Homepage > Energi > Bahan Bakar > Mahasiswa UP 45 Olah Sampah Organik Jadi Bahan Bakar Alternatif
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 605
    Guest : 606
    Members : 0

    Mahasiswa UP 45 Olah Sampah Organik Jadi Bahan Bakar Alternatif

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
     
    Technology-Indonesia.com – Tiga mahasiswa Universitas Proklamasi 45 (UP 45) mengolah sampah organik menjadi bahan bakar alternatif untuk kompor TAGS (Twist Aerated Gasification Stove). Bahan bakar ini menjadi solusi untuk kebutuhan energi dan persoalan lingkungan.
     
    Karya ketiga mahasiswa UP 45 ini berhasil memenangkan Lomba Inovasi dan Teknologi Mahasiswa (LITM) 2017 yang digelar oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY. Ketiganya adalah mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan Angkatan 2015, yaitu Awalliyah Nadia Belyni, Yunahar Abdul Rahman, dan Yuhirman.
     
    Awalnya, karya ini merupakan ide spontan untuk mengikuti LITM 2017. Hasil diskusi dengan dosen Wira Widyawidura dan Habib Abdillah Nurusman sebagai tim inventor, ketiga mahasiswa ini memutuskan untuk mengembangkan sumber-sumber energi alternatif. 
     
    Yuhirman mengatakan, mereka memilih tema “Pemanfaatan Sampah Organik di Lingkungan” karena melihat sampah organik dapat menjadi sumber energi alternatif yang sangat murah. Tema ini selaras dengan visi DIY 2020.
     
    “Kebetulan pula, Pak Wira sedang ada project mengembangkan kompor TAGS, jadi klop,” kata Yuhirman.
     
    Dari sini, tim aktif melakukan riset dan uji coba di lingkungan kampus. Sampah organik pun dikumpulkan dan diolah sedemikian rupa sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar tungku TAGS.
     
    alt
     
    Secara kontruksi kompor TAGS karya Wira Widyawidura sedikit berbeda dengan kompor kebanyakan. Energi panas yang dihasilkan dari kompor ini bukan dari pembakaran langsung, melainkan memanfaatkan gas yang timbul dari bahan bakar organik.
     
    Karena memanfaatkan bahan-bahan terbarukan, bahan bakar ini memiliki banyak kelebihan. Selain lebih hemat mengingat bahannya tersedia melimpah, yang pasti lebih ramah lingkungan.
     
    “Seberapa prosentasenya, masih perlu dihitung ulang. Tapi logikanya jauh lebih efisien dan tidak mencemari lingkungan,” tandas Yuhirman.
     
    Tim ini mengakui, kendati sangat potensial dikembangkan, teknologi pengolahan bahan bakar organik dan pemanfaatan kompos TAGS ini masih perlu upaya penyempurnaan. Utamanya menyangkut sisi kepraktisan bagi pengguna.
     
    Cara penggunaan Kompor TAGS masih dengan cara menyulutnya menggunakan pemantik manual misalnya korek. Sementara untuk mematikannya lebih sulit karena harus menunggu gas dari bahan bakar organik habis dengan sendirinya.
     
    Namun, kompor TAGS memiliki kelebihan dibanding kompor pada umumnya. Kompor ini ukurannya kecil dan praktis untuk ditenteng, sekitar 18 cm dan lebar 10 cm.
     
    Performa kompor ini juga cukup baik. Dari ujicoba, kompor berbahan organik ini mampu memasak beras 1 kilogram dalam waktu sekitar 40 menit.
     
    “Ya memang belum secepat kalau menggunakan kompor gas. Tapi lebih efisien dan ramah lingkungan, apalagi harga gas cenderung naik terus,” katanya. 
     
    Mengenai bahan bakar, Yunahar mengatakan beberapa kali melakukan melakukan upgrade. Antara lain dengan pemanfaatan bahan baku limbah serutan kayu yang diolah menjadi briket maupun pelet kayu. 
     
    Semangat untuk menghasilkan “sesuatu” mendorong ketiga mahasiswa ini mengorbankan banyak hal. Termasuk untuk membiayai riset dan uji coba. Tak jarang, mereka keluar kota untuk mendapatkan bahan yang dibutuhkan seperti pelet kayu.
     
    “Semua kita coba untuk mendapatkan bahan yang semakin baik dan sempurna. Tentu dengan memperhatikan energi yang dihasilkan, kemudahan mendapatkan bahan baku, serta biaya yang harus dikeluarkan untuk mengolahnya,” pungkas Yunahar.
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek