Homepage > Energi > Bahan Bakar > Mahasiswa UP 45 Olah Sampah Organik Jadi Bahan Bakar Alternatif
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 771
Guest : 773
Members : 0

Mahasiswa UP 45 Olah Sampah Organik Jadi Bahan Bakar Alternatif

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
alt
 
Technology-Indonesia.com – Tiga mahasiswa Universitas Proklamasi 45 (UP 45) mengolah sampah organik menjadi bahan bakar alternatif untuk kompor TAGS (Twist Aerated Gasification Stove). Bahan bakar ini menjadi solusi untuk kebutuhan energi dan persoalan lingkungan.
 
Karya ketiga mahasiswa UP 45 ini berhasil memenangkan Lomba Inovasi dan Teknologi Mahasiswa (LITM) 2017 yang digelar oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY. Ketiganya adalah mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan Angkatan 2015, yaitu Awalliyah Nadia Belyni, Yunahar Abdul Rahman, dan Yuhirman.
 
Awalnya, karya ini merupakan ide spontan untuk mengikuti LITM 2017. Hasil diskusi dengan dosen Wira Widyawidura dan Habib Abdillah Nurusman sebagai tim inventor, ketiga mahasiswa ini memutuskan untuk mengembangkan sumber-sumber energi alternatif. 
 
Yuhirman mengatakan, mereka memilih tema “Pemanfaatan Sampah Organik di Lingkungan” karena melihat sampah organik dapat menjadi sumber energi alternatif yang sangat murah. Tema ini selaras dengan visi DIY 2020.
 
“Kebetulan pula, Pak Wira sedang ada project mengembangkan kompor TAGS, jadi klop,” kata Yuhirman.
 
Dari sini, tim aktif melakukan riset dan uji coba di lingkungan kampus. Sampah organik pun dikumpulkan dan diolah sedemikian rupa sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar tungku TAGS.
 
alt
 
Secara kontruksi kompor TAGS karya Wira Widyawidura sedikit berbeda dengan kompor kebanyakan. Energi panas yang dihasilkan dari kompor ini bukan dari pembakaran langsung, melainkan memanfaatkan gas yang timbul dari bahan bakar organik.
 
Karena memanfaatkan bahan-bahan terbarukan, bahan bakar ini memiliki banyak kelebihan. Selain lebih hemat mengingat bahannya tersedia melimpah, yang pasti lebih ramah lingkungan.
 
“Seberapa prosentasenya, masih perlu dihitung ulang. Tapi logikanya jauh lebih efisien dan tidak mencemari lingkungan,” tandas Yuhirman.
 
Tim ini mengakui, kendati sangat potensial dikembangkan, teknologi pengolahan bahan bakar organik dan pemanfaatan kompos TAGS ini masih perlu upaya penyempurnaan. Utamanya menyangkut sisi kepraktisan bagi pengguna.
 
Cara penggunaan Kompor TAGS masih dengan cara menyulutnya menggunakan pemantik manual misalnya korek. Sementara untuk mematikannya lebih sulit karena harus menunggu gas dari bahan bakar organik habis dengan sendirinya.
 
Namun, kompor TAGS memiliki kelebihan dibanding kompor pada umumnya. Kompor ini ukurannya kecil dan praktis untuk ditenteng, sekitar 18 cm dan lebar 10 cm.
 
Performa kompor ini juga cukup baik. Dari ujicoba, kompor berbahan organik ini mampu memasak beras 1 kilogram dalam waktu sekitar 40 menit.
 
“Ya memang belum secepat kalau menggunakan kompor gas. Tapi lebih efisien dan ramah lingkungan, apalagi harga gas cenderung naik terus,” katanya. 
 
Mengenai bahan bakar, Yunahar mengatakan beberapa kali melakukan melakukan upgrade. Antara lain dengan pemanfaatan bahan baku limbah serutan kayu yang diolah menjadi briket maupun pelet kayu. 
 
Semangat untuk menghasilkan “sesuatu” mendorong ketiga mahasiswa ini mengorbankan banyak hal. Termasuk untuk membiayai riset dan uji coba. Tak jarang, mereka keluar kota untuk mendapatkan bahan yang dibutuhkan seperti pelet kayu.
 
“Semua kita coba untuk mendapatkan bahan yang semakin baik dan sempurna. Tentu dengan memperhatikan energi yang dihasilkan, kemudahan mendapatkan bahan baku, serta biaya yang harus dikeluarkan untuk mengolahnya,” pungkas Yunahar.
 
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailMenyongsong MEA, Siapkah Industri Jamu Indonesia?
22/08/2015 | Ami Pramitasari

Kesepakatan regional “Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)” yang akan diberlakukan mulai 31 Desember 2015, menuntut seluruh sektor perekonomian khususnya perdagangan dan jasa untuk mempersiapkan dan mem [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailDra. Noer Laily, Msi
21/08/2015

Usia muda tidak berarti sedikit berkarya. Dra Noer Laily, Msi mampu membuktikan di usianya yang menginjak 39 tahun, mampu membuahkan suatu temuan baru. Bersama rekan-rekannya, Noer Laily menemukan pro [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek