Homepage > Energi > Kelistrikan > Iptek Nuklir Harus Dikuasai
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1264
    Guest : 1264
    Members : 0

    Iptek Nuklir Harus Dikuasai

    Penilaian Pengguna: / 1
    JelekBagus 

    nuclear-power-plant

    Terlepas dari pro dan kontra pembangunan PLTN di Indonesia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir tetap diperlukan.

    Ketua Dewan Guru Besar Universitas Indonesia, Biran Affandi mengatakan Indonesia akan maju jika menguasai ilmu dan teknologi nuklir. “Soal dibangun atau tidaknya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) itu soal lain,” ujar Biran disela diskusi “Perlukah PLTN dibangun di Indonesia untuk Memenuhi Kebutuhan Energi Nasional,” di Kampus UI,Depok, Selasa (19/4).

    Menurut Biran, penguasaan pengetahuan dan teknologi nuklir di Indonesia saat ini jalan di tempat. Ia menyontohkan Indonesia memiliki doktor spesial nuklir namun tidak bisa berbuat banyak. ”Doktor spesialis nuklir kita seperti mati segan hidup tak mau,” tegas Biran.

    Sebenarnya lanjut Biran, pada kondisi damai energi nuklir bisa dimanfaatkan untuk bidang kesehatan. Sayangnya, penguasaan pengetahuan nuklir sampai saat ini tidak mengalami kemajuan signifikan.     

    Biran juga berpendapat pembangunan pembangkit tenaga nuklir di Indonesia belum waktunya. ”Karena Indonesia masih memiliki alternatif energi lainnya seperti, angin, matahari, laut. Selain itu saat ini resistensi yang menolak PLTN masih tinggi,” ujarnya.

    Sejalan dengan itu panelis dari Komisi VII DPRI Zulkifli, mengatakan meski berat untuk membangun PLTN dalam waktu dekat tetapi kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi teknologi harus dipacu termasuk nuklir.

    Zulkifli menjelaskan mengapa berat bagi Indonesia jika membangun PLTN dalam kurun 10-20 tahun ke depan. Hal ini dipicu adanya perubahan mental model di Komisi VII DPR RI saat ini.

    ”DPR sebelumnya menyetujui rencana pemerintah membangun PLTN karena adanya mental model yang sama yaitu dalam menghadapi krisis energi. Tetapi dengan adanya peristiwa Fukushima mental modelnya berubah. Berat, jika PLTN akan dibangun dalam 10-20 tahun ke depan. Mungkin PLTN baru bisa menjadi alternatif energi pada 30-40 mendatang,” paparnya.

    Sementara Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Umiyatin Hayati Triastuti pada kesempatan sama mengatakan dalam rencana pembangunan jangka panjang membangun PLTN bukan merupakan tujuan tetapi sebagai alat ketahanan energi.

    ”PLTN dalam rencana pembangunan jangka panjang menjadi instrumen alternatif sumber energi,” ujarnya. Namun pelaksanannya harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. ***

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek