Homepage > Energi > Bahan Bakar > LIPI : Besaran Subsidi LPG 3 Kg Tidak Sehat
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 977
Guest : 977
Members : 0

LIPI : Besaran Subsidi LPG 3 Kg Tidak Sehat

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
alt
 
Jakarta, Technology-Indonesia.com – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai perkembangan besaran subsidi LPG (Liquefied Petroleum Gas) 3 Kg berada dalam kondisi tidak sehat. Konversi minyak tanah ke LPG yang sebelumnya memberikan penghematan anggaran, telah bergeser menjadi beban. Besaran subsidi LPG 3 Kg sudah melebihi besar subsidi minyak tanah sebelum program konversi ini berjalan. 
 
Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI Maxensius Tri Sambodo mengatakan besaran subsidi LPG 3 Kg semakin bertambah karena pengguna LPG 3 Kg meningkat. “Penggunanya bukan hanya masyarakat kelas bawah, tetapi juga menengah ke atas,” kata Maxensius dalam Media Briefing “Subsidi LPG 3 Kg, Mau Dibawa Kemana?” di Balai Kartini, Jakarta, pada Selasa (24/10/2017).
 
Data hasil penelitian P3E-LIPI menunjukkan jumlah rumah tangga pengguna LPG bersubsidi naik dari tahun 2015 sebanyak 41,58 juta menjadi 45,37 juta pada 2016. Para pengguna ini tidak semuanya layak menggunakan LPG 3 Kg bersubsidi.
 
Maxensius melihat persoalan utama bukan semata kurangnya kesadaran masyarakat, tetapi juga dari segi industri. Distribusi dan ketersediaan LPG 5,5 Kg non subsidi yang masih terbatas dan belum merata. Keterbatasan ini menjadi salah satu penyebab pengguna yang ingin memakai LPG 5,5 Kg beralih ke LPG 3 Kg.
 
Di tengah pentingnya upaya melakukan pengendalian subsidi LPG 3 Kg, pemerintah justru menjalankan program konversi kapal bensin ke LPG 3 Kg bagi nelayan kecil. Kebijakan ini membuka celah untuk pertumbuhan konsumsi LPG yang lebih cepat lagi di masa depan. 
 
“Posisi pemerintah yang berada di persimpangan jalan, antara mencabut subsidi LPG dan membuka ruang subsidi baru, memperlihatkan sikap yang  tidak konsisten terhadap UU No 30 Tahun 2007 tentang Energi,” kata Maxensius.
 
Menurutnya, kebijakan subsidi ini bukan berarti tanpa biaya. Di samping bertambahnya beban negara, subsidi LPG juga rawan penyalahgunaan, membuka celah ketimpangan, dan hilangnya kesempatan untuk memanfaatan sumber energi bagi penggunaan lainnya yang dapat memberikan nilai tambah lebih besar bagi negara.
 
Pada sisi lainnya, keputusan untuk menghapus subsidi LPG 3 Kg bukanlah hal yang mudah. Dampak sosial dan ekonomi perlu diperhatikan dan dikalkulasi secara mendalam. Studi yang dilakukan oleh LIPI dengan lokus pada kelompok nelayan kecil, memberikan banyak gagasan akan hal-hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk mengendalikan gejolak atas kenaikan harga LPG.
 
Penelitian P3E-LIPI dilakukan pada nelayan di Bali (Karang Asem dan Kabu) dan Jawa Timur (Gresik dan Kebomas) yang mendapatkan paket perdana LPG sepanjang 2016-2017 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).  Sepanjang dua tahun tersebut, Kementerian ESDM telah mendistribuskan 5.473 paket ke lima provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. 
 
Hasil penelitian Tim P3E LIPI menyebutkan, Paket LPG tersebut telah memberikan keuntungan yang besar bagi nelayan. Nelayan bisa menghemat 60% lebih per pelayarannya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Maxensius menyarankan agar paradigma yang harus dibangun dalam mengelola subsidi adalah berbasis lokalitas. Namun, terlebih dahulu harus dipastikan tata niaganya sudah benar.
 
“Efisiensi tata niaga harus dibenahi sehingga harga di tingkat pengecer dalam margin yang wajar. Ketika efisiensi harga tata niaganya belum dibenahi dan harga sudah naik, itu akan menjadi dua pukulan,” lanjutnya.
 
Menurut Maxensius, kenaikan harga harus berbasis pada lokalitas. Pemerintah harus sensitif terhadap tantangan dan kondisi masing-masing daerah yang berbeda. Tidak bisa dipukul rata naik misalnya seribu rupiah per kilogram. 
 
“Gagasan di tingkat pulau akan lebih enak melakukan diskriminasi kebijakan LPG merujuk pada lokalitas yang ada. Karena di tingkat pulau akan mudah melakukan pengawasan barang yang masuk dan keluar. Kalau sifatnya provinsi, kebocorannya akan tinggi,” terangnya.
 
Kalau lintas pulau, lanjut Maxensius, disparitas harga akan jauh lebih mudah. Misalkan di Bali, rata-rata nelayan memerlukan sekitar 15 tabung untuk melaut, karena kondisi ombaknya rata-rata sangat tinggi sehingga membutuhkan tenaga lebih tinggi. Sementara, untuk nelayan di Gresik sekitar 10 tabung saja karena kondisi ombaknya berbeda. 
 
Jadi diskriminasi harga tidak hanya di tingkat pulau, tetapi juga ada quota nelayan. Kebijakan subsidi ketika dipukul rata menjadi tidak efisien dan tidak berkeadilan. 
 
“Kita juga bisa optimalkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). TPID perlu lebih sensitif membaca peta ini. Ketika LPG naik maka dampak inflasinya akan tinggi, di sini peran TPID untuk mengantisipasi. Apa yang perlu dilakukan, ketika elpiji dampak inflasinya lebih minimal,” katanya.
 
Mengenai pencabutan subsidi LPG 3 Kg, Maxensius menyarankan kepada pemerintah untuk lebih cermat dalam pengambilan keputusan.  Pencabutan subsidi LPG 3 Kg bukan keputusan populer bagi pemerintah yang sedang memasuki tahun-tahun politik.
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailMenristek Dikti: Penelitian Harus Dirasakan Masyarakat
20/08/2015 | Dedi Junaedi

Dalam kunjungan kerja ke Jember,  Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Prof Muhammad Nasir mengharapkan agar hasil-hasil penelitian di Indonesia  bisa berdampak baik dan m [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailAmin Santosa Zarkasi, M.Sc, Ph.D
21/08/2010

Amin Santosa Zarkasi, M.Sc, Ph.D Kebumen, 17 Desember 1953 Bidang Keilmuan : MIPA Fisika Fisika Atom Bidang penelitian dijalani Amin Santosa Zarkasi sejak 1978. Awalnya, jebolan Fisika, Universitas [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek