Homepage > Energi > Bahan Bakar > BPPT Kembangkan Teknologi Pengolahan Emas Non Merkuri
Resensi
article thumbnailIndeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia

  Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 1485
Guest : 1485
Members : 0

BPPT Kembangkan Teknologi Pengolahan Emas Non Merkuri

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
alt
 
Jakarta, technology-indonesia.com – Aktivitas pertambangan emas rakyat (skala kecil) dengan menggunakan mercuri berdampak pada degradasi lingkungan dan menurunkan kualitas kesehatan. Karena itu, pemerintah mencanangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Penghapusan Penggunaan Merkuri pada Pengolahan Emas 2014-2018 yang melibatkan beberapa kementerian dan lembaga.
 
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam RAN tersebut bertugas melakukan penelitian alternatif teknologi pengolahan emas non merkuri dan mereviu status terkini pelepasan dan paparan merkuri ke lingkungan. BPPT juga mendapat tugas melaksanakan sosialisasi, training dan demonstrasi teknologi alternatif pengolahan emas non merkuri.
 
Direktur Pusat Teknologi Sumberdaya Mineral (PTSDM) BPPT, Dadan M. Nurjaman mengatakan pemahaman karakteristik endapan emas pada Penambangan Emas Skala Kecil (PESK) bisa menentukan rekomendasi teknologi pengolahan emas. Untuk endapan sekunder yang sifatnya kasar cukup menggunakan pemisahan secara konsentrasi gravitasi, tanpa menggunakan bahan kimia. 
 
“Emas sekunder secara alamiah sudah terpisahkan karena ukuran butirannya lebih besar, sebab emas mempunyai satuan massa jenis lebih besar dari batuan pembawanya,” terang Dadan dalam Media Gathering Stop Penambangan Emas dengan Merkuri di Gedung II BPPT, Jakarta, Rabu (5/4/2017)
 
Sementara untuk endapan emas primer yang ukurannya sangat halus, tidak bisa dilakukan pemisahan secara gravitasi dan harus diekstraksi secara kimia. Pelarutnya ada beberapa macam misalnya sianida yang sampai saat ini masih digunakan di dunia penambangan. 
 
“Tentu dengan suatu pendekatan yang terintegrasi antara pengolahan dengan proses pelindian kimia (sianidasi) dan penanganan dampak lingkungannya supaya bahan kimia sebelum dilepas di lingkungan sudah aman. Metode perlindian kimiawi menggunakan sianida bebas dalam kondisi basa, tidak bersifat toxic. Namun perlu SOP (Standar Operasional Prosedur) tertentu untuk mengontrol proses,” kata Dadan.
 
Penggunaan merkuri pada PESK memberikan nilai yang dihasilkan (recovery) emas sangat rendah dibawah 50 persen yang bisa terekstraksi. Selain itu, merkuri menjadi material pencemar yang laten karena sulit terdegrasi. “Dengan pelindian kimia bisa di atas 80 persen. Perolehan emasnya akan lebih banyak walaupun dari sisi investasi peralatan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan merkuri,” lanjutnya.
 
Untuk mengurangi penggunaan merkuri pada PESK, BPPT mengembangkan reaktor untuk proses pelindian kimia.  Harga reaktor dengan kapasitas 200 kilogram/batch diperkirakan Rp 20 juta. Dadan menyarankan pengelolaan secara komunal melalui koperasi untuk reaktor berkapasitas 1,5 ton/batch seharga Rp 70 juta. BPPT akan terus mengembangkan teknologi ini agar satu reaktor bisa digunakan untuk pengolahan emas sekaligus destruksi limbah.
 
Pilot project pengolahan emas bebas merkuri dilakukan di Pacitan, Banyumas, dan Lebak pada 2017 bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). “Teknologi ini juga mendapat dukungan dari Kemenristekdikti melalui pendampingan industri untuk membuat pilot project di Pulau Buru,” terang Dadan. 
 
Untuk mendukung penghapusan penggunaan merkuri pada pengolahan emas, BPPT juga telah membangun Laboratorium dan Workshop  Karakterisasi Mineral dan Uji Pengolahan (Metalurgical Test) serta membuat desain proses pengolahan emas berbasis non merkuri. Ke depan, agar proses alih teknologi bisa berjalan, BPPT berharap terbangunnya Indonesian Center for Artisanal Small Scale Gold Mining (INCAM). 
 
Dadan berharap RAN Penghapusan Penggunaan Merkuri pada Pengolahan Emas 2014-2018 diperkuat dengan regulasi sebagai kekuatan hukum yang mengikat kementerian dan lembaga. Payung hukum ini penting agar target Indonesia bebas merkuri pada 2020 bisa tercapai.
 
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail DRN Sampaikan Naskah Akademik untuk Undang-Undang Inovasi
Kamis, 23 November 2017 | Setiyo Bardono

Ketua Dewan Riset Nasional (DRN), Bambang Setiadi dalam Seminar Nasional bertema “Inovasi, Invensi, dan Komersialisasi Teknologi untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional” di Hotel...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailBanjir Jakarta, Banjir Pesanan?
21/08/2015 | Atang Trisnanto

Bumi pertiwi seakan tak bosan menerima bencana dari satu wilayah ke wilayah lain. Tanah longsor, banjir bandang, gempa bumi, kebakaran lahan, dan berbagai bencana alam lain sering menyapa tanah zamrud [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailAmin Santosa Zarkasi, M.Sc, Ph.D
21/08/2010

Amin Santosa Zarkasi, M.Sc, Ph.D Kebumen, 17 Desember 1953 Bidang Keilmuan : MIPA Fisika Fisika Atom Bidang penelitian dijalani Amin Santosa Zarkasi sejak 1978. Awalnya, jebolan Fisika, Universitas [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek