Homepage > Energi > Kelistrikan > UGM Bangun PLTMH di Desa Lewara, Sulawesi Tengah
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 1022
Guest : 1022
Members : 0

UGM Bangun PLTMH di Desa Lewara, Sulawesi Tengah

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
alt
 
Technology-Indonesia.com. Tim Peneliti Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Lewara di Sulawesi Tengah. Pembangunan PLTMH dilakukan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Desa Lewara yang selama ini belum terlayani PLN karena lokasi yang terpencil dan sulit dijangkau transportasi.
 
Data Kementrian ESDM tahun 2016 mencatat terdapat 12.000 desa di Indonesia yang belum teraliri listrik. Bahkan 2.915 desa diantaranya belum teraliri listrik sama sekali. Salah satunya, desa Desa Lewara di Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Lewara berada di bukit Matantimali dengan ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut.  
 
Desa Lewara berjarak sekitar 90 Kilometer dari Palu, ibu kota provinsi Sulawesi Tengah, Palu. Lokasi tersebut dapat dijangkau dengan perjalanan darat selama 1 jam menggunakan mobil dari pusat Kota Palu hingga akses jalan terakhir di Desa Matantimali. 
 
Selanjutnya, perjalanan ke Lewara harus ditempuh dengan ojek khusus selama 30 menit melalui jalan setapak berbatu selebar 1 meter. Menyusuri jalanan yang tidak rata penuh dengan tanjakan, turunan, dan kelokan tajam di sepanjang lereng Gunung Matantimali. Sisi lain jurang yang cukup dalam menambah berat perjalanan menuju desa Lewara. Pada musim hujan, akses jalanan semakin sulit dilewati karena bukit rawan longsor.
 
Desa Lewara terdiri dari lima dusun yang seluruhnya belum mendapatkan aliran listrik dari pemerintah. PLTMH yang tengah dibangun UGM berada sekitar 200 meter tidak jauh dari pemukiman penduduk. Tepatnya di dusun I Lewara yang memiliki 100 kepala keluarga (KK) dengan penduduk sekitar 300 jiwa. PLTMH yang memanfaatkan aliran sungai Lewara dengan debit kritis 90-100 liter/detik ini dirancang dapat mengaliri listrik untuk 100 KK.
 
“Kita manfaatkan aliran Sungai Lewara untuk pembangkit listrik dengan kapasitas 10 Kilowatt. Nantinya dalam tahap awal akan dialirkan ke 100 rumah sehingga masing-masing mendapat aliran listrik sebasar 100 watt,” kata Ketua Tim Peneliti UGM, Suprapto Siswosukarto, belum lama ini.
 
Prapto menyampaikan warga Lewara telah lama memimpikan bisa menikmati aliran listrik. Melalui program Community Resilience and Economic Development (CaRED), UGM  bekerjasama dengan pemerintah Selandia Baru berupaya membangun daerah tertinggal di Indonesia timur. Salah satunya,  menghadirkan listrik bagi masyarakat Lewara.
 
Bersama dengan tiga peneliti UGM lainnya yaitu Bambang Yulistiyanto, Aris Sunantyo, dan Prajitno, Prapto mulai mengembangkan PLTMH sejak Februari 2017 dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2017.  
 
"Adanya PLTMH ini tidak hanya untuk menghadirkan listrik bagi warga saja, namun lebih dari itu mampu meningkatkan pengembangan potensi ekonomi masyarakat,” harapnya.
 
Masyarakat Lewara tergolong miskin dengan tingkat pendidikan rendah. Mayoritas penduduk Lewara bekerja sebagai petani kakao, kopi, jagung, dan cengkeh dengan penghasilan kurang dari 1 juta setiap bulan. Ketiadaan listrik semakin mempersulit warga untuk maju dan berkembang.
 
“Dengan adanya listrik diharapkan dapat mendukung kegiatan warga sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Lewara,” jelasnya.
 
Salah satu warga Kampung I Lewara, Naji (53) menuturkan warga Lewara sudah lama mengharapkan kehadiran listrik di desanya. “Sudah 72 tahun Indonesia merdeka, tetapi Lewara belum merdeka. Setiap malam kami hidup dalam gelap, hanya bisa memandang dari kejauhan kelap-kelip lampu di Kota Palu,” ujarnya.
 
Untuk penerangan di malam hari, warga Lewara masih menggunakan alat penerangan tradisional yaitu lampu dari minyak tanah. Beberapa tahun terakhir, sebagian kecil warga ada yang menggunakan genset dan panel surya. Genset yang digunakan untuk menyalakan lampu dari pukul 18.00-23.00 WITA membutuhkan dua liter bensin yang harganya Rp 10.000,- per liter. Pemilik genset harus mengeluarkan Rp. 600.000,- setiap bulannya untuk penerangan.
 
“Kami senang dan bersyukur dengan pembangunan PLTMH ini, semoga bisa segera menikmati listrik,” kata Naji.
 
Kepala Desa Lewara, Yude mengatakan, adanya listrik akan membawa kemajuan dan mengembangkan potensi usaha di masyarakat seperti pengolahan hasil perkebunan, bengkel sepeda dan lainnya.
 
“Semoga PLTMH bisa segera berjalan dan ke depan dinantikan bantuan untuk menghadirkan listrik di dusun-dusun lain di Lewara,” pungkasnya.
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailInsiatif Jakarta untuk Reduksi Emisi Karbon
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Menko Maritim Indroyono Susilo menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam memenuhi target penurunan emisi karbon. Sebagai satu bukti komitmennya, Indonesia akan mena [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailTri Panji
20/06/2016

Pria kelahiran Sragen, 29 Mei 1961 ini menyelesaikan  pendidikan  di  Jurusan  Kimia,  Fakultas Matematika  dan  Ilmu  Pengetahuan  Alam,  Universitas  Gadjah Mada  1983. Tri Panji merup [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek