Homepage > Energi > Kelistrikan > Mahasiswa UP 45 Kembangkan Sel Surya Berbasis Limbah Geothermal
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1266
    Guest : 1266
    Members : 0

    Mahasiswa UP 45 Kembangkan Sel Surya Berbasis Limbah Geothermal

    Penilaian Pengguna: / 1
    JelekBagus 
    alt
     
    Technology-Indonesia.com - Tiga mahasiswa S1 Teknik Perminyakan Universitas Proklamasi (UP) 45 Yogyakarta mengembangkan sel surya berbasis limbah geothermal. Penelitian ini berhasil masuk lima besar lomba karya tulis ilmiah yang diselenggarakan Badak LNG Full Scholarship Program, PT Badak NGL Bontang Kalimantan Timur (Kaltim).
     
    Ketiga mahasiswa tersebut adalah Rynaldi Surya Gumilar, Nendri Indrawan dan Aurista Dwi Andriana. Paper mereka berjudul Pengembangan Surya Cell Berbasis Limbah Geotermal mampu menyisihkan 300 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
     
    Soal penelitiannya, Rynaldi mengatakan efek samping limbah geotermal atau panas bumi nyaris nol persen bahkan bisa dikatakan tanpa limbah. Ternyata, di dasar kolam penampungan air panas PT Badak NGL Bontang terdapat endapan putih yang dinamakan silikat.
     
    “Silikat itulah yang akan kita manfaatkan. Sampai saat ini silikat hanya terbatas untuk pembuatan batako saja. Silikat itu pada tahap selanjutnya akan kita lakukan ekstrak. Kita pisahkan (separasi) antara silikon dan oksigennya menggunakan magnesium,” terang Rynaldi di Kampur UP 45 pekan lalu.
     
    Menurut Rynaldi alasan penggunaan magnesium karena relatif freatik. Hasil sampingannya pun cukup ekonomis. Kalkulasinya, magnesium seharga Rp 3,6 juta per kilogram dari proses separasi bisa mendapatkan hasil sampingan Rp 6,5 juta dari magnesium oksidanya. Sedangkan hasil utamanya berupa silikon yang bisa dimanfaatkan menjadi panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
     
    “Ke depannya kami berharap karya ini dapat terus dilanjutkan. Ketika kami sudah mengetahui alur kerjanya seperti apa, tinggal melaksanakan di lapangan dengan tujuan akhir silikon itu dapat dikembangkan menjadi PLTS,” kata mahasiswa kelahiran Majalengka, 30 November 1997 ini.
     
    Selama ini, PLTS diasumsikan sebagai pembangkit listrik berbiaya sangat mahal karena silikon masih impor dari negara lain. “Kalau kita bisa memproduksi silikon sendiri maka kita dapat menekan anggaran, terlebih silikon itu dapat kita dapatkan dari limbah yang tidak bernilai ekonomis,” katanya. 
     
    Rynaldi mentargetkan hasil akhir dari separasi limbah geotermal menjadi PLTS dan diwujudkan di suatu desa. Mereka sepakat menerapkannya di daerah Garut, Jawa Barat. Daerah ini memiliki banyak potensi panas bumi seperti Lapangan Panas Bumi Darajat dan Kamajang. Akan tetapi, di balik potensi besar tersebut masih ada sejumlah daerah belum dialiri listrik. 
     
    Nendri Indrawan menambahkan, berdasarkan informasi masih terdapat sejumlah desa Garut minim pasokan aliran listrik dari PLN. “Ke depannya kita lebih fokus ke daerah Garut, untuk mengembangkan penelitian ini,” pungkasnya.
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek