Homepage > Energi > Bahan Bakar > KNRT Luncurkan Unit Percontohan IPAL Industri Tahu di Purwokerto
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1675
    Guest : 1676
    Members : 0

    KNRT Luncurkan Unit Percontohan IPAL Industri Tahu di Purwokerto

    Penilaian Pengguna: / 7
    JelekBagus 

    Image_IPALKementerian Riset dan Teknologi bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas, hari ini, meluncurkan dua unit percontohan Instalasi Pengolah Limbah (IPAL). Peralatan ini dikembangkan dan dipasang di dua kawasan sentra industri kecil tahu di Purwokerto,yakni Desa Kalisari dan Desa Ciroyom.


    Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengendalian dampak perubahan iklim Kementerian Riset dan Teknologi.


    Asisten Deputi Analisis Kebutuhan Iptek Kementerian Ristek Eddy Prihantoro mengatakan, industri tahu merupakan penyumbang emisi yang signifikan di Indonesia. Di Indonesia terdapat sekitar 84.000 unit usaha industri tahu dengan kapasitas produksi lebih dari 2,56 juta ton per tahun. Keseluruhan industri tahu tersebut menghasilkan limbah cair sebanyak 20 jupata meter kubik per tahun dan emisi sekitar 1 juta ton CO2 ekivalen per tahun.


    Dikatakan Eddy, sekitar 80 persen industri tahu tersebut ada di Pulau Jawa. Dengan demikian, setiap tahunnya industri tahu di Jawa menghasilkan emisi 0,8 juta ton CO2 ekivalen.


    Di Desa Kalisari sendiri terdapat 312 unit usaha tahu dengan kapasitas produksi 7,5 ton per hari. Sementara di Desa Ciroyom terdapat 317 unit usaha tahu dengan kapasitas produksi 6 juta ton/hari.


    Selain persoalan emisi, khusus di Desa Kalisari dan Desa Ciroyom, limbah cair industri tahu juga menimbulkan dampak negatif pada persawahan dan peternakan ikan. “Bulir padi  puso  atau kosong dan membuat ikan-ikan mati,” kata Kepala Desa Ciroyom Bambang Widodo.


    Hal tersebut karena limbah tahu dialirkan langsung ke persawahan. tanpa pengolahan terlebih dulu ke selokan. Padahal limbah tahu  memiliki keasaman, COD dan BOD tinggi. Yakni memiliki pH 4-5, dan COD dan BOD mencapai 10.000 – 15.000mg/liter . Kondisi ini membuat ikan kekurangan oksigen dan mati.


    Sementara, limbah tahu yang dibiarkan begitu saja akan menghasilkan gas metan. Kondisi ini menyebabkan unsur hara di dalam tanah menjadi tidak seimbang. Ketidakseimbangan ini  menjelaskan mengapa bulir padi menjadi puso atau kosong.


    Unit percontohan IPAL yang dikembangkan di Desa Kalisari memiliki kapasitas mengolah limbah tahu sebanyak 20 meter kubik per hari atau setara dengan 1.200 kg kedelai/hari (untuk 20 pengrajin industri tahu). Sementara unit pengolah limbah di Desa Ciroyom memiliki kapasitas sebesar 5 m3 atau setara dengan 300 kg kedelai/hari (untuk 5 pengrajin industri tahu).  


    Pengolah limbah tersebut dibangun dengan sistem anerobik, yakni menggunakan mikroba untuk mendegradasi keasaman dan COD. Selain juga terdapat proses metanogenesis dan hidrolisis. Penernakan mikroba dilakukan dengan memanfaatkan kotoran sapi  dan potongan-potongan bambu sebagai ‘rumah’ bagi mikroba.


    Pengolahan limbah tahu sebanyak 20 meter kubik per hari tersebut menghasilkan biogas dan air. Biogas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan  untuk keperluan memasak oleh 21 Rumahtangga, sementara air digunakan untuk empang.


    Menurut Eddy, dengan menggunakan biogas tersebut, ke-21 rumah tangga tersebut setidaknya dapat menghemat biaya rumahtangga sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per hari, karena tak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli bahan bakar untuk kompor. Bupati Banyumas Marjoko, juga berharap kehadiran IPAL dapat meningkatkan kesejahteraan warga Desa Kalisari dan Ciroyom.


    Eddy berharap prototip IPAL yang dikembangkan Kementerian Ristek di Desa Kalisari dan Desa Ciroyom ini dapat direplikasi oleh Pemkab Banyumas untuk sentra-sentra industri tahu lainnya di wilayah itu dan juga oleh pemerintah daerah lainnya. (dra)

     

    Umum

    Cegah Korupsi Sistemik, Tiga Lembaga Matangkan Penerapan SNI ISO 37001
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Kepala BSN Bambang Prasetya dalam pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (23/2/2018)....

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek