Homepage > Energi > Bahan Bakar > Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 609
Guest : 611
Members : 0

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Penilaian Pengguna: / 17
JelekBagus 

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi. Keduanya diberinama Kepler 438 b dan Kepler 442 b. Kepler merujuk pada nama pesawat antariksa AS yang membawa misi riset planet luar. Keduanya disebut-sebut penuh bebatuan, mengorbit bintang pada zoa yang tidak terlalu panas, tidak juga terlalu dingin, sehingga dimungkinkan tersedia air dalam jumlah berlimpah. Para astonom NASA mengumumkan temuan itu bersama enam planet lain yang lebih kecil. Temuan itu akan dipublikasi dalam The Astrophysical Journal bersama temuan mutakhir lainnya. Sejauh ini upaya pencarian exoplanet mirip bumi berjumlah berlipat dua dalam lima tahun terakhir.

Kedua planet berada pada jarak ratusan tahun cahaya, mengorbit bintang yang lebih kecil dan lebih redup dari matahari. Seperti kebanyakan dari temuan Kepler, kedua planet ditemukan melalui transit-bayangan yang sampai ke arah tata surya kita saat mereka melintasi wajah terik bintang mereka. Adanya Transit bayangan memungkinkan para astronom untuk mengukur ukuran planet, orbit dan paparan cahaya. Ukuran Kepler 438 b sekitar 12% persen lebih besar dari bumi, dan mendapat pancaran cahaya 40% lebih banyak. Kepler 442 b berukuran 30% lebih besar dan menerima cahaya sekitar 30% lebih sedikit dari Bumi. Kedua planet ini agak lebih hangat dari dua temuan Kepler sebelumnya: Kepler 186 f dan Kepler 62 f, yang masing-masing mendapat cahaya kurang lebih mirip dengan yang diterima oleh Mars. Meski begitu, temuan itu masih terlalu dini untuk mengatakan ada kehidupan di sana. "Kita tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah planet ini benar-benar dihuni hanya bahwa mereka adalah kandidat yang menjanjikan untuk kelayakhunian," kata David Kipping, astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CFA) di Cambridge, Mass.

 

Sejak 2009, pesawat antariksa Kepler diluncurkan membawa misi survey di sepetak langit yang mengandung sekitar 150.000 bintang. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk menemukan planet alternatif atau Bumi tandingan. Tugas itu diharapkan mencapai titik terang dalam waktu tiga tahun. Kepler mereka transif bayangan benda langir (planet) sekitar bintang yang diamati. Dalam waktu tiga tahun lebih, ternyata transit bayangan yang mendidikasikan adanya peredupan berluang sampai tiga kali.

Adanya temuan-temuan baru membuat misi Kepler diperpanjang sampai lima tahun. Karena Bintang-bintang yang lebih terang dapat mengacaukan pemantauan, maka para ilmuwan Kepler kemudian fokus pada bintang yang lebih kecil, redup, dan stabil. Tahin 2013, misi Kepler mengalami insiden karena ada kerusakan pada perangkat stabulizernya yang membuat Kepler berjalan miring. Maka, tahun lalu misi itu diperbaiki dengan meluncurkan K2 dengan perangkat teleskop model terbaru. Survey K2 yang lebih sempit kemudian membawa sedikit harapan dengan detumukannya planet kembar yang lebih mirip dengan Bumi. "Saya pikir ini planet terbaru yang kita cari. Semoga ada kejutan-kejutan baru berikutnya,''tegas Kipping.

 

Peneliti lain punya pendapat berbeda. Pada pertemuan yang sama, Fergal Mullally, seorang ilmuwan staf dan anggota tim Kepler di Ames Research Center NASA di Moffett Field, California, mengatakan ada sekitar 554 planet tambahan yang perlu dikonfirmasi dan layak masuk katalog Kepler sehingga total jumlah kandidat Bumi tandingan ada 4175 objek langit. Delapan diantaranya baru diumumkan dan berukuran sekitar dua kali ukuran Bumi. Planet-planet itu mengorbit bintang dalam zona layak huni. Selain itu ada enam dari delapan planet teramati mengorbit bintang mirip Matahari. ''Mereka layak menjadi kandidat Earth 2.0,'' tambah Mullally.

 

Sebagai temuan yang menggiurkan, Kepler 438 b dan 442 b ternyata terlalu kecil dan sulit dikonfirmasi dengan cara biasa. Yang diperlukan tidak hanya konfirmasi, tapi juga perlu divalidasi melalui serangkaian pengamatan lanjutan dan uji statistik kompleks yang dirancang untuk menyingkirkan adanya kesimpulan positif palsu atau hasil semu. Menurut penulis utama Guillermo Torres, astronom lain di CFA, proses validasi ini memakan waktu lebih dari satu setengah tahun dan bergantung pada kemampuan beberapa teleskop terbesar di dunia serta hasil simulasi intensif melalui superkomputer NASA.

Dugaan sementara memperkirakan dua planet itu penuh bebatuan, bukan logam seperti kebanyakan planet baru lainnya,serta beberapa kandungan gas di atmosfirnya. Adanya batuan dan gas menimbulkan harapan bahwa keduanya mungkin termasuk zona atau habitat layak huni.

Sambil meninggu proses validasi, masyarakat ilmuwan dunia amat berharap benar-benar bisa menemukan planet mirip Bumi melalui misi Transit Exoplanet Survey Satellite (Tess), yang dijadwalkan akan dimulai pada 2017. TESS diharapkan mampu melakukan survei di langit lepas dengan berfokus pada menemukan transit planet berbatu sekitar bintang di dekatnya, planet yang kemudian bisa dipelajari lebih lanjut secara rinci oleh tim NASA James Webb Space Telescope, yang akan meluncurkan pada 2018. ''Harapannya, kita bisa menemukan jejak bahwa ada kehidupan di planet luar sana. Atau setidaknya kita menemukan planet yang bisa menjadi habitat alternatif kehidupan di masa depan,'' jelas Kipping sebagaimana dilansir Scientific American (Januari 2015.alt

 
Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16
Buah Lokal Vs Buah Impor

Buah Lokal Vs Buah Impor

... READ_MORE
Senin, 11 Juli 2011 15:04

Umum

article thumbnail Sebelas Institusi Deklarasikan Konsorsium Riset Samudera
Selasa, 26 September 2017 | Setiyo Bardono

  Jakarta, Technology-Indonesia.com – Sebelas kementerian/lembaga dan universitas sepakat mendeklarasikan Konsorsium Riset Samudera, di Jakarta, Selasa...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnail20 Indikasi Geografis Bersertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)
22/08/2013 | Albarsah

Saat ini sudah terdaftar sertifikat HAKI 20 komoditas di Indonesia berupa indikasi geografis. Pengakuan ini sangat penting karena bisa berpenggaruh dari sisi ekonomi. Direktur Jenderal Hak Kekayaan I [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailIndroyono Soesilo Raih Anugerah Perekayasa Utama Kehormatan BPPT 2016
03/08/2016

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menganugerahkan Gelar Perekayasa Utama Kehormatan tahun 2016 bidang teknologi maritim kepada Prof. Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M.Sc. Ia dinilai  [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek