Homepage > Energi > Kelistrikan > Kemenristekdikti Bentuk Konsorsium Energi Panas Bumi
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1641
    Guest : 1642
    Members : 0

    Kemenristekdikti Bentuk Konsorsium Energi Panas Bumi

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
    Kunjungan Kerja Menristekdikti Mohamad Nasir ke PT. PGE di Kamojang Garut (Foto Biro KSKP Kemenristekdikti/Ardiah Syahputra)
     
    Indonesia memiliki cadangan panas bumi yang berpotensi menghasilkan listrik sebesar 29.000 MW atau setara 40% potensi panas bumi dunia. Cadangan panas bumi tersebar di sepanjang jalur vulkanik Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara lalu berbelok ke Maluku dan Sulawesi.
     
    Namun pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia baru sekitar 1.500-an Mega Watt atau kurang dari 5% potensi yang ada. Kapasitas terpasang tersebut seluruhnya mengadopsi teknologi asing. Untuk itu, pemerintah berupaya mengembangkan energi panas bumi guna memenuhi kebutuhan listrik nasional.
     
    Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menginisiasi Konsorsium Energi Panas Bumi yang rencananya akan mulai dibiayai pada 2017. Konsorsium yang masih embrio ini terdiri dari para peneliti di perguruan tinggi, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
     
    Konsorsium ini merupakan tindak lanjut pertemuan tingkat pimpinan baru-baru ini yang digagas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kemenristekdikti mendapat tugas untuk membuat pusat studi panas bumi.
     
    "Oleh karena itu kami menginisiasi pusat studi tersebut dengan konsorsium riset pengembangan energi panas bumi," ujar Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Muhamad Dimyati. 
     
    Salah satu pemanfaatan energi panas bumi adalah PLTP berskala kecil 3 Megawatt yang dikembangkan oleh PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) bekerjasama dengan BPPT yang berhasil dioperasikan secara komersial di Kamojang Garut, Jawa Barat. PLTP 3MW ini merupakan perwujudan dari upaya riset teknologi tipe flash condensing. Dari sisi bisnis, bila PLTP ini berhasil melampaui tahap pengujian lapangan, durabilitas dan kehandalan, maka hasilnya siap untuk proses hilirisasi. 
     
    Menristekdikti, Mohamad Nasir menyambut baik kerjasama yang terjalin antara BPPT, PT. PGE dan akademisi dalam mengembangkan potensi panas bumi. 
     
    "Saya mengapresiasi PGE yang mau mengujicobakan pembangkit listrik panas bumi skala kecil. Kemampuan anak bangsa dalam hal ini sebenarnya ada. Problemnya seringkali tidak sinkron antara pendidikan tinggi, dunia usaha dan peneliti, tidak link and match. Kolaborasi perekayasa dengan industri bisa bersatu dengan baik untuk memenuhi energi dalam negeri," jelasnya saat Kunjungan Kerja ke PT. PGE di Kamojang Garut, Selasa (28/2/2017). 
     
    Menristekdikti berpesan agar Tingkat Kandungan Dalam Negeri/TKDN diusahakan terus meningkat. Konsorsium nantinya harus dapat menghimpun sisi hulu dan hilir. Pembentukan konsorsium dan implementasinya ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan industri energi panas bumi oleh SDM dan industri dalam negeri untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional.
     
    Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto menyebutkan pengembangan energi panas bumi memerlukan keberpihakan dari pemerintah agar pemanfaatannya dapat optimal. Agus meminta pada pemerintah agar proses pengembangan energi ini dapat dipercepat karena anggarannya sudah ada. "Legal standing harus ada juga supaya bisa melakukan segala sesuatunya dengan aman," katanya.
     
    Konsorsium Riset Nasional akan mendukung penuh Konsorsium Industri Nasional dimana konsorsium tersebut program Industri PLTP Dalam Negeri, termasuk tentang dukungan pendanaannya dan pasarnya, dapat lebih terarah dan terintegrasi dalam aspek perencanaan, pelaksanaan dan pengendaliannya.
     
     

    Umum

    Cegah Korupsi Sistemik, Tiga Lembaga Matangkan Penerapan SNI ISO 37001
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Kepala BSN Bambang Prasetya dalam pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (23/2/2018)....

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek