Homepage > Energi > Bahan Bakar > Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Kurang Mendapat Perhatian
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1272
    Guest : 1272
    Members : 0

    Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Kurang Mendapat Perhatian

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
    Kepala P2KK LIPI, Sri Sunarti Purwaningsih menyerahkan cindera mata kepada Yanuar Nugroho dari Kantor Staf Presiden dalam acara Temu Mitra di Jakarta, Rabu (29/11/2017)
     
    Jakarta, Technology-Indonesia.com - Kajian ilmu sosial dan humaniora memiliki beragam tantangan terutama saat dipertanyakan sumbangsihnya. Padahal, ilmu sosial dan humaniora memiliki peran signifikan, khususnya dalam pembuatan kebijakan pemerintah.
     
    Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (P2KK) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Sunarti Purwaningsih mengatakan dari konteks keilmuan, ilmu sosial dan humaniora memiliki sifat sebagai penyeimbang karena sumbangannya tentang perubahan sosial, karakter, motivasi dan lainnya. Kontribusi hasil kajiannya pun diharapkan memberi sumbangsih dalam kesejahteraan masyarakat.
     
    LIPI telah melakukan  penelitian sosial dan humaniora di bidang kemasyarakatan dan kebudayaan dengan beberapa aspek cakupan yang menjadi isu utama. Aspek tersebut meliputi agama dan filsafat, multikulturalisme, hukum dan masyarakat, serta ekologi sosial dan kesejahteraan masyarakat. Aspek-aspek ini telah didalami LIPI untuk membantu menyelesaikan permasalahan di masyarakat.
     
    “Kami melakukan kajian penelitian dan mengomunikasikan pada masyarakat sebagai salah satu tanggung jawab penelitian yang didanai oleh pemerintah,” ungkap Sri dalam Temu Mitra “Kerja Bersama, Bermitra untuk Indonesia Mandiri” di Jakarta, pada Rabu (29/11/2017). 
     
    Temu mitra ini  mengulas peran dan hasil-hasil penelitian ilmu sosial dan humaniora, utamanya bidang kemasyarakatan dan kebudayaan. Acara ini juga menghadirkan pembicara kunci, Yanuar Nugroho, Deputi Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Budaya, dan Ekologi Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia.
     
    Sri menjelaskan, penelitian sosial dan humaniora yang dilakukan LIPI terkadang tampak sederhana, namun sebenarnya hasilnya memberikan dampak yang signifikan. Sayangnya, terkadang hasil penelitian itu kurang mendapat perhatian dari para pengambil kebijakan. 
     
    Untuk itu,  ia berharap para pengambil kebijakan dapat lebih memperhatikan dan menghargai masukan dari hasil penelitian yang telah dilakukan. “Dengan kata lain, adanya sebuah kebijakan yang berlandaskan pada bukti ilmiah hasil penelitian. Landasan tersebut dapat mengurangi kebijakan yang memiliki kemungkinan gagal atau hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu secara tidak berimbang,” jelasnya. 
     
    Sri menyoroti selama ini masih terdapat kesenjangan antara apa yang dipikirkan atau yang dibutuhkan oleh stakeholders dengan apa yang dikaji. “Kesenjangan ini dikarenakan kurangnya komunikasi yang baik antara ilmuwan sosial dengan stakeholders, untuk menangkap kebutuhan stakeholders dalam penelitian yang akan dilakukan,” tuturnya.
     
    Sebagai solusinya, kepekaan dan kemampuan untuk menangkap kebutuhan serta permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat dan stakeholders sangat dibutuhkan. Bila itu sudah bersinergi dengan baik, maka penerapan kebijakan akan terhindar dari gesekan yang merugikan di masyarakat. 
     
    Misalnya, kasus-kasus penolakan publik atau ketidakpuasan terhadap kebijakan, seperti aksi demonstrasi hingga langkah hukum berupa gugatan judicial review bisa dihindari. “Kasus-kasus itu menyiratkan banyaknya permasalahan dalam proses perumusan kebijakan, konten kebijakan, hingga implementasinya. Artinya, kebijakan itu terkadang masih kurang memperhatikan hasil kajian penelitian,” pungkasnya.
     
    P2KK LIPI memiliki empat kelompok penelitian (Kelti) yaitu Kelti Agama dan Filsafat; Kelti Multikulturalisme; Kelti Hukum dan Masyarakat; serta Kelti Ekologi Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat. Selain melakukan berbagai kegiatan, P2KK LIPI telah menghasilkan beragam hasil cetakan seperti buku hasil penelitian, policy paper, buku penulisan tunggal, kamus bahasa yang hampir punah, buku ajar muatan lokal, cerita anak dan lain-lain.
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek