Homepage > Energi > Kelistrikan > Listrik Energi Baru Terbarukan Makin Kompetitif
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1316
    Guest : 1316
    Members : 0

    Listrik Energi Baru Terbarukan Makin Kompetitif

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

     
    Jakarta, Technology-Indonesia.com - Listrik energi baru terbarukan (EBT) semakin hari semakin bisa bersaing dengan listrik dari energi fosil. Harga jual listrik dari perusahaan pengembang listrik EBT makin baik dan kompetitif. 
     
    Hal ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan dalam acara penandatanganan penjualan listrik dari 11 perusahaan swasta pengembang listrik atau Independent Power Producer (IPP) dengan PT PLN (Persero) di Jakarta, Jumat (8/9/2017). Sebelas pengembang ini meliputi delapan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) dan tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). 
     
    Delapan PLTM tersebut adalah PLTM Aek Sibundong, dengan pengembang PT Aek Sibundong Energi berkapasitas 8 MW di Wilayah Kerja (WK) Sumatera Utara, dengan harga jual listrik USD 7,89 cent per Kwh. Kedua, PLTM Aek Situmandi, pengembang PT Bukit Cahaya Powerindo, berkapasitas 7 MW di Sumatera Utara. Ketiga, PLTM Aek Sigeaon, pengembang PT Gading Energy Prima, kapasitas daya 3 MW di Sumatera Utara. 
     
    Selanjutnya, PLTM Sisira, dengan pengembang PT Energy Alam Sentosa, berdaya 9,8 MW di Sumatera Utara. PLTM Batang Toru 4, pengembang PT Indah Alam Lestari Energi, dengan daya 10 MW, di Sumatera Utara. PLTM Bayang Nyalo, pengembang PT Bayang Nyalo Hidro, berkapasitas 6 MW di Sumatera Barat. PLTM Batu Brak,  pengembang PT Tiga Oregon Putra, kapasitas 7,7 MW di Lampung. Terakhir, PLTM Kunci Putih, pengembang PT Kunci Hidro Energi, kapasitas 0,9 MW di Jawa Tengah. 
     
    Sementara ketiga PLTA meliputi PLTA Air Putih dengan pengembang PT Bangun Tirta Lestari dengan WK di Bengkulu, berkapasitas 21 MW dan PLTA Pakkat, pengembang PT Energy Sakti Sentosa di Sumatera Utara, berkapasitas 18 MW. Serta PLTA Buttu Batu, pengembang PT Amera Terrasys Energi di Sulawesi Selatan dengan kapasitas terpasang 200 MW. 
     
    Menteri ESDM mengatakan harga jual listrik dari IPP semakin hari semakin baik dan kompetitif. Untuk 11 pembangkit EBT yang sudah ditandatangani kedua belah pihak, harga yang disepakati dengan dua kepembangkitan tersebut paling murah USD 6,52 cent  hingga USD 8,60 cent/Kwh. 
     
    Ini menandakan listrik EBT semakin hari semakin bisa bersaing dengan listrik energi fosil. Apalagi perangkat-perangkat elektrikal EBT di pasaran harganya semakin kompetitif. Kita bisa lihat solar panel  untuk energi surya, harganya semakin turun, maka harga listrik pun bisa turun dan kompetitif pula, terang Menteri ESDM.
     
    ‘”Peluang listrik EBT ini akan semakin besar di tanah air ini. Apalagi Indonesia sudah merancang mobil dengan bahan bakar listrik, maka peluang kebutuhan akan listrik akan semakin tinggi. Yang sangat penting listrik ini bisa terjangkau oleh masyarakat Indonesia karena merupakan kebutuhan sangat mendasar,” tegas Menteri Jonan.
     
    Sementara itu Direktur Utama PLN Sofyan Basyir  menyatakan tahun ini akan banyak para pengembang yang serius membangun pembangkit berbasiskan EBT. Sampai Desember nanti kontrak EBTKE diperkirakaan akan mencapai 1.000 MW. 
     
    "Mengenai harga jualnya sangat berbeda-beda tergantung dengan tingkat lapangan masing-masing kepembangkitan tersebut. Semakin sulit dan investasi yang besar  harganya jual listriknya pun akan berbeda. Jadi Biaya Pokok Produksinya (BPP) sangat menentukan harga jual listriknya," ujar Sofyan.
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek