Homepage > Energi > Bahan Bakar > Indonesia - IAEA Sepakat Kembangkan Teknologi Nuklir Untuk Tujuan Damai
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 2096
    Guest : 2096
    Members : 0

    Indonesia - IAEA Sepakat Kembangkan Teknologi Nuklir Untuk Tujuan Damai

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
     
    Jakarta, Technology-Indonesia.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dan Direktur Jenderal (Dirjen)  the International Atom Energy Agency (IAEA) Yukiya Amano menandatangani Practical Arrangement di Jakarta, Senin (5/2/2018). Penandatanganan ini bertujuan memperkuat komitmen kerjasama antara Indonesia dengan IAEA dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi nukir untuk tujuan damai.
     
    Penandatanganan Practical Arrangement merupakan salah satu agenda kunjungan Dirjen IAEA ke Indonesia, pada 6-7 Februari 2018. Sebelumnya, Dirjen IAEA pernah ke Indonesia pada tahun  2011 dan 2015. 
     
    Menteri Nasir mengatakan penandatangan ini dipandang perlu untuk mendorong kerjasama teknis antara negara-negara berkembang dan penguatan South-South Cooperation (kerjasama antar negara-negara di bagian selatan).
     
    "Dengan adanya penandatanganan ini, Indonesia dapat lebih mendukung IAEA untuk berbagi dan memberikan kapasitas ke negara lain. Hal ini akan memiliki dampak yang berlipat, sesuai dengan mandat utama IAEA untuk mengupayakan dan memperluas kontribusi energi nuklir untuk perdamaian, kesehatan, dan kesejahteraan di seluruh dunia," tutur Nasir.
     
    Menteri Nasir menambahkan IAEA memiliki peran sentral yang penting dalam mendorong penggunaan energi nuklir untuk perdamaian, termasuk di antara negara-negara berkembang. Indonesia telah menjalin kerjasama dengan IAEA selama 61 tahun. Tercatat sebanyak 9 dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) berkaitan langsung dengan lingkup kompetensi IAEA.
     
    Untuk mencapai swasembada pangan dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), Indonesia, dengan dukungan IAEA telah mengembangkan dua proyek penting. Proyek pertama berkaitan dengan mengintensifkan kualitas produksi kedelai untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas usaha tani kedelai. 
     
    Proyek kedua melibatkan penggunaan teknik nuklir, seperti uji radio immuno dan isotop stabil untuk meningkatkan produksi ternak dan memperbaiki pengelolaan pakan berbasis lokal. Sasarannya adalah komunitas petani kecil di 74 SPR (Sekolah Peternakan Rakyat) di seluruh Indonesia. SPR adalah proyek yang dikembangkan oleh Institut Pertanian Bogor(IPB) pada tahun 2013.
     
    Indonesia sangat mementingkan keamanan perbatasan negara dari perdagangan gelap bahan nuklir dan sumber radioaktif lainnya. Beberapa tahun lalu, Indonesia mendapat bantuan IAEA untuk pemasangan empat monitor portal radiasi di pelabuhan utama. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan sektor swasta, berencana untuk memproduksi monitor portal radiasi untuk memenuhi kebutuhan nasional.
     
    Disebutkan Nasir, beberapa pengembangan energi nuklir lainnya yaitu pengembangan kapasitas dalam produksi radioisotop dan produk radiofarmasi, dan pembuatan peralatan kesehatan. Batan telah membangun laboratorium radioisotop dan radiofarmaka baru.
     
    Batan telah mendirikan I-CoNSEP atau Pusat Keamanan Nukir dan Kesiapsiagaan Darurat Indonesia. I-CoNSEP adalah pusat keunggulan yang mengembangkan dan mempertahankan kemampuan nasional dalam keamanan nuklir dan kesiapsiagaan darurat melalui pengembangan sumber daya manusia dan penyediaan dukungan teknis. Diperkirakan bahwa pusat keunggulan akan memenuhi permintaan keteramplan dan kemampuan yang tinggi di semua tingkat pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, badan pengatur, badan penegak hukum, dan operator. 
     
    "Kami menghargai dukungan terus menerus IAEA terhadap upaya Indonesia dalam pengembangan program energi nuklir baik untuk Batan dan Bapeten,” pungkas Nasir.
     
    Acara penandatanganan juga dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Austria yang juga Ketua Board of Govetnor (BOG) Darmansjah Djumala; Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto; Kepala Bapeten, Jazi Eko lstiyanto; Sekretaris Jenderal Kemenristekdisti, Ainun Na'im; serta Dirjen Penguatan Inovasi, Jumain Appe.
     
     

    Umum

    Cegah Korupsi Sistemik, Tiga Lembaga Matangkan Penerapan SNI ISO 37001
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Kepala BSN Bambang Prasetya dalam pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (23/2/2018)....

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek