Homepage > Energi > Kelistrikan > Pengembangan Geothermal Indonesia Masih Tertinggal
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1310
    Guest : 1310
    Members : 0

    Pengembangan Geothermal Indonesia Masih Tertinggal

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
     
    www.technology-indonesia.com - Indonesia masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan New Zealand  dalam pengembangan geothermal (Panas Bumi). Padahal potensi panas bumi Indonesia masuk peringkat ketiga di dunia yaitu 12.000 MW dengan prakiraan  cadangan yang terbukti sebesar 17.000 MW. 
     
    "Indonesia merupakan negara urutan ketiga setelah negara tetangga kita Filipina pada urutan ke dua dan Amerika Serikat pada urutan pertama," terang Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Rakyat (DPR) Agus Hermanto dalam paparannya di Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition, Rabu (2/8/2017) di Jakarta.
     
    Agus menegaskan Indonesia sangat tertinggal dalam bidang kepanasbumian. New Zealand sudah memiliki pusat riset yang sangat maju. Mereka sudah melakukan kajian-kajian serta riset panas bumi tidak hanya untuk pemanfaatan energi pembangkit semata. Pemanfaatan geothermal juga dikaji pada bidang pertanian, peternakan, pangan dan non pangan hingga pengembangan lebih jauh untuk industri pariwisata.
     
    “Kita sebagai negara urutan ketiga dunia dengan potensi panas bumi yang fantastis harus bisa belajar pada New Zealand. Seluruh komponen harus berkolaborasi agar pengembangan panas bumi ini tidak hanya jadi wacana saja, namun bisa dikembangkan lebih luas di luar energi kelistrikan," ujar Agus.
     
    Manfaatkan Dana Hibah
     
    Pada kesempatan yang sama President Director Supreme Energi, Supramu Santosa menegaskan, dalam pengembangan panas bumi pemerintah bisa mengunakan dana hibah yang saat ini terus terparkir di kas saja. Sudah saatnya dana hibah tersebut digunakan untuk pengembangan panas bumi.
     
    Menurut Supramu, dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2017 yang mengatur pengunaan dana hibah dalam pengembangan panas bumi kedepannya sektor panas bumi akan lebih baik lagi. Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup juga telah memberikan lampu hijau dalam eksplorasi dan eksploitasi panas bumi di kawasan hutan. Hal Ini merupakan sebuah langkah yang mengembirakan bagi panas bumi.
     
    Sektor pembiayaan juga mendapatkan lampu hijau. PT Sarana Multi Infrastruktur/PT SMI (persero)  yang merupakan lembaga pembiayaan infrastruktur milik negara telah menyatakan akan memberikan kucuran dana dalam seluruh kegiatan panas bumi mulai dari tahapan eksplorasi sampai kepada eksploitasi, pungkasnya.
     
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek