan pemanfaatan energi nuklir global akan terus meningkat secara signifikan dalam beberapa dekade ke depan, walaupun dalam laju yang lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya.

    Saat ini terdapat 432 PLTN yang beroperasi di seluruh dunia, proyeksi terakhir memperkirakan nilai ini akan meningkat antara 90 hingga 350 pada 2030, dan Asia menjadi wilayah utama ekspansi tersebut.

    Peningkatan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya meningkatnya permintaan energi global, harga bahan bakar fosil yang relatif tidak stabil serta keamanan suplai energi.

    Meskipun beberapa negara telah memutuskan untuk mengurangi bahkan menghentikan sama sekali program nuklir tetapi banyak pula negara yang meneruskan pengembangan program nuklirnya. Namun banyak juga negara berkembang yang berupaya mengenalkan energi nuklir sebagai jawaban kebutuhan energi yang terus meningkat.

    Saat ini seluruh negara anggota IAEA mengadopsi Action Plan on Nuclear Safety yang merupakan sebuah langkah besar dalam meningkatkan keselamatan nuklir global.

    Action plan ini memuat kesepakatan seluruh negara anggota untuk mengkaji desain PLTN dalam mengantisipasi bencana alam ekstrim serta mengambil tindakan korektif yang diperlukan.

    Action plan ini juga memperkuat kerangka kerjasama untuk kajian IAEA yang mencakup pengiriman misi tenaga ahli untuk mengkaji keselamatan reaktor nuklir di sebuah negara, kemampuan dalam hal kesiapsiagaan dan respon darurat serta efektivitas sistem pengawas nuklir.* 

     

    Umum

    Tingkatkan Peran Guru Besar dalam Pengembangan Peradaban
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti Mohamad Nasir dalam Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB-ITB), di Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Kamis (22/2/2018).Ageng Prasetyo/BKKP...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek