Homepage > Energi > Kelistrikan > Kemenko Kemaritiman Dukung Pengembangan PLTAL di NTT
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1262
    Guest : 1262
    Members : 0

    Kemenko Kemaritiman Dukung Pengembangan PLTAL di NTT

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

     
    Kupang, Technology-Indonesia.com – Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman akan mengawal pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Selat Gonsalu, Kabupaten Flores Timur. Pengembangan PLTAL ini rencananya bersamaan dengan pembangunan Jembatan Palmerah Pancasila sepanjang 800 meter yang menghubungan Pulau Adonara dan Pulau Flores bagian timur.
     
    Asdep Pendayagunaan Iptek Maritim, Nani Hendiarti mengatakan PLTAL ini merupakan kiat dari pengembangan penerapan pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan sebagai sumber energinya. Saat ini, rasio elektrivikasi nasional hingga bulan September 2017 sudah mencapai 93 persen. Sementara penggunaan energi baru terbarukan (EBT) ditargetkan 23 persen dalam bauran energi nasional pada 2025.
     
    “Hal-hal diatas dilakukan untuk menjamin ketahanan energi nasional secara umum dan secara khusus memanfaatkan sumber daya energi yang kita miliki secara efektif dan efisien demi menunjang kegiatan perekonomian yang harus dapat berkompetesi secara regional dan global,” kata Nani dalam Focus Group Discussion “Peran Teknologi untuk Pengembangan PLTAL di Indonesia”, di Hotel Aston, Kupang, pada Jumat (22/12/2017).
     
    Selain itu, lanjut Nani, perkembangan energi berbasis fosil di negara kita sudah mencapai tahapan dimana kita sudah menjadi nett importir Bahan Bakar Minyak (BBM) serta adanya hambatan yang dihadapi sistem distribusi bahan bakar.
     
    Faktanya, kegiatan produksi bahan bakar fosil banyak terfokus di Indonesia bagian Barat. Sedangkan kebutuhan bahan bakar di area Indonesia bagian timur tidak sedikit. Hal ini menyebabkan biaya produksi yang tidak kompetitif bagi setiap kegiatan ekonomi terutama di Indonesia bagian timur. Kondisi ini akan menjadi hambatan bagi pengembangan wilayah Indonesia bagian timur terutama area di pulau-pulau kecil.
     
    “Pemanfaatan teknologi terbarukan sebagai sumber energi lokal dapat membantu menekan biaya penyediaan energi dan sekaligus mendorong kegiatan perekonomian di Indonesia bagian timur sehingga dapat meningkatkan daya saing,” ungkapnya.
     
    Menurut Nani, potensi energi arus laut di Indonesia cukup besar sekitar 17.900 megawatt. Namun target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 hanya pilot plan 1 megawatt dan itupun belum terwujud. “Kita sebagai negara maritim mau tidak mau kita harus memanfaatkan lebih banyak lagi sumber daya yang ada di kelautan,” lanjutnya.
     
    Peluang penerapan pembangkit listrik berbasis EBT ini masih sangat terbuka. Karena itu, Nani berharap diskusi ini dapat menghimpun rekomendasi dari beberapa stakeholder yang mempunyai kompetensi dalam pengembangan PLTAL. 
     
    Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan pengembangan PLTAL ini harus didukung perencanaan dan koordinasi yang baik karena dilakukan bersamaan dengan pembangunan Jembatan Palmerah Pancasila. 
     
    “Ketika kami berencana membangun jembatan menghubungkan dua pulau dalam rangka membangun konektivitas antar pulau, awalnya kami tidak berpikir kalau dibawahnya ada arus kuat yang bisa diubah menjadi energi,” ungkapnya.
     
    Karena berkaitan dengan dua bidang yang melibatkan dua kementerian berbeda. Gubernur NTT berharap Kementerian Pekerjaan Umum untuk pembangunan Jembatan Palmerah Pancasila dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral untuk PLTAL tidak saling lempar tanggung jawab yang bisa menyebabkan rencana ini gagal.
     
    “Mari kita cari solusi yang tepat untuk kita bangun. Kita cari solusi agar sumber daya yang ada bisa digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.
     
    Karena sudah ada teknologinya, ketersediaan dana, serta manfaat yang besar, menurutnya tidak ada alasan untuk tidak memulai pembangunan Jembatan dan PLTAL ini. “Tinggal bagaimana mensinkronkan berbagai aturan supaya semuanya bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek