Homepage > Energi > Kelistrikan > Pengembangan Geothermal Indonesia Masih Tertinggal
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 1072
Guest : 1072
Members : 0

Pengembangan Geothermal Indonesia Masih Tertinggal

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
alt
 
www.technology-indonesia.com - Indonesia masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan New Zealand  dalam pengembangan geothermal (Panas Bumi). Padahal potensi panas bumi Indonesia masuk peringkat ketiga di dunia yaitu 12.000 MW dengan prakiraan  cadangan yang terbukti sebesar 17.000 MW. 
 
"Indonesia merupakan negara urutan ketiga setelah negara tetangga kita Filipina pada urutan ke dua dan Amerika Serikat pada urutan pertama," terang Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Rakyat (DPR) Agus Hermanto dalam paparannya di Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition, Rabu (2/8/2017) di Jakarta.
 
Agus menegaskan Indonesia sangat tertinggal dalam bidang kepanasbumian. New Zealand sudah memiliki pusat riset yang sangat maju. Mereka sudah melakukan kajian-kajian serta riset panas bumi tidak hanya untuk pemanfaatan energi pembangkit semata. Pemanfaatan geothermal juga dikaji pada bidang pertanian, peternakan, pangan dan non pangan hingga pengembangan lebih jauh untuk industri pariwisata.
 
“Kita sebagai negara urutan ketiga dunia dengan potensi panas bumi yang fantastis harus bisa belajar pada New Zealand. Seluruh komponen harus berkolaborasi agar pengembangan panas bumi ini tidak hanya jadi wacana saja, namun bisa dikembangkan lebih luas di luar energi kelistrikan," ujar Agus.
 
Manfaatkan Dana Hibah
 
Pada kesempatan yang sama President Director Supreme Energi, Supramu Santosa menegaskan, dalam pengembangan panas bumi pemerintah bisa mengunakan dana hibah yang saat ini terus terparkir di kas saja. Sudah saatnya dana hibah tersebut digunakan untuk pengembangan panas bumi.
 
Menurut Supramu, dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2017 yang mengatur pengunaan dana hibah dalam pengembangan panas bumi kedepannya sektor panas bumi akan lebih baik lagi. Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup juga telah memberikan lampu hijau dalam eksplorasi dan eksploitasi panas bumi di kawasan hutan. Hal Ini merupakan sebuah langkah yang mengembirakan bagi panas bumi.
 
Sektor pembiayaan juga mendapatkan lampu hijau. PT Sarana Multi Infrastruktur/PT SMI (persero)  yang merupakan lembaga pembiayaan infrastruktur milik negara telah menyatakan akan memberikan kucuran dana dalam seluruh kegiatan panas bumi mulai dari tahapan eksplorasi sampai kepada eksploitasi, pungkasnya.
 
 
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnail20 Indikasi Geografis Bersertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)
22/08/2013 | Albarsah

Saat ini sudah terdaftar sertifikat HAKI 20 komoditas di Indonesia berupa indikasi geografis. Pengakuan ini sangat penting karena bisa berpenggaruh dari sisi ekonomi. Direktur Jenderal Hak Kekayaan I [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailAdiseno PhD
20/08/2010

Adiseno PhD
Bandung, 14 November 1967 Bidang Keilmuan : MIPA Kimia Elektronika Adiseno memperoleh master di bidang teknik elektronika dari Delft University of Technology, Belanda pada 1994 yang se [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek