Homepage > Energi > Bahan Bakar > Kulit Durian Pembersih Tumpahan Minyak
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1261
    Guest : 1262
    Members : 0

    Kulit Durian Pembersih Tumpahan Minyak

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    foto dari Tim FT-Prove Belah Duren

    Kuldur sedang membersihkan tumpahan minyak (foto Tim FT-Prove Belah Duren)


    JAKARTA - Penanggulangan tumpahan minyak di lingkungan perairan belum efisien dan membutuhkan biaya relatif mahal. Hal itu mendorong Tim FT-Prove Belah Duren PT Pertamina (Persero) menciptakan alat pembersih tumpahan minyak berbahan alami dan ramah lingkungan yaitu kulit durian.

    Tim FT-Prove Belah Duren beranggotakan lima peneliti dari Marine Region V - Shipping, Direktorat Pemasaran PT Pertamina (Persero) yaitu Chairul Dhany, Irwan Dwi Aprianto, Yessica Ratri Wiguna, Ferdi Raditya Effendy, dan Anandytya Donny Brojo. “Kami bertanggungjawab terhadap perawatan sarana dan fasilitas lepas kapal sandar dan peralatan lindungan lingkungan perairan (LLP) serta penanggulangan tumpahan minyak,” ungkap Dhany pada insan pers di Jakarta, Kamis (17/11/2016).

    Menurut Dhany, selama ini sering terjadi tumpahan minyak khususnya dalam skala kecil di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Manggis, Karangasem, Bali. Penangganannya tidak efisien dan mengeluarkan biaya yang besar. Tim Belah Duren pun berinovasi melakukan subsitusi peralatan LLP (Lindungan Lingkungan Perairan) existing dengan menggunakan kulit durian.

    Hasil penelitian yang diberi nama Kuldur ini ternyata lebih efisien dan memiliki kemampuan serap (absorbent) cemaran minyak lebih kuat dari peralatan existing. “Selama ini kami menggunakan oil absorbent buatan pabrik untuk menyerap minyak, namun  tidak seefektif Kuldur,” papar Dhany.

    Irwan Dwi Aprianto memaparkan riset ini diawali dengan mencari bahan alami yang mampu menyerap tumpahan minyak. Dari beberapa studi literatur, bahan tersebut harus mengandung pectin dan selulosa. Pectin merupakan kandungan yang berfungsi mengikat dan menggumpalkan minyak. Kandungan selulosa sangat berpengaruh terhadap daya serap dan daya ikat suatu material.

    “Di sekitar lokasi kami, banyak kulit durian yang tidak terpakai. Setelah melalui riset dan studi literatur, dan bekerja sama dengan ITS, kami temukan di kulit durian itu mengandung zat pectin, yang bisa untuk menyerap minyak. Kami sudah coba untuk minyak jenis MFO dan MDO,” ucap Irwan.

    Tim memilih kulit durian sebagai bahan subtitusi karena memiliki kandungan pectin dan selulosa yang paling tinggi. Kulit durian mengandung pectin sebanyak 2,56%, melebihi kandungan pectin kulit pisang 1,09%, kulit jeruk 0,8%, dan kulit mangga 1,7%. Selain itu, kandungan selulosa kulit durian mencapai 60%.

    Hasil pengujian Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar menunjukkan daya serap kulit durian kering terhadap minyak MFO sebanyak 163%. Artinya setiap 1 gram kulit durian mampu menyerap 1.63 gram minyak MFO. “Daya serapnya lebih tinggi dari peralatan oil absorbent yang sebelumnya kami gunakan,” lanjutnya.

    Setelah melalui berbagai proses, Kuldur dibentuk menjadi paparan segi empat seperti keset sehingga dapat menyerap volume lebih banyak serta lebih mudah pengoperasiannya di area tercemar. Selain efektif menyerap tumpahan minyak, Kuldur masih bisa digunakan kembali dengan cara menyiramnya dengan minyak yang density-nya lebih rendah.

    Tidak hanya kuota penyerapan dan responsiveness yang lebih baik, Kuldur dapat menekan biaya penanggulangan tumpahan minyak hingga 71,7%, dari sebelumnya Rp. 26.343.500 menjadi Rp. 7.570.625 per sekali tumpahan.

    Biaya pengadaan peralatan LLP juga menjadi lebih hemat, dari sebelumnya Rp 100 juta menjadi Rp. 3.270.000. Total cost saving-nya mencapai Rp. 187.728.750 dengan waktu pengadaan selama 3 minggu. “Lebih cepat dari yang sebelumnya membutuhkan waktu pengadaan paling cepat hingga 1 tahun,” papar Irwan.

    Pemakaian Kuldur juga meningkatkan respon terhadap tumpahan minyak yang terjadi sehingga dapat menimimalisir keadaan menjadi lebih buruk. Sebab, waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan satu set kuldur beserta cadangannya hanya sekitar satu menit. Sementara untuk menyiapkan Oil Dispersant, Oil Dispersant Pump dan Oil Absorbent membutuhkan waktu 20 menit.

    Untuk tumpahan minyak dalam skala besar, penggunaan Kuldur harus dikombinasikan dengan oil boom untuk melokalisir agar cemaran tak semakin menyebar. Tugas Kuldur untuk menyerap cemaran minyak setelah dilokalisir.

    Ke depan, penggunaan Kuldur akan diperluas ke seluruh Terminal BBM Pertamina. "Kita sudah ada rencana mereplikasi Kuldur di seluruh Terminal BBM Pertamina. Manajemen Pertamina full support pada kami untuk segera mereplikasi dan memproduksi massal alat ini. Namun butuh proses dan waktu yang tidak sebentar," pungkasnya.

    Hasil penelitian Tim FT-Prove Belah Duren ini berhasil menyabet penghargaan The Best Functional Team Improvement pada Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2015. Kuldur yang sekarang sedang dalam proses pengajuan paten ini juga akan menjadi salah peserta di Asia Pacific Quality Conference di New Zealand pada 20-23 November 2016.

    alt

     

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek